M. Sarbini

Jenderal TNI (Anm.) Mas Sarbini Martodihardjo (10 Juni 1914 – 21 Agustus 1977) adalah seorang jenderal purnawirawan yang dilahirkan di Desa Indrosari, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah dan banyak mengabdi selama masa perjuangan baik di bidang militer maupun pemerintahan Republik Indonesia. Dalam masa perjuangan, terutama pada tanggal 20 Oktober 1945, dia, yang pada waktu itu berpangkat Letkol, memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat Resimen Kedu Tengah dan menyerang, serta mengepung tentara Sekutu dan NICA di desa Jambu, Ambarawa yang kemudian dikenal sebagai peristiwa palagan Ambarawa.

Letjen. TNI Anm.
M. Sarbini
Mayjen TNI M. Sarbini.jpg
M. Sarbini dengan pangkat Mayor Jenderal (1966)
Kwartir Nasional ke-2
Masa jabatan
27 November 1974 – 21 Agustus 1977
PresidenSoeharto
PendahuluHamengkubuwana IX
PenggantiMashudi
Menteri Transmigrasi dan Koperasi Indonesia ke-5
Masa jabatan
17 Oktober 1967 – 11 September 1971
PresidenSoeharto
PendahuluSujono Suparto
PenggantiRadius Prawiro
Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan Indonesia ke-12
Masa jabatan
24 Februari 1966 – 28 Agustus 1966
PresidenSoekarno
PendahuluA. H. Nasution
PenggantiSoeharto
Menteri Veteran dan Demobilisasi Indonesia ke-5
Masa jabatan
27 Agustus 1964 – 22 Februari 1966
PresidenSoekarno
PendahuluSambas Atmadinata
PenggantiBasuki Rahmat
Masa jabatan
31 Maret 1966 – 11 Oktober 1967
PresidenSoekarno
Soeharto
PendahuluBasuki Rahmat
PenggantiJabatan dialihkan
Informasi pribadi
Lahir10 Juni 1914
Bendera IndonesiaIndrosari, Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah
Meninggal dunia21 Agustus 1977
Bendera Indonesia Jakarta
Partai politik1942-1977
PasanganNy. Salami binti R. Sastrowihardjo
HubunganM. Martoredjo (Ayah)
Sukinah (Ibu)
AnakSaryanto Sarbini
Tempat tinggalMenteng, Jakarta
Dinas militer
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
PangkatPdu jendtni komando.png Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Selama masa pemerintahan Bung Karno, Mayor Jenderal TNI M. Sarbini menjabat sebagai menteri pertahanan dalam kabinet Dwikora II pada tahun 1966 yang kemudian digantikan oleh Letnan Jenderal TNI Soeharto.

Pada masa hidupnya, Letnan Jenderal TNI H. M. Sarbini banyak dikenal sebagai bapak Veteran Indonesia dan diabadikan namanya sebagai nama gedung veteran atau balai Sarbini yang berada di kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Untuk mengenang jasa-jasanya, di Kebumen, tempat kelahirannya juga didirikan sekolah SMK Jenderal M. Sarbini.

Karier MiliterSunting

Karier Militer nya diawali dari pendidikan opsir PETA (Chudanco) di Bogor selesai Pendidikan Antara tahun 1942-1945 diangkat sebagai Chudanco Saidan II PETA di Gombong, Kebumen. Pada awal jabatan ini ia mengakhiri masa bujangnya tanggal 24 Agustus 1944. Menikah dengan Ny. Salami putri dari R. Sastrowihardjo di Kutoarjo, Purworejo. Setelah Jepang kalah dan PETA di bubarkan, Sarbini pulang ke kampung halamannya. Ditanah kelahirannya ia membentuk Barisan Keamanan Rakyat (BKR) cabang Kebumen. Dan menjabat sebagai ketua pada September 1945. Tak lama kemudian sesuai dengan keputusan Panglima Besar Sudirman, ia diangkat menjadi Komandan Resimen Kedu I Divisi II TKR berkedudukan di Magelang dengan pangkat Letnan Kolonel. Selama masa jabatannya tersebut tahun 1945-1947, ia aktif memimpin pertempuran melawan pasukan Belanda di daerah Semarang. Tahun 1945 diangkat menjadi Komandan STC Divisi III Diponegoro di Magelang. Tahun berikutnya ia dipindahkan ke Kedu dengan Jabatan STC/WK II. Ketika terjadi pemberontakan PKI di Madiun 1948 ia giat membersihkan sisa-sisa TDR (PKI) di daerah Magelang dan sekitarnya. Ketika Belanda menyerbu Yogyakarta, ia selaku Komandan STC WK II memimpin gerilya di daerah Magelang, Kedu, sampai Banyumas.

Riwayat JabatanSunting

  • Komandan Resimen Kedu I Divisi II TKR berkedudukan di Magelang
  • Komandan STC Divisi III Diponegoro di Magelang (1945)
  • Komandan STC/WK II (1945)
  • Komandan Brigade XI Divisi IV Diponegoro di Pekalongan (1949-1950)
  • Komandan Brigade R di Pati (1950)
  • Komandan Brigade O Mangkubumi/Resimen XIII Divisi IV Diponegoro (1951)
  • Pamen Kasad MBAD di Jakarta (1956)
  • Panglima T.T Teritorium V/Brawijaya (1956-1959)
  • Pangdam VII/Diponegoro (1961-1964)
  • Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi (1964)

ReferensiSunting

  • Mengawal Nurani Bangsa, Jilid III, tulisan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, penerbit: Yayasan Kasih Adik bekerja sama dengan DISBINTALAD, tahun 2008.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Sambas Atmadinata
Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi Indonesia
1964–1966
Diteruskan oleh:
Basuki Rahmat
Didahului oleh:
Abdul Haris Nasution
Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan Indonesia
1966
Diteruskan oleh:
Soeharto
Didahului oleh:
Basuki Rahmat
Menteri Veteran dan Demobilisasi Indonesia
1966–1967
Jabatan dialihkan
Didahului oleh:
Sujono Suparto
sebagai Menteri Transmigrasi
Menteri Transmigrasi dan Koperasi Indonesia
Sebelum 1968 bernama Menteri Transmigrasi, Veteran dan Demobilisasi
1967–1971
Diteruskan oleh:
Subroto
Didahului oleh:
M. Sarbini
sebagai Menteri Veteran dan Demobilisasi
Jabatan lain
Didahului oleh:
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Ketua Kwartir Nasional
1974–1977
Diteruskan oleh:
Mashudi