Sriwijaya Air Penerbangan 182

Penerbangan domestik terjadwal yang hilang pada 9 Januari 2021
Seluruh peristiwa menggunakan acuan Waktu Indonesia Barat (UTC+7)

Sriwijaya Air Penerbangan 182 (SJ182/SJY182) adalah penerbangan penumpang dalam negeri berjadwal di Indonesia yang dioperasikan oleh Sriwijaya Air dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta ke Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Pada 9 Januari 2021, pesawat tersebut menghilang empat menit setelah keberangkatan yang kemudian dilaporkan hilang kontak dan jatuh ke perairan Kepulauan Seribu.[4][5]

Sriwijaya Air 182
Sriwijaya Air Boeing 737-524(WL); @CGK2017 (cropped).jpg
PK-CLC, pesawat yang mengalami kecelakaan. Foto ini dipotret pada Desember 2017 di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Ringkasan kecelakaan
Tanggal9 Januari 2021 (2021-1-9)
RingkasanJatuh; masih dalam penyelidikan
LokasiSekitar Kepulauan Seribu, di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang[1] 05°57′36″S 106°34′30″E / 5.96000°S 106.57500°E / -5.96000; 106.57500Koordinat: 05°57′36″S 106°34′30″E / 5.96000°S 106.57500°E / -5.96000; 106.57500
Occupant62[2][3]
Penumpang50
Awak12
Hilang62
Jenis pesawatBoeing 737-500
Nama pesawatCitra
OperatorSriwijaya Air
RegistrasiPK-CLC
AsalBandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta, Indonesia
TujuanBandar Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Pesawat

Pesawat yang dipakai dalam penerbangan ini adalah Boeing 737-500 yang telah berusia 26 tahun dengan kode registrasi PK-CLC (MSN 27323).[6] Pesawat ini dibuat pada tahun 1994 dan mulai digunakan oleh Continental Airlines pada tahun yang sama. Pesawat ini kemudian digunakan oleh United Airlines mulai 1 Oktober 2010 dengan nomor registrasi N27610 sebelum akhirnya bergabung dengan armada Sriwijaya Air pada tahun 2012.[7][8] Sriwijaya Air menamai pesawat ini "Citra".[9]

 
Pesawat yang sama difoto pada tahun 2008 ketika masih dioperasikan oleh Continental Airlines dan memiliki nomor registrasi N27610.

Penumpang dan awak

Pesawat tercatat membawa 62 orang yang terdiri dari 50 orang penumpang (termasuk 7 anak-anak dan 3 bayi), 6 orang awak yang bertugas (termasuk pilot dan kopilot), dan 6 orang awak yang sedang tidak bertugas.[2][3][10] Di antara penumpang tersebut adalah Mulyadi P. Tamsir, mantan Ketum PB HMI dan politikus Partai Hanura.[11] Pesawat dipiloti oleh Kapten Afwan, mantan penerbang di TNI Angkatan Udara.[12][13]

Berat bagasi dilaporkan sebesar 500 kilogram.[7]

Detail penerbangan

Data penerbangan
Rute Sriwijaya Air Penerbangan 182
Grafik kecepatan dan ketinggian Sriwijaya Air Penerbangan 182

Pesawat dijadwalkan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pukul 13.25 WIB (06.25 UTC) dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat pada pukul 15.00 WIB (08.00 UTC). Meskipun demikian, penerbangan sempat ditunda dan pesawat baru lepas landas pukul 14.14 WIB.[14]

Menurut AirNav Radarbox, pesawat mengalami penurunan ketinggian yang cepat selama fase pendakian dari 10.900 kaki menjadi 7.650 kaki pada pukul 14.40 WIB (07.40 UTC).[7] Flightradar24 melaporkan bahwa empat menit setelah lepas landas, pesawat turun 10 ribu kaki dalam satu menit.[15] Kontak terakhirnya dengan pemandu lalu lintas udara adalah pada pukul 14.40 WIB. Pesawat dilaporkan menukik ke Laut Jawa.[7]

Pencarian dan penyelamatan

Rekaman dari lokasi pencarian
Rekaman dari KOPASKA menunjukkan upaya pencarian sisa-sisa pesawat Sriwijaya Air Penerbangan 182.
Rekaman lain dari KOPASKA yang menunjukkan puing-puing pesawat di dasar laut.

Laporan pertama kecelakaan pesawat di Kepulauan Seribu dilaporkan pada pukul 14.30 WIB, ketika seorang nelayan melaporkan bahwa sebuah pesawat jatuh dan meledak di laut.[16] Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyebut pesawat jatuh di Pulau Laki.[17] Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan segera mengerahkan personel ke lokasi jatuhnya pesawat, sedangkan Polri mendirikan pusat krisis di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.[18][19] Kementerian Perhubungan membuka pusat krisis di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.[20]

9 Januari 2021

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Bagus Puruhito, melaporkan puing ditemukan 11 mil laut (20 km) dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.[21] Personel dari kapal Kementerian Perhubungan melaporkan penemuan bagian tubuh, serpihan pakaian, barang elektronik, serta puing-puing di perairan Kepulauan Seribu. Bahan bakar pesawat juga dilaporkan di sekitar lokasi.[22] Perairan di dekat tempat kecelakaan diperkirakan memiliki kedalaman 15 hingga 16 meter.[23]

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaporkan bahwa mereka mengirimkan kapal MV Baruna Jaya untuk membantu operasi pencarian. Kapal tersebut sebelumnya pernah digunakan untuk beberapa operasi pencarian dan penyelamatan kecelakaan pesawat di Indonesia, termasuk kecelakaan Lion Air Penerbangan 610 dan Indonesia AirAsia Penerbangan 8501.[24] Sementara itu, TNI Angkatan Laut mengerahkan tujuh kapal, dua Sea Rider, dua kapal tunda, dan para penyelam dari Koarmada I dan Lantamal III menuju lokasi jatuhnya pesawat untuk membantu proses pencarian bangkai pesawat.[25]

BASARNAS belum menemukan sinyal dari pemancar Emergency Locator Transmitter pada pesawat yang jatuh.[26] Mereka tetap melanjutkan pencarian pada malam hari untuk menemukan lokasi pasti jatuhnya pesawat.[27] Setelah titik jatuh pesawat diketahui, KNKT kemudian melakukan pengamatan kondisi laut di lokasi tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya.[28]

Palang Merah Indonesia menugaskan 50 relawan dan menyiapkan sekitar 100 kantong jenazah untuk korban kecelakaan.[29] Dilakukan pula pengambilan sampel DNA dan informasi ante mortem dari keluarga korban supaya nantinya dapat segera dianalisis oleh tim Disaster Victims Identification di Rumah Sakit Kramat Jati.[30] Biaya akomodasi untuk keluarga korban ditanggung oleh Sriwijaya Air.[31]

Pada sabtu malam, personel pencarian menemukan seluncur darurat pesawat di perairan dekat Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.[32] Personel pencarian juga terus menemukan puing-puing kecil pesawat di sekitar titik jatuhnya pesawat. BASARNAS menyatakan bahwa kendala yang dialami oleh tim pencari adalah rendahnya visibilitas di lokasi pencarian.[33]

10 Januari 2021

Pada 10 Januari 2021, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Panglima TNI Hadi Tjahtanto mengawasi jalannya pencarian dari atas KRI John Lie 358.[34] Pada hari itu, Hadi Tjahtanto mengumumkan bahwa TNI berhasil mendeteksi sinyal keberadaan pesawat.[35] TNI Angkatan Laut juga mengumumkan koordinat titik jatuhnya pesawat.[36] Komando Pasukan Katak (Kopaska) akan menerjunkan empat tim penyelam,[37] sementara TNI Angkatan Laut akan mengerahkan 150 personel dan helikopter menuju lokasi pencarian.[38] Pihak kepolisian turut membantu pencarian dengan mengirimkan 4 helikopter, 8 perahu, dan 50 penyelam menuju lokasi pencarian. Sebuah pesawat yang dilengkapi dengan perangkat Vinger Locater, pelacak kotak hitam pesawat, juga dikerahkan ke lokasi. Total terdapat 192 personel dari kepolisian yang membantu operasi pencarian.[39] Hingga 10 Januari, lebih dari sepuluh kapal telah ditugaskan untuk mencari pesawat yang jatuh.[40]

Pukul 03.00 WIB, tim penyelam dari Kopaska mulai menyelam di laut untuk mencari puing-puing pesawat.[41] Pukul 08:00 WIB, polisi mulai menerima kantong jenazah berisi bagian tubuh untuk dikirim menuju Rumah Sakit Kramat Jati. Selain bagian tubuh, tim pencarian juga menemukan jaket pelampung dari pesawat yang jatuh.[41] Pada siang harinya, kantong-kantong jenazah berisi bagian tubuh dan puing pesawat terus ditemukan dan dibawa dari lokasi pencarian.[42] Tim pencarian juga berhasil menemukan puing dari badan, velg roda, sistem hidraulik, nomor kursi, dan nomor registrasi pesawat Boeing 737 yang jatuh.[43] Sebagian besar puing ditemukan pada kedalaman 17-23 meter di bawah permukaan laut.[44]

TNI Angkatan Laut mengumumkan bahwa mereka menggunakan tiga metode yang berbeda dalam operasi pencarian ini.[45] Mereka kemudian melaporkan bahwa menurut pengamatan kontras air laut, beberapa puing terdeteksi berada dekat Pulau Laju Selatan. Kontras air laut juga menunjukkan bukti kuat tentang keberadaan bahan bakar pesawat di lokasi.[46] Fokus TNI saat ini adalah mencari badan utama pesawat.[47]

Hingga minggu malam, BASARNAS telah mengumpulkan setidaknya 16 puing besar pesawat, termasuk sebuah turbin mesin, dari lokasi pencarian. Setidaknya 10 bagian tubuh juga telah ditemukan. BASARNAS kemudian melaporkan bahwa KRI Rigel telah mendeteksi sinyal yang diduga berasal dari kotak hitam.[48] Dua sinyal "ping" yang terdeteksi berjarak 200 meter antara satu dengan yang lain.[49] Pada hari yang sama, KNKT mengonfirmasi bahwa beberapa puing telah teridentifikasi, termasuk puing dari pintu pesawat, GPWS, radio altimeter, dan bagian dari ekor pesawat.[50]

11 Januari

Pada tanggal 11 Januari, BASARNAS menyatakan bahwa fokus utama operasi pencarian dan penyelamatan telah bergeser untuk mengambil perekam penerbangan pesawat dari dasar laut.[51] Kedua perekam penerbangan tersebut diduga terkubur di bawah reruntuhan pesawat dan beberapa lumpur.[52] BMKG meramalkan bahwa cuaca di pagi hari akan cukup baik untuk pencarian dan operasi dilanjutkan, namun diperkirakan akan memburuk nanti pada sore dan malam hari, dengan kecepatan angin diperkirakan 8-15 knot ke barat daya.[53][54]

Pada 11 Januari, sekitar 2.600 personel terlibat dalam operasi pencarian, dengan lebih dari 50 kapal dan 13 pesawat sedang mencari reruntuhan.[55][56] Hujan badai yang deras menghambat pekerjaan penyelam.[57] Tim menggunakan "Metode Segitiga" (area pencarian dipersempit menjadi segitiga). Empat kapal kelas Garuda Jaya yang dilengkapi dengan alat khusus untuk memudahkan pencarian, rencananya akan digunakan keesokan harinya bila perlu.[58] Area pencarian juga diperlebar. Sementara itu, BASARNAS menemukan tambahan 27 jasad manusia, yang dipastikan berasal dari korban penerbangan.

Setidaknya 40 sampel DNA telah diambil oleh Unit Identifikasi Korban Bencana.[59]

Identifikasi pertama bagian tubuh dilakukan oleh polisi menggunakan Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia (INAFIS).[60] Pada penghujung hari, total 74 bagian tubuh telah ditemukan dari lokasi kecelakaan.[61] BASARNAS mengumumkan bahwa ROV akan dikerahkan ke lokasi kecelakaan untuk mencari perekam penerbangan Penerbangan 182.[62]

Investigasi

Personel dari KNKT, dibantu oleh BASARNAS, akan mulai mencari rekaman penerbangan pada 10 Januari 2021.[63]

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, melaporkan bahwa pesawat sempat mengalami sebuah kondisi tidak normal selama penerbangan. Pesawat tersebut meninggalkan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sesuai prosedur. Pesawat kemudian diizinkan untuk terbang pada ketinggian 29,000 ft. Selama fase pendakian, jalur Penerbangan 182 melenceng menuju arah barat laut. Pemandu lalu lintas udara kemudian menanyakan kondisi tersebut kepada para awak, tetapi pesawat tersebut hilang dari pantauan radar beberapa detik kemudian.[64][65]

Direktur utama Sriwijaya Air, Jefferson Irwin Jauwena, menyatakan bahwa pesawat yang terlibat berstatus laik terbang, meskipun usianya cukup tua.[66] Ia juga menyatakan bahwa penundaan selama 30 menit yang terjadi pada penerbangan tersebut disebabkan oleh cuaca buruk, khususnya hujan lebat, dan bukan kerusakan mekanis. Menanggapi hal tersebut, KNKT menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca di wilayah Jakarta.[67]

Cuaca

Analisis yang dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menunjukkan bahwa tidak terjadi cuaca ekstrem di lokasi jatuhnya pesawat saat terjadinya kecelakaan. Citra satelit yang dirilis oleh LAPAN juga tidak menunjukkan adanya kondisi cuaca yang tidak normal. LAPAN menyatakan bahwa sebuah sistem skala meso telah terbentuk di Laut Jawa sejak pukul 11:00 WIB. Meskipun demikian, sistem tersebut telah pecah saat Penerbangan 182 tinggal landas.[68]

Sementara itu, data cuaca dari BMKG mengonfirmasi adanya presipitasi sedang hingga lebat disertai petir. Data tersebut juga menunjukkan adanya awan kumulonimbus di ketinggian 15 km di sekitar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Visibilitas dilaporkan sejauh 2 km.[69]

Reaksi

Sejumlah ucapan belasungkawa disampaikan oleh beberapa perwakilan negara, seperti Singapura,[70] Malaysia,[71] Rusia,[72] Arab Saudi,[73] Uni Emirat Arab,[74] Turki,[75] Bahrain,[76] Yordania,[77] India,[78] Inggris,[79] Iran,[80] Pakistan,[81] Palestina,[82] Mesir,[83] Vietnam,[84] Kazakhstan,[85] Thailand,[86] Tiongkok,[87] Korea Selatan,[88] Ukraina,[89] Kanada,[90] Siprus,[91] Kroasia,[92] Polandia,[93] dan beberapa negara lainnya.[94]

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Ramadhan, Ardito (9 Januari 2021). "Basarnas: Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak di Antara Pulau Laki dan Pulau Lancang". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  2. ^ a b antaranews.com (2021-01-09). "Sriwijaya Air SJ 182 bawa 50 penumpang dan 12 awak kabin". Antara News. Diakses tanggal 2021-01-09. 
  3. ^ a b "Menhub: Sriwijaya Angkut 62 Orang, 50 Penumpang dan 12 Kru". CNN Indonesia. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  4. ^ Ramdhani, Jabbar (9 Januari 2021). "Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  5. ^ "Menhub Pastikan Sriwijaya Air SJY-182 Jatuh di Dekat Pulau Laki". Detik. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  6. ^ "Sriwijaya Air flight #SJ182 lost more than 10.000 feet of altitude in less than one minute, about 4 minutes after departure from Jakarta". Flightradar24. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  7. ^ a b c d AIRLIVE (2021-01-09). "BREAKING Sriwijaya Air SJ182 Boeing 737 menghilang dari radar setelah lepas landas". AIRLIVE (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-09. 
  8. ^ "PK-CLC Sriwijaya Air Boeing 737-524 (WL)". www.planespotters.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-09. 
  9. ^ "PK-CLC Sriwijaya Air Boeing 737-524(WL)". Planespotters.net. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  10. ^ Liputan6.com (2021-01-09). "Manifest Sriwijaya Air SJ-182: 50 Penumpang, 6 Kru Aktif dan 6 Ekstra Kru". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  11. ^ "Kader Hanura Turut Jadi Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak". Berita Satu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  12. ^ Media, Kompas Cyber. "Pilot Sriwijaya Air yang Hilang Kontak Merupakan Mantan Penerbang TNI AU". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  13. ^ "Pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang Hilang Kontak Berasal dari Sungai Jambu Tanah Datar". Padangkita.com. 2021-01-10. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  14. ^ "Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jakarta-Pontianak Hilang Kontak Berisi 56 Penumpang". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-09. 
  15. ^ "FlightRadar24: Pesawat Sriwijaya Air Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepas Landas". detiknews. 9 Januari 2021. 
  16. ^ "Bupati soal Sriwijaya Air Hilang Kontak : Infonya Ada Pesawat Jatuh dan Meledak". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  17. ^ Nafi'an, Muhammad Ilman (9 Januari 2021). "Bupati soal Sriwijaya Air Hilang Kontak: Infonya Ada Pesawat Jatuh dan Meledak". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  18. ^ "Basarnas Cari Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak di Kepulauan Seribu". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  19. ^ "Sriwijaya Air Hilang Kontak, Polisi Siapkan Posko Kemanusiaan di JICT II". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  20. ^ "Sriwijaya Air SJ182 Hilang Kontak, Kemenhub Buka Posko di Bandara Soekarno-Hatta". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  21. ^ Velarosdela, Rindi Nuris. "Sriwijaya Air SJ 182 Hilang Kontak Pukul 14.55, Basarnas: Lokasinya 11 Mil dari Bandara Soetta". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  22. ^ "Bagian Tubuh Manusia Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  23. ^ "Crash: Sriwijaya B735 at Jakarta on Jan 9th 2021, lost height and impacted Java Sea". The Aviation Herald. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  24. ^ "Kapal Khusus Baruna Jaya Disiapkan Cari Sriwijaya Air SJ182". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  25. ^ Indonesia, C. N. N. "TNI AL Kerahkan KRI Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Jatuh". nasional. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  26. ^ "Basarnas : Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Tidak Pancarkan Sinyal ELT Saat Hilang Kontak". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  27. ^ "Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Basarnas Fokus Cari Lokasi Pastinya". Suara. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  28. ^ "KNKT : Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Diketahui". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  29. ^ "PMI Siapkan 100 Kantong Jenazah Untuk Korban Sriwijaya Air SJ 182". Liputan6. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  30. ^ "Keluarga Penumpang Sriwijaya Air Diharap Bawa Data Antemortem ke Posko DVI". Detik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  31. ^ "Sriwijaya Air Sediakan Penginapan Untuk Keluarga Penumpang Pesawat SJY 182". Suara. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  32. ^ "Benda Diduga Seluncur Darurat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh Ditemukan". Detik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  33. ^ "Basarnas: Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 yang Diduga Jatuh Terhalang Visibilitas". Liputan6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  34. ^ "Naik KRI John Lie, Menhub-Panglima Cek Titik Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air". Detik. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  35. ^ "Panglima TNI: Sinyal Diduga dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan". Detik. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  36. ^ "TNI AL Temukan Titik Koordinat Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182". Detik. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  37. ^ "Kopaska Bagi 4 Tim Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh". Detik. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  38. ^ "Ikut Cari Sriwijaya Air SJ182, TNI AU Terjunkan 150 Personel dan Heli Super Puma". Liputan6. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  39. ^ "8 Kapal dan 4 Helikopter Polri Dikerahkan Bantu Cari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182". Kompas. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  40. ^ "Indonesia Boeing 737 passenger plane crash site found, navy says". BBC News (dalam bahasa Inggris). 2021-01-10. Diakses tanggal 2021-01-10. 
  41. ^ a b "Kronologi & Update Terkini Pencarian Sriwijaya Air SJ 182". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-10. 
  42. ^ "Polisi Sebut 2 Kantong Diduga Berisi Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air Ada di RS Polri". Liputan6. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  43. ^ "Tim SAR Temukan Serpihan Mesin dan Hidrolik Kabin Pesawat Sriwijaya Air". Kompas. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  44. ^ "Velg Roda Pesawat Diduga Bagian Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan". Liputan6. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  45. ^ "Basarnas Gunakan 3 Metode Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ182". Liputan6. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  46. ^ "Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, TNI AU Temukan Barang yang Mencurigakan". Pikiran Rakyat. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  47. ^ "TNI AU Mulai Cari Potongan Besar Pesawat Sriwijaya Air SJ182". Detik. Diakses tanggal 10 Januari 2020. 
  48. ^ "Basarnas Kumpulkan 16 Potongan Besar Badan Pesawat Sriwijaya Air SJ182". Detik News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  49. ^ "Dua Sinyal Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan, Hanya Terpaut 200 Meter". Tempo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  50. ^ "KNKT Ungkap Komponen Sriwijaya Air SJ182 yang Sudah Diidentifikasi". Detik News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  51. ^ "UPDATE Evakuasi Sriwijaya Air SJ-182, Hari Ini Tim Penyelamatan Fokus Pengangkatan Kotak Hitam". Tribun News. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  52. ^ "Pencarian Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ 182 Masih Dilakukan, Diduga Tertimbun Puing-puing Pesawat". Kompas. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  53. ^ "Hujan dan Gelombang 1,3 Meter Diprediksi Warnai Evakuasi Sriwijaya Air SJ182 Hari Ini". iNews. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  54. ^ "Pencarian Korban Sriwijaya Air Berlanjut, BMKG Prediksi Cuaca Cerah-Berawan". Detik. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  55. ^ "Sriwijaya Air crash: Indonesia divers search wreckage as black box hunt resumes". 11 January 2021 – via www.bbc.com. 
  56. ^ Amirullah (2021-01-11). "Hujan Badai Warnai Pencarian Black Box Sriwijaya Air SJ182". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-11. 
  57. ^ Media, Kompas Cyber. "Cari Black Box Sriwijaya Air SJ 182, KNKT Gunakan Metode Triangle dan Kerahkan 4 KLM Garuda Jaya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-01-11. 
  58. ^ Media, Kompas Cyber. "Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Hari Ketiga, Sudah 45 Kantong Jenazah Dievakuasi Basarnas". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-01-11. 
  59. ^ "Tim DVI Dapatkan 40 Sampel DNA untuk Identifikasi Korban Sriwijaya Air Jatuh". Detik. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  60. ^ "Pramugara Ocky Bisma Pertama Diidentifikasi Tim DVI, Jasad Tak Utuh Tinggal Lengan Kanan". indozone.id. 11 January 2021. 
  61. ^ "Update Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182: Total 74 Kantong Berisi Bagian Tubuh Korban Didaratkan". Liputan6. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  62. ^ "Robot Diturunkan Cari Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182". Medcom. Diakses tanggal 12 January 2020. 
  63. ^ "Minggu, KNKT Cari Black Box Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  64. ^ "Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Sempat Keluar Jalur Menuju Arah Barat Laut". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  65. ^ "Begini Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182: Sempat Lost Contact". Detik. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  66. ^ "Direktur Utama: Sriwijaya Air SJ182 Laik Terbang". Medcom. Diakses tanggal 9 Januari 2020. 
  67. ^ "Direktur Utama: Sriwijaya Air SJ182 Laik Terbang". Medcom. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Januari 2021. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  68. ^ "LAPAN: Tak Ada Awan Ekstrem Saat Sriwijaya Air Hilang Kontak". Tempo. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  69. ^ "Seperti Apa Kondisi Cuaca Saat Sriwijaya SJ182 Air Jatuh?". Detik News. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  70. ^ Okezone (2021-01-11). "Sampaikan Belasungkawa, Singapura Nyatakan Siap Bantu Pencarian Sriwijaya Air SJ-182 : Okezone News". https://news.okezone.com/.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  71. ^ Yulianingsih, Tanti (10 Januari 2021). "Menlu Malaysia: Turut Berdukacita Atas Tragedi Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh". Liputan6. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  72. ^ "Putin offers condolences to Indonesian President following jet crash - Kremlin". TASS. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  73. ^ "Raja Salman dan Putra Mahkota Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Sriwijaya Air". Tempo. 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  74. ^ "UAE Offers Condolences to Indonesia over Victims of Plane Crash". www.mofaic.gov.ae. 
  75. ^ Kazanci, Handan (9 Januari 2021). "Turkey extends condolences over Indonesia plane crash". Anadolu Agency. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  76. ^ "Bahrain condoles with Indonesia over the plane crash victims". Bahrain News Agency. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  77. ^ "Jordan expresses condolences over victims of Indonesia plane crash". MENAFN. 9 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  78. ^ "PM Modi extends condolences to families of Indonesian plane crash victims". The Times of India. 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  79. ^ developer, medcom id (2021-01-11). "Menlu Inggris Berduka atas Jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182". medcom.id. 
  80. ^ "Menlu Iran Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Sriwijaya Air". m.mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2021-01-12. 
  81. ^ "Pakistan expresses condolences over loss of lives in Indonesian plane crash". The Nation (Pakistan). 10 Januari 2021. Diakses tanggal 10 Januari 2021. 
  82. ^ Pizaro Gozali Idrus. "Masyarakat Palestina gelar salat gaib bagi korban kecelakaan Sriwijaya Air". AA - Anadolu Agency. 
  83. ^ "StackPath | Egypt expresses condolences for victims of Indonesian plane crash". dailynewsegypt.com. 
  84. ^ Times, Vietnam (2021-01-11). "Vietnam sends condolences to Indonesia over plane crash". Vietnam Times (dalam bahasa Inggris). 
  85. ^ Liputan6.com (2021-01-10). "Presiden Kazakhstan Berduka atas Kecelakaan Pesawat Jatuh Sriwijaya Air SJ182". liputan6.com. 
  86. ^ "Messages of condolences from the Prime Minister and Deputy Prime Minister/ Minister of Foreign Affairs following the incidents regarding Sriwijaya Air Boeing 737-500 and the landslides in West Java on 9 January 2021". กระทรวงการต่างประเทศ. 
  87. ^ Christiastuti, Novi. "Presiden China Terkejut dan Berduka Atas Jatuhnya Sriwijaya Air". detiknews. Diakses tanggal 2021-01-12. 
  88. ^ Liputan6.com (2021-01-11). "Korsel Bantu Pencarian Puing Sriwijaya Air SJ182, Kirim Kapal Pendeteksi Bawah Laut". liputan6.com. 
  89. ^ "Ukraine expresses condolences over Sriwijaya Air flight SJ182 crash". www.ukrinform.net (dalam bahasa Inggris). 
  90. ^ "Justin Trudeau expresses sorrow over Indonesia Sriwijaya Air Flight 182 crash". Cult MTL. 2021-01-11. Diakses tanggal 2021-01-11. 
  91. ^ "Nicosia sends deep condolences to Indonesia over Sriwijaya Air plane crash". in-cyprus.philenews.com (dalam bahasa Inggris). 
  92. ^ "Croatia PM extends condolences to Indonesia president | Croatia Week". Croatia Week | Croatian news portal in English (dalam bahasa Inggris). 2021-01-11. 
  93. ^ "Polish president sends condolences to Indonesia" (dalam bahasa Inggris). 
  94. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejumlah Negara Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-01-12.