Buka menu utama

Wikipedia β

H. Bambang Soesatyo, S.E., MBA (lahir di Jakarta, 10 September 1962; umur 55 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia dan kini menjadi Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto yang terkena kasus korupsi E-KTP dengan sisa jabatan 1 tahun 9 bulan, Sebelumnya dia adalah anggota Komisi III DPR RI dari Partai Golkar.[1] Dia didapuk sebagai Ketua Komisi III menggantikan Aziz Syamsuddin pada tahun 2016 begitu Perpindahan Ketua DPR dari Setya Novanto ke Ade Komarudin, dan Setya Novanto menjadi ketua fraksi yang baru, Setya mengumumkan pergantian Ketua Komisi III dari F-PG dari Aziz Syamsuddin kepada Bambang, sedangkan Azis menjadi seketaris fraksi.[2] Bambang Soesatyo mewakili Jawa Tengah VII wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen. Bambang Soesatyo adalah salah satu dari 9 orang anggota DPR RI yang membentuk Panitia Khusus Hak Angket Bank Century. Bambang Soesatyo dikenal kritis dalam menyampaikan pandangannya tentang Aliran Dana Lembaga Penjamin Simpanan pada Bank Century. Namun Bambang Soesatyo juga dikritik publik karena gemar menggunakan mobil mewah.[3]

Bambang Soesatyo
Ketua DPR Bambang Soesatyo.jpg
Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI Periode 2018–2019
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ke-18
Mulai menjabat
15 Januari 2018
Presiden Joko Widodo
Wakil Fadli Zon
Agus Hermanto
Taufik Kurniawan
Fahri Hamzah
Utut Adianto
Pendahulu Fadli Zon (Pelaksana Tugas)
Setya Novanto
Informasi pribadi
Lahir 10 September 1962 (umur 55)
Bendera Indonesia Jakarta
Kebangsaan  Indonesia
Partai politik Partai Golongan Karya
Pasangan Lenny Sri Mulyani
Pekerjaan Politisi

Daftar isi

PendidikanSunting

  • Program MBA, IM Newport Indonesia
  • Lemhanas KSA XIII

KarierSunting

  • Wartawan Harian Umum PRIORITAS (1985)
  • Sekretaris Redaktur Majalah VISTA (1987)
  • Pemimpin Redaksi Majalah INFO BISNIS (1991)
  • Komisaris PT. Suara Irama Indah (1999)
  • Pemimpin Redaksi Harian Umum Suara Karya (2004)
  • Direktur PT. Suara Rakyat Membangun (Suara Karya) (2004)
  • Direktur Independen PT SIMA, Tbk (2006)
  • Direktur Kodeco Timber (2007)
  • Anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar (2009-2018)
  • Ketua DPR-RI (2018-sekarang)

PenghargaanSunting

  • Adhi Karya Award (1995)
  • Top Eksekutif Indonesia (1996)
  • PWI News Maker Award (2010)

KontroversiSunting

Bambang telah menjadi salah satu saksi kunci yang ditanyai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyelidikan tingkat tinggi dari pengadaan proyek e-KTP yang dikorupsi senilai Rp 5,9 triliun (US $ 436 juta), sehingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2,3 triliun. Dia adalah salah satu dari lima mantan anggota parlemen saat ini dan sebagai saksi dalam kaitannya dengan dua tersangka dalam kasus ini, yaitu pengusaha Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi - yang juga merupakan keponakan mantan juru bicara DPR dan narapidana korupsi Setya Novanto.[4]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting