Stasiun Kalitidu

stasiun kereta api di Kabupaten Bojonegoro, Indonesia

Stasiun Kalitidu (KIT) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Panjunan, Kalitidu, Bojonegoro; pada ketinggian +24 meter; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini berjarak sekitar 100 meter ke arah timur dari Jalan Raya Ngasem. Di sebelah barat stasiun ini, dahulu terdapat sebatang pohon slobin (bahasa Jawa: mindik) yang kini sudah ditebang.

Stasiun Kalitidu

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KIT.png
Stasiun Kalitidu 2 2020.jpg
Tampak luar Stasiun Kalitidu, 2020
LokasiJalan Stasiun Kalitidu
Panjunan, Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur
Indonesia
Ketinggian+24 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Letak dari pangkalkm 110+310 lintas Gundih-Gambringan-Bojonegoro-Surabaya Pasarturi[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang cukup tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • KIT
  • 2725
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaHalte Kali Tidoe[3]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Kalitidu is located in Indonesia
Stasiun Kalitidu
Stasiun Kalitidu
Lokasi di Indonesia

Stasiun ini awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda ruas ToboBojonegoro dioperasikan sejak awal Desember 2013,[4] jumlah jalur bertambah menjadi empat: jalur 2 dijadikan sepur lurus arah Semarang, jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Surabaya, dan jalur 4 ditambahkan di sisi barat daya stasiun sebagai jalur belok baru. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.

Terkait adanya perubahan kewilayahan stasiun-stasiun milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Bojonegoro dan Stasiun Tobo—sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang—kini masuk ke dalam Daerah Operasi VIII Surabaya sejak 1 Agustus 2016.[5]

Ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Tobo, terdapat Stasiun Celangap dan Stasiun Tengor yang kini sudah tidak aktif—bangunan Stasiun Celangap hingga kini masih terlihat utuh. Sementara ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Bojonegoro, terdapat Halte Pungpungan dan Halte Sale yang juga sudah tidak aktif.[3]

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. hlm. 166. 
  4. ^ Wedia, Ririn (2013-12-05). "Jalur Rel Ganda di Bojonegoro Dioperasikan". Suara Banyuurip (suarabanyuurip.com). Diakses tanggal 2020-04-18. 
  5. ^ Setiawan, Deni (2016-07-27). "Mulai Agustus 2016, Stasiun Bojonegoro Masuk Wilayah Daop VIII". TribunJateng.com. Diakses tanggal 2016-07-31. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Celangap
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Bojonegoro

Koordinat: 7°07′54″S 111°46′03″E / 7.131650°S 111.767392°E / -7.131650; 111.767392