Stasiun Karanggandul

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Karanggandul (KGD) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Babakan, Karanglewas, Banyumas. Stasiun yang terletak pada ketinggian +142 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Stasiun ini memiliki tiga jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus. Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Stasiun Karanggandul
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KGD.png
  • Singkatan: KGD
  • Nomor: 2109
Stasiun Karanggandul 2019.jpg
Stasiun Karanggandul, 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanKaranglewas
DesaBabakan
Kode pos53161
Koordinat7°23′18″S 109°11′10″E / 7.3883783°S 109.1860539°E / -7.3883783; 109.1860539Koordinat: 7°23′18″S 109°11′10″E / 7.3883783°S 109.1860539°E / -7.3883783; 109.1860539
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Kelas stasiunIII/kecil[1]
Ketinggian+142 m
Letak[2]km 343+928 lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon Prujakan-Prupuk-Purwokerto-Kroya
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur3 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah)

Awalnya, stasiun ini memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Sejak pengoperasian jalur ganda segmen pertama Purwokerto–Patuguran per 9 September 2009,[3][4] jalurnya bertambah menjadi tiga, dengan jalur 1 eksisting merupakan sepur lurus arah Prupuk, sedangkan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Purwokerto. Jalur 3 baru dijadikan sebagai sepur belok. Terdapat dua sepur badug, satu di luar emplasemen sisi utara serta satu terhubung dengan jalur 3 stasiun. Dengan selesainya jalur ganda ini, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

Pada masa lalu, sebelum jalur rel ganda dibangun melewati jalur ini, stasiun ini sering menjadi tempat persilangan, persusulan, atau pemberhentian kereta api menanti giliran masuk Stasiun Purwokerto. Melewati wilayah bergunung-gunung, jalur antara stasiun ini dengan Karangsari termasuk rawan kecelakaan, terutama di sekitar kilometer 330-an.

InsidenSunting

  • Pada tanggal 25 Oktober 2004, pukul 08.10, sebuah kereta api barang angkutan pupuk urea yang ditarik CC201 79R terguling di km 344+¾ menjelang emplasemen Stasiun Karanggandul. Akibatnya, tiga dari lima gerbong tersebut lepas dari rangkaian, kemudian terbalik, serta menyebabkan kerusakan rel. Tidak ada korban jiwa, namun dua orang pelayan rem merasa syok setelah peristiwa tersebut. Muatan pupuk juga tidak tumpah.[5]
  • Pada tanggal 10 Juli 2005, pukul 14.11, kereta api angkutan ketel Maos-Tegal yang ditarik CC201 47 dan 51 terguling di km 344+4/5 setelah meninggalkan Stasiun Karanggandul. Akibatnya, gerbong ketel berisi premium memalang di jalur kereta api serta menyebabkan perjalanan kereta api Purwojaya tertahan di Stasiun Karanggandul. Sementara Sawunggalih tertahan di Karangsari.[6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "PT KAI Ujicoba Rel Ganda Purwokerto-Patuguran". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2009-06-23. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-08-08. 
  5. ^ "KA Bermuatan Pupuk Urea Terguling" (dalam bahasa Indonesia). Suara Merdeka Cetak. 26 Oktober 2004. Diakses tanggal 28 Juli 2017. 
  6. ^ "Kereta BBM Terguling" (dalam bahasa Indonesia). Suara Merdeka Cetak. 11 Juli 2005. Diakses tanggal 28 Juli 2017. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Prupuk
Prupuk–Kroya
menuju Kroya