Kabinet Pembangunan I

Kabinet Pembangunan I [1] adalah nama kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Soeharto. Kabinet ini diumumkan pada 6 Juni 1968 dan bertugas sejak 10 Juni 1968 hingga 27 Maret 1973. Komposisi kabinet ini tidak jauh berbeda dengan komposisi menteri dalam Kabinet Ampera II. Tak lama setelah Pemilu 1971, pada 9 September 1971, Presiden Soeharto mengumumkan perombakan Kabinet Pembangunan I dan melantik menteri-menteri reshuffle pada 11 September 1971.

Kabinet Pembangunan I
Flag of Indonesia.svg
Kabinet Pemerintahan Indonesia
Kabinet Pembangunan I.jpg
Dibentuk10 Juni 1968
Diselesaikan27 Maret 1973
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoeharto
Kepala pemerintahanSoeharto
Jumlah menteri24
Total jumlah menteri27
Partai anggotaAngkatan Bersenjata Republik Indonesia
Partai Nasional Indonesia
Partai Kristen Indonesia
Nahdlatul Ulama
Partai Muslimin Indonesia
Independen
Sejarah
PendahuluKabinet Ampera II
PenggantiKabinet Pembangunan II

Tugas pokok Kabinet Pembangunan ditetapkan dalam Ketetapan MPRS No. XLI/MPRS/1968 dan dikenal dengan Panca Krida yang meliputi :

  • Menciptakan stabilisasi politik dan ekonomi sebagai syarat mutlak berhasilnya pelaksanaan Repelita dan Pemilu.
  • Menyusun dan melaksanakan Rencana Pembangunan Lima Tahun.
  • Melaksanakan Pemilihan Umum selambat-lambatnya pada tanggal 5 Juli 1971.
  • Mengembalikan ketertiban dan keamanan dengan mengikis habis sisa-sisa G30S/PKI dan setiap rongrongan, penyelewengan serta pengkhianatan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Melanjutkan penyempurnaan dan pembersihan secara menyeluruh aparatur negara baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pada 1 April 1969, dimulailah pelaksanaan Pelita I (1969-1974). Tujuan diselenggarakan Pelita I adalah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan dalam tahap berikutnya. Sedangkan sasarannya adalah pangan, sandang, perbaikan prasarana, perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani. Titik berat Pelita I adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.

PimpinanSunting

Presiden
  Soeharto

AnggotaSunting

MenteriSunting

Berikut ini adalah menteri Kabinet Pembangunan I.

No. Jabatan Foto Pejabat Mulai menjabat Selesai menjabat
Menteri Departemen
1 Menteri Dalam Negeri   Basuki Rahmat[2] 10 Juni 1968 9 Januari 1969
  Amirmachmud 28 Januari 1969 27 Maret 1973
2 Menteri Luar Negeri   Adam Malik 10 Juni 1968 27 Maret 1973
3 Menteri Pertahanan dan Keamanan
(atau Panglima ABRI sejak 9 September 1971)
  Soeharto 10 Juni 1968 27 Maret 1973
4 Menteri Kehakiman   Oemar Senoadji 10 Juni 1968 27 Maret 1973
5 Menteri Penerangan   Boediardjo 10 Juni 1968 27 Maret 1973
6 Menteri Keuangan   Ali Wardhana 10 Juni 1968 27 Maret 1973
7 Menteri Perdagangan   Sumitro Djojohadikusumo 10 Juni 1968 27 Maret 1973
8 Menteri Pertanian   Thoyib Hadiwidjaja 10 Juni 1968 27 Maret 1973
9 Menteri Perindustrian   M. Jusuf 10 Juni 1968 27 Maret 1973
10 Menteri Pertambangan   Sumantri Brodjonegoro 10 Juni 1968 27 Maret 1973
11 Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik   Sutami 10 Juni 1968 27 Maret 1973
12 Menteri Perhubungan   Frans Seda 10 Juni 1968 27 Maret 1973
13 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan   Mashuri Saleh 10 Juni 1968 27 Maret 1973
14 Menteri Kesehatan   G.A. Siwabessy 10 Juni 1968 27 Maret 1973
15 Menteri Agama   Muhammad Dahlan[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
  Mukti Ali 11 September 1971 27 Maret 1973
16 Menteri Tenaga Kerja   Mursalin Daeng Mamangung[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
  Mohammad Sadli 11 September 1971 27 Maret 1973
17 Menteri Transmigrasi & Koperasi   M. Sarbini[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
  Subroto 11 September 1971 27 Maret 1973
18 Menteri Sosial   Albert Mangaratua Tambunan[4] 10 Juni 1968 12 Desember 1970
  Idham Chalid
(ad-interim)
12 Desember 1970 11 September 1971
  Mohammad Syafa'at Mintaredja[3] 11 September 1971 27 Maret 1973
Menteri negara yang mempunyai bidang tugas tertentu
19 Menteri Negara Urusan Ekonomi, Keuangan, dan Industri   Sri Sultan Hamengkubuwana IX 10 Juni 1968 27 Maret 1973
20 Menteri Negara Urusan Kesejahteraan Rakyat   Idham Chalid[5] 10 Juni 1968 28 Oktober 1971
21 Menteri Negara Bidang Pengawasan Operasi Pembangunan
(jabatan pecahan dari Menteri Negara Pengawasan Proyek-proyek Pemerintah sejak 11 September 1971)
  Sunawar Sukowati[3] 11 September 1971 27 Maret 1973
22 Menteri Negara Urusan Pengawasan Proyek-proyek Pemerintah
(bernama Menteri Negara Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sejak 11 September 1971)
  Sunawar Sukowati[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
  Widjojo Nitisastro 11 September 1971 27 Maret 1973
23 Menteri Negara Urusan Hubungan antara Pemerintah dengan MPR/DPR-GR dan DPA
(dihapuskan sejak 11 September 1971)
  Mohammad Syafa'at Mintaredja[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
24 Menteri Negara Pembantu Penertiban Hankam dan Wakil Panglima ABRI
(jabatan baru sejak 11 September 1971)
  Maraden Panggabean[3] 11 September 1971 27 Maret 1973
25 Menteri Negara Urusan Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara merangkap Wakil Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional   Harsono Tjokroaminoto[3] 10 Juni 1968 11 September 1971
  Emil Salim 11 September 1971 27 Maret 1973

Pejabat setingkat menteriSunting

Berikut adalah pejabat setingkat menteri pada Kabinet Pembangunan I:

No. Jabatan Foto Pejabat Mulai menjabat Selesai menjabat
1 Menteri Sekretaris Negara   Alamsyah Ratu Perwiranegara 9 Februari 1968 8 April 1972
  Sudharmono[6] 8 April 1972 27 Maret 1973
2 Jaksa Agung   Sugih Arto 30 Maret 1966 27 Maret 1973
3 Gubernur Bank Sentral   Radius Prawiro 30 Maret 1966 27 Maret 1973
4 Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban   Soeharto 1 November 1965 19 November 1969
  Maraden Panggabean[7] 19 November 1969 11 September 1971
  Soemitro 11 September 1971 27 Maret 1973

Perombakan Kabinet [8]Sunting

Pada tanggal 9 September 1971, Presiden Soeharto telah mengambil keputusan mengadakan penyesuaian dan penggantian beberapa menteri Kabinet Pembangunan setelah diadakan penilaian dan pertimbangan dengan seksama. Dengan penggantian beberapa menteri itu tidak berarti adanya pembentukan kabinet, melainkan semata-mata dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pembangunan dalam Panca Krida Kabinet Pembangunan.

Diberi tugas lainSunting

Para menteri yang diganti diberi kewajiban baru sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sebagian sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung dan sebagian lagi ada yang ditugaskan di luar negeri. Dari penggantian tersebut justru akan meningkatkan pelaksanaan tugas Kabinet Pembangunan. Maka sebagian besar menteri-menteri yang diangkat itu adalah mereka yang sejak semula ikut melaksanakan kebijaksanaan Pemerintah, khususnya di bidang ekonomi dan pembangunan. Dengan demikian, diharapkan kelangsungan kebijaksanaan yang telah digariskan untuk kelancaran pelaksanaan tugas Kabinet Pembangunan lebih terjamin.

Pelantikan Kabinet hasil reshuffleSunting

Pelantikan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 September 1971.

GaleriSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Keputusan Presiden RI Nomor 183 Tahun 1968 tertanggal 6 Juni 1968.
  2. ^ Mayjen Basuki Rahmat meninggal dunia karena serangan jantung. Sehubungan dengan hal tersebut, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1969 tertanggal 22 Januari 1969 maka Mayjen Amir Machmud yang menggantikan dia dan baru dilantik pada 28 Januari 1969.
  3. ^ a b c d e f g h i Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 64 Tahun 1971 tertanggal 9 September 1971, diumumkan perombakan Kabinet Pembangunan I dan dilantik pada 11 September 1971.
  4. ^ A.M. Tambunan meninggal dunia pada 12 Desember 1970.
  5. ^ Idham Chalid diangkat menjadi anggota DPR/MPR RI periode 1971–1977.
  6. ^ Melalui Keputusan Presiden Nomor 57/M Tahun 1972 tertanggal 8 April 1972, Mayjen Sudharmono diangkat sebagai Sekretaris Negara menggantikan Letjen Alamsyah Ratu Perwiranegara. Sesuai dengan Keputusan Presiden No.30 Tahun 1972 tertanggal 5 April 1972, dia juga merangkap jabatan sebagai Sekretaris Kabinet.
  7. ^ Mayjen Maraden Panggabean diangkat menjadi Menteri Negara Pembantu Penertiban Hankam sekaligus merangkap jabatan sebagai Wakil Panglima ABRI.
  8. ^ Kedaulatan Rakyat, Edisi 10 September 1971.

Lihat pulaSunting

 
Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Ampera II
Kabinet Pembangunan I
1968–1973
Diteruskan oleh:
Kabinet Pembangunan II