Raj'ah (bahasa Arab: الرجعة, translit. al-raj'ah, har. 'pulang, kembali'‎) adalah salah satu terminologi keagamaan Syi'ah, yang mempercayai akan kembalinya imam keduabelas, yaitu Muhammad al-Mahdi (Muhammad bin Hasan), di masa depan sebagai Imam Mahdi.[1][2] Syi'ah Itsna Asy'ariyyah (Dua Belas Imam) mempercayai bahwa Muhammad al-Mahdi sedang dalam keadaan tersembunyi yang lama (al-ghaibah al-kubra) sejak 874 H atau 941 M, dan akan kembali pada suatu masa sebelum tibanya hari kiamat.[1][2] Syi'ah Itsna Asy'ariyah mempercayai ajaran ini sebagai bagian ortodoks dari keimanan mereka.[1][2]

Sunni pada umumnya mempercayai Imam Mahdi sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad, namun bukan Muhammad al-Mahdi yang datang kembali di masa depan.[1][3] Selain itu, Sunni mempercayai bahwa Imam Mahdi yang akan datang bernama Muhammad bin Abdullah juga, berbeda dengan nama imam Syi'ah.[3]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d MacEoin, Denis (2009). The Messiah of Shiraz: Studies in Early and Middle Babism. BRILL. hlm. 16-17. ISBN 978-90-04-17035-3, 9004170359. 
  2. ^ a b c Daftary, Farhad (2012). Historical Dictionary of the Ismailis (dalam bahasa Inggris). Scarecrow Press. ISBN 9780810861640. 
  3. ^ a b Peters, Francis E.; Goldziher, Ignác; Hamori, Andras; Jūldtsīhar, Ijnās (1981). Introduction to Islamic Theology and Law (dalam bahasa Inggris). Princeton University Press. ISBN 0691100993.