Buka menu utama

KRI John Lie (358) adalah sebuah Kapal Perang Republik Indonesia. Sebagai mana Korvet kelas Bung Tomo lainnya, kapal ini merupakan kapal perang yang dibuat untuk Angkatan Laut Brunei dengan nama KDB Nakhoda Ragam. Nama kapal ini diambil dari seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia, yaitu Laksamana Muda TNI (Purn) John Lie yang pernah terlibat dalam perang mempertahankan kemerdekaan RI

KRI John Lie 358.jpg
KRI John Lie (358) dengan KRI Usman-Harun di latar belakang
Karier (Indonesia)  Angkatan Laut Indonesia
Nama: KRI John Lie (358)
Pembangun: BAE Systems Marine
Diluncurkan: 13 Januari 2001[1]
Ditugaskan: 18 Juli 2014[2]
Identifikasi: 358
Status: Masih bertugas
Ciri-ciri umum
Jenis: F2000 Korvet
Berat benaman: 1,940 ton
Panjang: 89,9 m (295 ft) LWL, 95 m (312 ft) LOA
Lebar: 12,8 m (42 ft)
Daya muat: 3,6 m (12 ft)
Pendorong:
Kecepatan: 30 knot (56 km/h)[3]
Jangkauan: 5000 mil laut (9000 km) at 12 knot (22 km/h)[4]
Awak kapal: 79 (ruangan dapat ditambah untuk 24 orang)
Sensor dan
sistem pemroses:
  • Ultra Electronics/Radamec Series 2500 electro-optic weapons director.
  • Thales Underwater Systems TMS 4130C1 hull-mounted sonar.
  • BAE Systems Insyte AWS-9 3D E- and F-band air and surface radar.
  • BAE Insyte 1802SW I/J-band radar trackers.
  • Kelvin Hughes Type 1007 navigation radar.
  • Thales Nederland Scout radar for surface search.[4]
  • Thales Sensors Cutlass 242 countermeasure .[4]
Senjata:
  • 1 x Oto Melara 76mm gun.
  • 2 x MSI Defence DS 30B REMSIG 30mm guns
  • 16 VLS for MBDA (BAE Systems) MICA surface-to-air missile launcher.
  • 2 x 4 Quad MBDA (Aerospatiale) Exocet MM40 Block II missile launchers.
  • 2 x triple BAE Systems 324mm torpedo tubes.
  • Pesawat yang
    diangkut:
    1 x S-70B Seahawk
    Fasilitas penerbangan: Flightdeck, tanpa hangar


    PersenjataanSunting

    Kesenjataan canggih melengkapi kedua KRI ini serta didukung oleh Platform System yang baik, di antaranya, Radar Navigasi, Radar Surveillance untuk mendukung pengamatan udara serta Radar Tracker Senjata untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran Meriam 76 mm Otomelara Super Rapid Gun (OSRG) dan 30 mm di lambung kanan dan kiri kapal yang dapat berperan sebagai CIWS (Close in Weapon System) jika ada bahaya udara mengancam kapal tersebut. Kelengkapan system sensor senjata juga dilengkapi dengan EOTs (Electro Optical Tracker System) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual oleh camera video yang ada. Sebagai kapal frigate, kedua kapal perang ini juga dilengkapi sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air yaitu sonar.

    Propulsion system maupun pesawat-pesawat bantu yang ada di kapal tersebut dikontrol secara computerisasi oleh IPMS (Integrated ang cukup Platform Manajemen System) sehingga jika ada kerusakan/failure pada salah satu system kapal akan terdeteksi secara dini. Secara rinci kapal perang tipe F2000 Corvette ini memiliki 1 meriam Oto Melara 76 mm, 2 meriam MSI Defence DS 30B REMSIG 30 mm, dan peluncur tripel torpedo BAE System 324 mm untuk perang atas air dan bawah air. Selain itu, dilengkapi pula dengan 16 tabung peluncur peluru kendali permukaan-ke- udara VLS MBDA MICA (BAE System), 2 set 4 tabung peluncur peluru kendali MBDA (Aerospatiale) MM-40 Block II Exocet. Dua sistem arsenal inilah yang cukup mengganggu pertahanan musuh, baik dari udara ataupun permukaan laut.

    Kapal perang ini memiliki panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, dengan berat 2.300 ton. Dengan kemampuan mesin 4 x MAN 20 RK270 Diesel, kapal ini memiliki kecepatan 30 knot. Kapal terbaru yang nantinya masuk jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim ini, dilengkapi dengan Radar dan Avionik Sonar: FMS 21/3 Hull Mounted Sonar buatan Thales, Prancis.

    ReferensiSunting

    1. ^ http://www.clydesite.co.uk/clydebuilt/viewship.asp?id=1648
    2. ^ Ridzwan Rahmat (23 July 2014). "Indonesia commissions first two of three Bung Tomo-class corvettes". www.janes.com. Jane's Information Group. Diakses tanggal 25 July 2014. 
    3. ^ "Ruston's RK270 Engines Power Offshore Patrol Vessels". Maritime News. 2001-10-01. Diakses tanggal 2009-02-28. 
    4. ^ a b c "Nakhoda Ragam Class Offshore Patrol Vessels, Brunei". Naval Technology. Diakses tanggal 2009-02-28.