Buka menu utama
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat yang akrab dipanggil Mbak Rerie (lahir di Surabaya, 30 November 1967, usia 51 tahun) adalah seorang politikus perempuan yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sejak 3 Oktober 2019 untuk periode 2019 - 2024. Sebelumnya ia adalah seorang eksekutif wanita dengan jabatan terakhir sebagai CEO Media Group dan Presiden Direktur Media Indonesia. Selain itu ia juga menjabat sebagai direksi dan komisaris di beberapa anak perusahaan Media Group antara lain Surya Energi Raya, CS Media Investment, Metro TV, Pangansari Utama dan beberapa perusahaan lainnya di bawah Media Group.

Di bidang sosial, Lestari Moerdijat menjabat sebagai Dewan Pembina Yayasan Sukma Bangsa yang mengelola beberapa sekolah unggulan di Bireuen, Pidie dan Lhokseumawe, Aceh. Lestari Moerdijat juga mendirikan Yayasan Dharma Bakti Lestari yang bergerak aktif melakukan kegiatan sosial di bidang kesehatan, pembinaan UMKM, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan kepemudaan. Rerie juga menjadi salah satu pendiri Partai NasDem dan sekaligus menjabat sebagai anggota Majelis Tinggi DPP Partai NasDem dan Korwil Partai NasDem Jateng-DIY. Selain itu, Rerie merupakan survivor kanker payudara karena pada tahun 2016 didiagnosa mengidap kanker payudara HER2 Positif.

KehidupanSunting

Lestari Moerdijat lahir di Surabaya, 30 November 1967. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya, dr. Tonny S. Moerdijat, SpOG merupakan seorang dokter spesialis ahli di bidang kandungan yang aktif memberikan penyuluhan dan pemeriksaan kanker serviks gratis dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

Rerie menghabiskan masa kecil hingga bangku SMA di Purwokerto bersama orang tuanya yang merupakan seorang dokter spesialis yang banyak bertugas di Purwokerto. Sejak di bangku sekolah, Rerie aktif  berorganisasi dan menjadi pengurus organisasi pelajar, organisasi mahasiswa dan juga pramuka. Rerie juga menjadi pengurus di organisasi profesi dan  memiliki pengalaman dalam organisasi keolahragaan.

Rerie menikah dengan Wawan Iriawan. Mereka dikaruniai 4 orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan.

PendidikanSunting

Pendidikan Formal
SD Santa Maria, Purwokerto 1975 – 1981
SMPN 1, Purwokerto 1981 – 1983
SMAN 1, Purwokerto 1983 – 1986  
Department of Archaeology, Faculty of Letters, University of Indonesia, Jakarta 1986 – 1992
Magister of Global Strategic Management Program, University of Pelita Harapan 2016 - 2018
Doctoral Program of Research in Management, University of Pelita Harapan Executive Education Program May 2015 – Sekarang


Pendidikan Eksekutif
Qualitative Research Method Classes in IAE Universite de Paris 1 Pantheon Sorbonne (Certificate) 13 – 19 April 2016
Quantitative Methods Classes in London School of Economics in

London (Certificate)

17 – 28 Agustus 2015
Presencing Institute Master Class Program by Presencing Institute

Based, Cambridge, Massachusetts, USA (Certificate)

27 Oktober 2009 – Juni 2012
IDEAS (Innovative Dynamic Education and Action for Sustainability)

  Leadership and Fellowship Program 2008/2009  – Program   

  Presented by The Massachusetts Institute of Technology (MIT)

   Sloan School of Management, in partnership with United in Diversity    Forum (UID) – Scholarship (Certificate)

2008 – 2009


Kursus dan Pelatihan
Public Relations Course, London School of Public Relations, Jakarta (Certificate) 1993 – 1994
Education & Training for Young Researchers of Indonesian

Archeology (Indonesian Field School of Archeology), scholarship

From Ford Foundation & The National Archeological Research Center

1991
Report and Writing Course – Intensive English Course, EF

International School of English, Cambridge – UK (Certificate)

1989

Karier dan PekerjaanSunting

Awal karier Rerie dimulai dari bekerja di Royalindo Expoduta sebagai Executive Production Assistant yang mana tidak satu jalur dengan pendidikan yang dia tempuh sebelumnya. Setelah itu Rerie memutuskan untuk mengambil pendidikan Public Relation di London School. Kursus di London School pada tahun 1993 ini mengantarkan Rerie berkenalan dengan teman-teman yang bekerja di Media Indonesia, termasuk sekretaris Surya Paloh. Kemudian, ia mendapat tawaran untuk mengisi salah satu bagian di Media Indonesia.

Pada 1993, Rerie bergabung ke Media Indonesia dan mendapat tanggung jawab di bagian departemen periklanan. Hal yang mendasari Rerie bergabung di Media Indonesia adalah karena ketertarikannya akan menulis sejak di bangku kuliah. Sebelumnya, ia bekerja paruh waktu sebagai Editor di Weekly News Magazine, yang merupakan kelompok majalah mingguan Tempo dan sebagai copywriter di Wahyu Promospirit.

Setelah bekerja beberapa tahun, bakat dan intuisi bisnisnya mencuri perhatian Surya Paloh. Pada tahun tersebut, Rerie diberi kesempatan untuk mengelola Indocater, perusahaan katering yang didirikan Surya Paloh pada 1978, yang merupakan bagian dari Media Group.

Awalnya Rerie berperan sebagai Business Development Manager di Indocater hingga menjabat sebagai President Commissioner pada 2010. Selama ia menjabat, Indocarter mendapatkan sertifikasi ISO 0991 2000 pada 2008. Kini, Indocater menjadi salah satu perusahaan katering terbesar di Indonesia yang memiliki klien yang sebagian besar dari perusahaan minyak, gas dan tambang.

Sejak keberhasilannya memimpin Indocater, Rerie mendapat banyak kesempatan dari Surya Paloh untuk memimpin beberapa perusahaan yang tergabung dalam Media Group. Mayoritas perusahaan yang dipimpinnya mengalami pertumbuhan bisnis yang pesat.

Jejak Karier
Media Group Deputy Chairman 2013 - present

CEO 2011 - September 2019

Executive Vice President Business & Development 2007 - 2011

Associate Director 1999 - 2007

PT Citra Media Nusa Purnama / HU. MEDIA INDONESIA President Director 2012 – July 2019

Executive Committee 2008 – 2012

President Director 2007 – 2008

Executive Committee  2006 – 2007

Assistant Chief Executive 1998 – 1999

Account Manager of Adv. Dept. 1997 – 1998

Supervisor Marketing of Adv. Dept.1993 – 1997

PT Masa Kini Mandiri / LAMPUNG POST President Director 2002 - 2008
PT Media Televisi Indonesia/Metro TV President Commisioner 2017 - now

Executive Committee 2016 – now

PT Indocater President Commissioner March 2009 – 2010

President Director 2005 – March 2009

Vice President 2003 – 2005

Marketing Direct 1998 – 2003

Business Dev. Manager 1996 – 1998

PT Cipta Inca Perdana Director 2003 – July 2019
PT. Pangansari Utama Food Resources President Commissioner 2010 – present
PT Pangansari Utama Commission 2015 - present

President Director 2009 – 2015

PT. Pangansari Utama Pattiserie Commissioner 2015 - 2016 

President Commissioners 2014 - 2015

President Director 2011 – 2014

PT. Daya Prima Lestari President Director 2011 – 2015
PT. Surya Energi Raya President Director 2007 – July 2019

Director 2005 – 2007

Media Group Foundation Chairman Board of Supervisory 2009 – present
PT Wahana Prima Mandiri (Kick Andy Enterprises) Director 2008 – 2012
Sukma Foundation Chairperson 2005 – present
PT Royalindo Expoduta Executive Production Assist 1992 – 1993
PT Wahyu Promospirit Editorial Team 1990 – 1991
Weekly News Magazine Editor 1988 – 1989    


Kegiatan SosialSunting

Lestari Moerdijat aktif bergerak dalam berbagai kegiatan sosial. Saat ini ia menjabat sebagai ketua Yayasan Sukma (Sekolah Sukma Bangsa Aceh), Dewan Pembina Yayasan Media Group, pengawas Yayasan Akademi Bela Negara Partai NasDem, dan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari, serta pengurus di beberapa organisasi sosial lainnya. Rerie juga tercatat sebagai founder organisasi Persatuan Philanthropy Indonesia.

Sebagai penyintas kanker, Rerie memberikan perhatian khusus pada kegiatan pencegahan kanker, khususnya kanker payudara, melalui berbagai organisasi yang sudah ada maupun pada gerakan yang dibinanya, seperti Sahabat Lestari dan ‘Millenials Goes Pink’.

Di samping itu, sejalan dengan latar belakang pendidikannya, yaitu sejarah dan budaya, melalui Yayasan Dharma Bakti Lestari ia ikut aktif memperjuangkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan wanita nasional dari Jepara serta ikut serta dalam berbagai kegiatan pelestarian batik asli Indonesia.

Rerie juga terlibat aktif dalam sejumlah misi kemanusiaan, khususnya yang dilakukan oleh Media Group. Pada 2004, bertugas sebagai koordinator penanganan bencana tsunami Aceh/Nias yang digagas oleh Media Group, yang kemudian meneruskan sebagai penanggung jawab program kemanusiaan lanjutannya di bawah Yayasan Sukma. Demikian juga dalam kegiatan kemanusiaan Media Group lain seperti pada bencana Gunung Merapi 2006. Salah satu peran penting yang juga menjadi catatan, adalah perannya dalam membebaskan 10 nelayan yang disandera kelompok Abu Sayyaf pada tahun 2016 lalu yang merupakan kerja bersama Yayasan Sukma, Media Group dan Partai NasDem.


Yayasan Dharma Bakti LestariSunting

Yayasan Dharma Bakti Lestari adalah organisasi yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan perempuan yang berdiri pada tanggal 17 September 2018. Lestari Moerdijat adalah inisiator pendirian sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari. Selain fokus di bidang sosial kemanusiaan Yayasan Dharma Bakti Lestari juga berpartisipasi dalam upaya memperkenalkan, mempromosikan potensi kebudayaan pariwisata dan produk-produk UMKM di berbagai daerah di Jawa Tengah. Tujuannya tidak lain adalah untuk memajukan perekonomian masyarakat dan daerah tersebut.

Yayasan Dharma Bakti Lestari juga memiliki komunitas bernama Sahabat Lestari yang tersebar di berbagai daerah seperti Demak, Kudus, Jepara, Semarang, Temanggung, Yogyakarta, dsb. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan di bidang kesehatan di antaranya, pelayanan kesehatan gratis, ambulance gratis di tiga kota yakni, Demak, Kudus, Jepara, pelatihan gerakan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) serta tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) gratis untuk mendeteksi kanker rahim. Di bidang pemberdayaan perempuan seperti, pelatihan pembuatan Decoupage, pelatihan memasak dan pelatihan kecantikan. Di bidang pendidikan, Yayasan Dharma Bakti Lestari turut mendirikan Perpustakaan Lestari, pembagian buku gratis serta mengadakan pelatihan guru. Tujuan pendirian Yayasan Dharma Bakti Lestari adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat terutama dalam hal kesehatan, sosial, pendidikan dan ekonomi serta sebagai bentuk kepedulian, kecintaan dan pengabdian Lestari Moerdijat beserta segenap pengurus yayasan terhadap masyarakat.

Yayasan Sukma BangsaSunting

Tragedi tsunami yang menimpa Aceh tahun 2004 mengundang banyak simpati. Setidaknya 100.000 orang dinyatakan meninggal dunia dan menghancurkan 1.214 bangunan sekolah. Tsunami ini telah melumpuhkan pusat-pusat pendidikan di Aceh dan Nias, Sumatera Utara.

Kondisi Aceh pasca tsunami memprihatinkan. Hal tersebut yang melatarbelakangi Surya Paloh untuk mendirikan sebuah yayasan lembaga non profit yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Dalam struktur organisasi yang ia bentuk, Lestari Moerdijat didaulat sebagai ketua yayasan. Pada 15 Februari 2005, Surya Paloh bersama Lestari Moerdijat, Ana Widjaya, Rahmi Lohwur dan Rachmadi Heru mendirikan Yayasan Sukma Bangsa.

Melalui program "Indonesia Menangis" stasiun Metro TV membuka rekening di BCA dan Bank Mandiri yang terkumpul hingga Rp 40 miliar. Dana dari "Indonesia Menangis" dialokasikan Yayasan Sukma Bangsa untuk proyek pembangunan tiga kompleks sekolah, yaitu di Lhokseumawe seluas 7,23 hektar, di Pidie seluas 7,5 hektar, dan di Bireuen seluas 7,2 hektar. Di luar itu, satu kompleks sekolah juga dibangun di Nias, Sumatera Utara.

Pada 11 Mei 2018, Sekolah Sukma Bangsa mewisuda 169 siswa yang dipimpin Surya Paloh, serta dihadiri beberapa tokoh termasuk Lestari Moerdijat.

Pejuang Kanker PayudaraSunting

Ketika menginjak usia 49 tahun, tepatnya pada 7 November 2016, Rerie divonis mengidap kanker payudara HER2-Positive. Mengetahui bahwa dia mengidap kanker payudara, ia langsung menjadwalkan operasi dan pengobatan kanker payudara di Singapura.

Baginya kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan untuk menentukan tindak lanjut adalah kunci utama dari proses penyembuhan kanker. Selain itu dukungan keluarga besar juga telah banyak membantunya melewati serangkaian pengobatan dan kemoterapi dalam rangka penyembuhan kanker yang dideritanya.

Di berbagai kesempatan Rerie juga berbagi pengalaman bagaimana perjuangannya melawan kanker payudara kepada para pengidap kanker lain untuk memberi semangat. Menurutnya, menderita kanker bukan akhir dari segalanya. Menjadi penderita dan kemudian penyintas adalah kesempatan kedua yang diberikan-NYA kepada kita untuk menjadi lebih baik dan berguna. Hidup dengan tujuan, tidak menyerah, dan terus berjuang bukan hanya untuk kesembuhan, tetapi mengisi hari dan waktu berbagi untuk sesama semampu kita dan memohon ridhoNYA. Karena kita yakin, kita tidak pernah ditinggalkan-NYA dan kanker tidak akan membuat kita kehilangan semangat, kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup. Kanker Payudara bukanlah kanker yang tidak bisa diatasi dan kanker tidak bisa membunuh harapan dan cinta manusia.

Bahkan melalui komunitas Sahabat Lestari yang dibinanya, ia gencar mengkampanyekan cara pencegahan kanker payudara dengan metode Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan ini telah diikuti ribuan orang di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Selain itu ia juga aktif mendirikan beberapa rumah singgah yang diperuntukan bagi para penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan dan kemoterapi, dengan tujuan agar mereka yang mempunyai tempat tinggal jauh dari rumah sakit bisa lebih mudah berobat dan menjalani proses penyembuhan kanker.

PolitikSunting

Rerie adalah salah seorang inisiator dan pendiri Partai NasDem. Saat ini ia menjabat sebagai anggota Majelis Tinggi DPP Partai NasDem dan Korwil Partai NasDem Jateng-DIY. Selain aktif di partai, Rerie adalah wakil bendahara tim Kampanye JKW - JK 2014, dan wakil bendahara  TKN JKW - MA 2019.

Pada Pemilu 2019 ia mencalonkan diri dan lolos sebagai anggota legislatif DPR RI dari Partai NasDem mewakili Daerah Pemilihan (DAPIL) II Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara. Rerie mendapatkan perolehan suara sebesar 162.996 suara, yang merupakan suara tertinggi calon legislatif di Dapil tersebut. Padahal Rerie bertarung di daerah pemilihan "angker" karena Dapil II Jawa Tengah terkenal memiliki persaingan yang ketat dan hampir semua calon legislatif memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi.

Setelah dipastikan lolos ke Senayan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menunjuk Lestari Moerdijat sebagai calon pimpinan MPR mewakili Fraksi Partai NasDem. Hal itu bukan tanpa alasan karena menurut Surya Paloh, Rerie merupakan sosok yang tepat untuk duduk di pucuk pimpinan untuk menahkodai MPR. Menurut Surya Paloh ia merupakan salah satu kader Partai NasDem yang mumpuni dan mempunyai banyak prestasi baik di bidang politik dan usaha.

"Saya kenal lebih dari 30 tahun, ia seorang wartawati muda, hingga berkembang jadi pimpinan CEO korporasi besar. Tekun, teliti, ada idealisme di sana," ujar Surya Paloh.

Selain itu Surya Paloh pernah menyampaikan, penunjukan Lestari Moerdijat menjadi pimpinan MPR dari Fraksi Nasdem merupakan komitmen partai tersebut dalam memberikan kesempatan kepada kaum perempuan untuk berkontribusi bagi partai dan bangsa.

Penetapan sekaligus pelantikan Lestari Moerdijat sebagai pimpinan MPR RI periode 2019-2024 berlangsung pada Sidang Paripurna MPR RI, Kamis (3/10/2019) malam. Rerie menjadi politisi perempuan satu-satunya yang duduk mengisi kursi kepemimpinan MPR RI 2019-2024.

Selain ia, kursi pimpinan MPR diisi oleh politisi laki-laki, yaitu Syarief Hasan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Basarah dari Fraksi PDI Perjuangan, Jazilul Fawaid dari Fraksi PKB, Hidayat Nur Wahid dari Fraksi PKS, dan Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar. Nama pimpinan lainnya adalah Ahmad Muzani dari Fraksi Gerindra, Arsul Sani dari Fraksi PPP, Zulkifli Hasan dari Fraksi PAN dan Fadel Muhammad dari Kelompok DPD RI.

ReferensiSunting