Serigala Terakhir

film Indonesia

Serigala Terakhir adalah film drama kriminal Indonesia yang dirilis pada tahun 2009. Film yang disutradarai oleh Upi Avianto ini dibintangi oleh Vino G. Bastian, Al Fathir Muchtar, Reza Pahlevi, Abimana Aryasatya, Dion Wiyoko, Dallas Pratama, Ali Syakieb, Fanny Fabriana, Zaneta Georgina, George Rudy, August Melasz dan Ully Artha.

Serigala Terakhir
Poster-serigala-terakhir.jpg
SutradaraUpi Avianto
ProduserAdiyanto Sumarjono
Penulis skenarioUpi Avianto
PemeranVino G. Bastian
Al Fathir Muchtar
Reza Pahlevi
Abimana Aryasatya
Dion Wiyoko
Dallas Pratama
Ali Syakieb
Fanny Fabriana
Zaneta Georgina
George Rudy
August Melasz
Ully Artha
Penata musikDian HP
SinematograferIcal Tanjung
PenyuntingWawan I. Wibowo
Perusahaan
produksi
DistributorIFI Sinema
Tanggal rilis
5 November 2009
Durasi110 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

PlotSunting

Di sebuah pinggiran kota Jakarta, terdapat sekelompok remaja laki-laki yang tumbuh dan menjalin persahabatan yang sangat kuat. Mereka adalah Ale (Al Fathir Muchtar), Jarot (Vino G. Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Sadat (Ali Syakieb) dan Jago (Dallas Pratama). Ale adalah sosok yang paling menonjol di antara mereka berlima. Jiwa kepemimpinannya sangat kentara sekali. Sementara Jarot adalah sosok yang paling tidak banyak berbicara dan tertutup.

Suatu hari, ada pertandingan sepak bola antara kelompok Ale dan kelompok saingan. Setelah pertandingan, muncul insiden perkelahian. Salah satu anggota saingan berencana menusuk Ale, tetapi Jarot berhasil menggagalkan rencana itu dengan memukul kepala si penyerang dengan batu, membuat sang penyerang itu mati hingga Jarot ditangkap. Kelompok Ale, orang tua Jarot serta adiknya, Yani (Zaneta Georgina), sangat terkejut, tetapi kelompok Ale masih melakukan rutinitas mereka. Fatir (Reza Pahlevi), pemuda berkebutuhan khusus yang kesepian, ingin menjadi anggota kelompok Ale, tetapi ia ditolak dan dihina oleh mereka. Pulang ke rumah, Fatir melihat neneknya sudah mati, sehingga dirinya yang sudah sebatang kara akhirnya beranjak pergi meninggalkan perkampungan kumuh itu.

Sementara itu, di penjara, Jarot kerap mendapatkan penindasan dan penyiksaan oleh narapidana lain. Selama jam berkunjung, ia cemburu kepada narapidana lain yang dikunjungi oleh keluarga mereka. Jarot merindukan teman-temannya. Setelah itu, ia bertarung kembali melawan narapidana lain yang mengganggunya.

Ketika keluar dari penjara, Jarot bertemu Fatir. Fatir membawa Jarot ke markas besar geng narkoba, Naga Hitam (Black Dragon). Jarot ditawarkan untuk menjadi anggota geng oleh pemimpin mereka (George Rudy), di mana Jarot menerimanya. Jarot dan Fatir ditugaskan untuk melindungi distribusi obat di daerah rumahnya yang kumuh. Mereka harus berurusan dengan kelompok Ale. Jarot kemudian datang kembali ke rumah untuk melihat keluarganya dan Aisyah (Fanny Fabriana). Ia mengungkapkan cintanya. Setelah itu, adik Lukman meninggal karena overdosis. Untuk membalas dendam, Lukman berencana untuk membunuh Jarot, tetapi ia ditembak oleh Fatir. Sadat dan Jago sangat marah, lalu mereka berencana memperkosa Yani. Jarot yang marah membalas dendam mereka berdua dengan menyiksanya sampai mati.

Ale mengetahui bahwa Aisyah jatuh cinta dengan Jarot sehingga ia mengunci Aisyah di kamarnya, tetapi Aisyah berhasil melarikan diri dan bertemu dengan Jarot di atap, memintanya untuk tinggal bersamanya, tetapi Jarot menolak. Setelah pertemuan tersebut, Aisyah didorong dari atap oleh Fatir dan tewas seketika. Jarot menganggapnya bunuh diri, sementara Ale mencurigai Jarot.

Jarot menghubungi Ale untuk menemuinya. Mereka berdua bertarung dan Ale mengeluarkan pistolnya. Di tengah kemelut pertarungan antara Jarot dan Ale, terdengar bunyi pistol. Ternyata Ale tertembak dan mati karena lukanya. Saat Jarot berjalan meninggalkan Ale yang tewas, ia ditembak dua kali oleh Fatir. Film ini ditutup dengan adegan yang menunjukkan bahwa Fatir sebagai sang serigala terakhir karena Fatir adalah pembunuh yang terakhir dan meninggalkan daerah kumuh dengan tujuan untuk membalas dendam kepada kelompok Ale yang telah mencampakkannya. Adegan ditutup dengan adik Ale, Bara (Agung Surya Putra), yang mengambil pistol milik Ale yang menandakan bahwa ia telah mengambil kekuasaan Ale.

PemeranSunting

PenghargaanSunting

Penghargaan Tanggal Kategori Penerima Hasil Ref.
Festival Film Indonesia 16 Desember 2009 Pemeran Utama Pria Terbaik Vino G. Bastian Nominasi [1]
[2]
Pengarah Sinematografi Terbaik Ical Tanjung Nominasi
Pengarah Artistik Terbaik Iqbal Marjono Nominasi
Penata Suara Terbaik Trisno dan H. Santoso Nominasi
Festival Film Bandung 23 April 2010 Sutradara Terpuji Upi Avianto Menang [3]
[4]
[5]
Pemeran Utama Pria Terpuji Vino G. Bastian Nominasi
Indonesian Movie Awards 7 Mei 2010 Aktris Pendukung Terbaik Fanny Fabriana Nominasi [6]
[7]
Pasangan Terbaik Vino G. Bastian dan Reza Pahlevi Menang
Pasangan Terfavorit Vino G. Bastian dan Reza Pahlevi Menang

ReferensiSunting

  1. ^ "Panitia FFI 2009 Umumkan Nominasi Film Terbaik". Antara. 6 Desember 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-12-08. Diakses tanggal 12 Desember 2009. 
  2. ^ "Pengumuman Nominasi FFI2009". Komite Festival Film Indonesia. 10 Desember 2009. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-12-14. Diakses tanggal 15 Desember 2009. 
  3. ^ "Inilah Nominasi Festival Film Bandung 2010". Tempo. 1 April 2010. Diakses tanggal 14 November 2020. 
  4. ^ "Berikut Daftar Nonminasi Terpuji Festival Film Bandung". Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. 1 April 2010. Diakses tanggal 14 November 2020. 
  5. ^ "Pemenang Festival Film Bandung 2010". KapanLagi.com. 23 April 2010. Diakses tanggal 14 November 2020. 
  6. ^ "Nominasi Indonesian Movie Award". arsipanberita.blogspot.com. 17 April 2010. Diakses tanggal 14 November 2020. 
  7. ^ "Daftar Pemenang Indonesian Movie Awards 2010". Cumicumi.com. 6 Mei 2010. Diakses tanggal 14 November 2020. 

Pranala luarSunting