Buka menu utama

Wikipedia β

Moon Jae-in

presiden korea selatan ke-12

Moon Jae-in (Pengucapan Korea: [mundʑɛin]; kelahiran 24 Januari 1953) adalah seorang politikus Korea Selatan dan pemimpin oposisi dari partai Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi. Ia awalnya merupakan seorang pengacara dan mantan ketua staf untuk Presiden Roh Moo-hyun. Pada 10 Mei 2017, ia terpilih sebagai Presiden Korea Selatan, menggantikan Park Geun-hye[1]. Ia meraup 41,1 persen suara unggul dari dua capres lainnya, kandidat konservatif Hong Joon-Pyo yang meraup 24,3 persen suara dan kandidat centrist Ahn Cheol-Soo yang meraup 21,4 persen suara[2]. Dalam pemilihan legislatif ke-19 pada 11 April 2012, Moon memenangkan sebuah kursi di Distrik Sasang, Busan. Pada 16 September 2012, Moon meraih nominasi untuk kandidat Partai Serikat Demokratik pada pemilihan presiden 2012 setelah memenangkan kursi mayoritas dalam pemilihan primer partai tersebut.[3][4][5][6][7]

Moon Jae-in
문재인
Presiden Korea Selatan ke 12
Petahana
Mulai menjabat
10 Mei 2017
Perdana Menteri Hwang Kyo-ahn
Lee Nak-yeon (Nominee)
Didahului oleh Park Geun-hye
Pemimpin Aliansi Politik Baru untuk Demokrasi
Petahana
Mulai menjabat
9 Februari 2015
Anggota Majelis Nasional
Petahana
Mulai menjabat
30 Mei 2012
Konstituensi Distrik Sasang (Busan)
Informasi pribadi
Lahir 24 Januari 1953 (umur 64)
Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan
Partai politik APBD
Suami/istri Kim Jeong-suk
Anak 1 putri, 1 putra
Alma mater Universitas Kyung Hee (LL.B.)
Agama Katolik Roma
Tanda tangan
Nama Korea
Hangeul 문재인
Hanja
Alih Aksara yang Disempurnakan Mun Jae-in
McCune–Reischauer Mun Chaein

Kehidupan awal dan pendidikanSunting

Lahir di Geoje, Korea Selatan, Moon Jae-in adalah putra sulung dari ayah Moon Yong-hyung dan ibu Kang Han-ok dari lima bersaudara. Ayahnya adalah seorang pengungsi dari Provinsi Hamgyeong Selatan yang melarikan diri dari kota asalnya Hamhung pada saat Retret Hamhung. Ayahnya bermukim di Geoje sebagai buruh untuk Kamp Geoje POW. Keluarganya kemudian bermukim di Busan dan Moon masuk Sekolah Tinggi Kyungnam, yang dianggap sebagai salah satu sekolah prestisius di luar Seoul. Ia masuk Universitas Kyunghee dimana ia mengambil bidang hukum. Ia ditangkap dan dikeluarkan dari universitas tersebut ketika ia mengadakan unjuk rasa pelajar menentang Konstitusi Yushin. Kemudian, ia dipaksa masuk ke militer dan direkrut pada Pasukan Khusus, dimana ia ikut dalam sebuah misi militer pada saat insiden pembunuhan Axe.

ReferensiSunting

  1. ^ Artikel:"Menangi Pemilu, Moon Jae-in Jadi Presiden Baru Korsel" di kompas.com
  2. ^ Artikel:"Menangi Pilpres, Moon Jae-In Segera Dilantik Jadi Presiden Korsel" di detik.com
  3. ^ "South Korea's Moon Jae-in sworn in vowing to address North". BBC News (dalam en-GB). 2017-05-10. Diakses tanggal 2017-05-13. 
  4. ^ CNN, K. J. Kwon, Pamela Boykoff and James Griffiths. "South Korea election: Moon Jae-in declared winner". CNN. Diakses tanggal 2017-05-13. 
  5. ^ "Moon Jae-in: South Korean liberal claims presidency". BBC News (dalam en-GB). 2017-05-09. Diakses tanggal 2017-05-13. 
  6. ^ "Moon Jae-in Elected as 19th President...Promises to Undertake Reform and National Reconciliation". Diakses tanggal 2017-05-13. 
  7. ^ "Moon Jae-in Sworn in as 19th S. Korean President". KBS World Radio. 

Pranala luarSunting