Kereta rel listrik i9000

Kereta api berbasis KRL ekonomi AC plus di Indonesia
(Dialihkan dari KRL i9000)

Kereta Rel Listrik INKA seri EA202, atau yang lebih dikenal dengan KRL i9000 KfW, adalah kereta rel listrik AC produksi PT INKA, Madiun yang beroperasi di lintas Jabodetabek. KRL ini dibeli oleh Kementerian Perhubungan Indonesia (Kemenhub) sejumlah 40 unit (10 set), dan disponsori oleh bank milik Pemerintah Federal Jerman, yakni "Kreditanstalt für Wiederaufbau" (KfW), yang namanya diidentikkan dengan KRL ini.[1]

KRL seri EA202
KRL seri EA202 sedang memasuki Stasiun Manggarai.
BeroperasiRencana untuk KRL Yogyakarta-Solo
PembuatPT INKA
Bombardier Transportation
JenisINKA i9000
Tahun pembuatan2011
Mulai beroperasi2011-sekarang
Formasi4 kereta per set
Nomor armada40 unit (K3 1 11 01-K3 1 11 40)
Kapasitas628 penumpang (rata-rata)
OperatorPT KAI Commuter Jabodetabek
Data teknis
Bodi gerbongStainless Steel
Panjang gerbong20.000 mm
Lebar2.990 mm
Tinggi3.820 mm
Pintu3 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum120 km/jam
Percepatan3,3 km/h/s
Perlambatan3,3 km/h/s (normal)
4,3 km/h/s (darurat)
Sistem traksiVVVF-IGBT (IEC 349-2)
Motor traksi: MJA.280-3
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Unit pembangkitListrik Aliran Atas (LAA)
HVACKonvekta
Sistem listrik1.500 V DC
Metode pengambilan arusPantograf
BogieBolsterless Bogie
Tipe: MB-409
Rem keretaElectropneumatic Regenerative Brake
Sistem keselamatanTMS dan Deadman Control
Alat perangkaiAutomatic tight locked coupler, Bar coupler AAR No. 10A Contour
Kerja majemukSesama KRL KfW
Lebar sepur1.067 mm

PT INKA bekerjasama dengan Bombardier Transportation untuk membuat KRL ini dan selesai pada tahun 2011. Total 40 unit (10 rangkaian) berformasi 4 kereta mulai diboyong dari pabrik PT INKA, Madiun ke Jakarta dan melalui serangkaian ujicoba untuk melihat performa dan kehandalannya.

Pada awal tahun 2013, KRL yang bentuknya mirip dengan KRL-I ini menjalani ujicoba operasi sebelum dioperasikan pada saat ini.

SejarahSunting

KRL ini pada dasarnya memiliki formasi 4 kereta dalam satu rangkaiannya. Karena hanya berformasi 4 kereta dalam satu rangkaiannya, 2 rangkaian (TS) akhirnya digabung menjadi satu sehingga menjadi 8 kereta dalam satu rangkaiannya. Rangkaian yang pertama beroperasi adalah gabungan TS1+TS2 dan TS9+TS10 pada tanggal 19 Februari 2013, disusul TS3+TS4 dan TS5+TS6 pada tanggal 7 Maret 2013, serta TS7+TS8 pada tanggal 27 Maret 2013.

KRL ini juga sempat dioperasikan dengan rangkaian tunggal (1 TS), untuk KRL Feeder sebelum dioperasikan secara gabungan 2 TS untuk memenuhi formasi 8 kereta dalam 1 rangkaian. Pada awal ujicoba operasi, KRL ini hanya berdinas di lintas Duri-Tangerang PP, Tanahabang-Maja PP, serta feeder lintas Kampung Bandan-Jakarta Kota PP dan Manggarai-Tanahabang-Kampung Bandan-Jakarta Kota PP. Namun, KRL ini pada akhirnya beroperasi juga pada lintas lainnya di Jabodetabek.

KRL ini meskipun merupakan KRL dengan AC terdingin, tetapi KRL ini sempat ditarik ke PT INKA akibat beberapa masalah kehandalan seperti mogok, tetapi akhirnya kembali beroperasi lagi, meskipun hanya sebagai KRL Feeder dan jarang berdinas di lintas yang padat. Selain itu, karena kurangnya perawatan, banyak KRL ini yang ACnya menjadi panas.

Beberapa rangkaian KRL KfW yang tidak dibawa ke PT INKA juga sempat disimpan di Dipo KRL Depok, namun pada akhirnya KRL KfW tersebut ditarik ke PT INKA Madiun juga untuk menjalani perbaikan.

Saat ini, KRL KfW sedang menjalani perbaikan di PT INKA Madiun, baik pada sistem kelistrikan maupun eksterior serta interiornya, dan kini KRL ini menggunakan livery batik merah-putih serta kursi yang kini berwarna coklat. Kabarnya, KRL ini akan digunakan untuk Commuter Line pada rute Solo-Jogja apabila elektrifikasi telah selesai dilaksanakan.[2]

Daftar rangkaian[1]Sunting

Daftar Rangkaian KRL KfW i9000
  Susunan rangkaian
Nomor 1 (TC) 2 (M1) 3 (M2) 4 (TC)
TS1 K3 1 11 01 K3 1 11 02 K3 1 11 03 K3 1 11 04
TS2 K3 1 11 05 K3 1 11 06 K3 1 11 07 K3 1 11 08
TS3 K3 1 11 09 K3 1 11 10 K3 1 11 11 K3 1 11 12
TS4 K3 1 11 13 K3 1 11 14 K3 1 11 15 K3 1 11 16
TS5 K3 1 11 17 K3 1 11 18 K3 1 11 19 K3 1 11 20
TS6 K3 1 11 21 K3 1 11 22 K3 1 11 23 K3 1 11 24
TS7 K3 1 11 25 K3 1 11 26 K3 1 11 27 K3 1 11 28
TS8 K3 1 11 29 K3 1 11 30 K3 1 11 31 K3 1 11 32
TS9 K3 1 11 33 K3 1 11 34 K3 1 11 35 K3 1 11 36
TS10 K3 1 11 37 K3 1 11 38 K3 1 11 39 K3 1 11 40

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Majalah KA Edisi Juni 2014
  2. ^ Sulistyo, Bayu Tri (2019-12-07). "Beginilah Tampilan Baru KRL KFW". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2019-12-18. 

Pranala luarSunting