Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Keempatbelas

Konferensi Tngkat Tinggi Asia Timur Keempatbelas (Inggris: Fourteenth East Asia Summit) merupakan sebuah pertemuan konferensi antar pemimpin negara dan pemerintahan yang telah diselenggarakan pada tanggal 4 November 2019, di kota Bangkok, Thailand. Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (East Asia Summit) beranggoatakan negara-negara di Asia Timur dan negara-negara disekitarnya. Pembahasan utama dalam konferensi ini mengedepankan dialog strategis terkait isu politik, keamanan wilayah, dan hubungan atau kerjasama dalam perkembangan ekonomi regional. Pertemuan ini juga menjadi wadah bagi Indonesia dan ASEAN untuk mendorong airtektur Indo-Pasifik, karena konferensi ini dihadiri oleh negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.[1]

Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Keempatbelas
(Fourteenth East Asia Summit)
Tuan rumahThailand
Tanggal4 November 2019
KotaBangkok
PesertaAnggota-anggota EAS
SebelumnyaKonferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Ketigabelas
SelanjutnyaKonferensi Tingkat Tinggi Asia Timur Kelimabelas

Kehadiran para DelegasiSunting

Anggota yang bertartisifasi dalam KTT Asia Timur merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan dari 18 negara. Perhelatan KTT Keempatbelas ini diadakan di Thailand, dimana Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, yang juga sebagai ketua ASEAN, menjadi tuan rumah dalam konferensi tersebut.[2]

Sementara itu, delegasi dari Amerika Serikat pada pertemuan ini berkurang dibanding tahun sebelumnya. Amerika Serikat diwakili oleh Sekretaris Perdagangan, Wilbur Ross,[3] dan juga Penasihat Keamanan Nasional, Robert C. O'Brien, sebagai ketua delegasi Amerika Serikat.[4] Sementera itu, presiden Indonesia Joko Widodo hadir bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dan beberapa pejabat lainnya.[5]

Isu pembahasanSunting

Salah satu isu utama yang dibahas Dalam pertemuan keempatbelas ini ialah tentang sampah dan limbah plastik di kawasan Asia Timur. Presiden Indonesia, Joko Widodo, menyatakan sikap keberatan dan penolakan atas isu sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang memasuki kawasan Asia Timur, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Indonesia menolak pengiriman limbah tersebut bahkan dikirim secara ilegal. Joko Widodo menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran aturan internasional.[5]

Selain itu, Joko Widodo juga menyoroti kasus kerusakan lingkungan laut karena banyaknya sampah plastik khususnya kawasan Asia Timur. Hal tersebut disampaikan berkenaan juga dengan program pemerintahan Indonesia untuk mengurangi kerusakan ekosistem laut. Target hingga tahun 2025, Indonesia bisa mengurangi sampah laut hingga 70%. Joko Widodo meminta supaya kawasan Indo-Pasifik bekerjasama dalam mengatasi masalah tersebut.[5]

GaleriSunting

Para pemimpin negara dan kepala pemerintahan yang hadir dalam KTT Asia Timur Keempatbelas di kota Bangkok, Thailand;


ReferensiSunting

  1. ^ "KTT Asia Timur, Kedaraan Dasar Dorong Arsitektur Indo-Pasifik". www.antaranews.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2020. 
  2. ^ "CHAIRMAN'S STATEMENT OF THE 14TH EAST ASIA SUMMIT". 5 November 2019. Diakses tanggal 27 Oktober 2020. 
  3. ^ "What does Donald Trump's East Asia Summit absence mean for China's regional influence?". South China Morning Post. 30 October 2019. Diakses tanggal 27 Oktober 2020. 
  4. ^ "Jacinda Ardern's awkward end to East Asia summit despite trade success". Newshub. 6 November 2019. Diakses tanggal 27 Oktober 2020. 
  5. ^ a b c "Jokowi di KTT Asia Timur, RI Tolak Limbah Sampah Luar Negeri". www.news.detik.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2020.