Buka menu utama

Stasiun Ijo

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Ijo (IJ) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di di Bumiagung, Rowokele, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +25 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto dan merupakan stasiun yang lokasinya paling barat di Kabupaten Kebumen. Letak stasiun ini tidak jauh dari Jalan Gombong-Gua Jatijajar. Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus.[4]

Stasiun Ijo
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun IJ.png
  • Singkatan: IJ
  • Nomor: 2023
ISM IJO Barat.JPG
Stasiun Ijo dari arah timur
Kredit: Indrajid Safri Mahendra, 2015
dengan Terowongan Ijo tampak di kejauhan
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenKebumen
KecamatanRowokele
DesaBumiagung
AlamatJalan Raya Gombong-Gua Jatijajar
Kode pos54472
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+25 m
Letak[2]km 424+484 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
LayananHanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur3 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[3]
Catatan kaki: [4]

Selain sebagai stasiun yang melayani persilangan dan persusulan antarkereta api, stasiun ini juga berfungsi sebagai pengontrol Terowongan Ijo yang berada di sisi timur stasiun ini. Terowongan tersebut memiliki panjang 580 m; dibangun antara tahun 1885-1886 oleh Staasspoorwegen (SS), perusahaan kereta api Hindia Belanda, menembus perbukitan kapur Gunung Malang. Stasiun beserta terowongan ini dahulu pernah dijadikan sebagai tempat lokasi syuting film Kereta Api Terakhir, yang mencapai box office pada tahun perilisan film tersebut, 1981.[5]

Terkait proyek pembangunan jalur ganda kereta api lintas selatan Pulau Jawa, saat ini stasiun ini sedang menjalani serangkaian perombakan. Bangunan stasiun baru sedang dibangun, sedangkan Terowongan Ijo Baru juga sedang dikerjakan. Bangunan baru stasiun ini direncanakan berada di sebelah utara bangunan lama, karena terowongan barunya juga berada di utara terowongan lama. Setelah proyek tersebut selesai, rencananya stasiun ini hanya akan melayani persusulan antarkereta api dan perawatan terowongan Ijo baru, sedangkan terowongan lama akan ditutup dan dijadikan cagar budaya.[6]

Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja, tidak melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang. Persilangan dan persusulan kereta api yang dilayani secara resmi di stasiun ini berdasarkan Gapeka 2017 revisi 29 Mei 2019 adalah:

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ a b Prasetya, S. (2014). "Ijo (IJ): Akses Termudah Nyepot Foto Terowongan". Majalah KA. 96: 19. 
  5. ^ Majalah Kereta Api, edisi Maret 2009, 32: 10-11.
  6. ^ "Terowongan Kereta 600 Meter akan Dibangun di Proyek Rel Ganda Selatan". detikfinance. Diakses tanggal 2018-03-08. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Kroya
Kroya–Kutoarjo
menuju Purworejo

Koordinat: 7°36′55″S 109°26′49″E / 7.6152666°S 109.4469702°E / -7.6152666; 109.4469702