Jalur kereta api Prabumulih–Kertapati

Jalur kereta api Prabumulih–Kertapati adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Prabumulih dengan Stasiun Kertapati; termasuk dalam Divisi Regional III Palembang. Jalur ini dilalui baik oleh kereta penumpang tujuan KertapatiLubuklinggau dan Kertapati–Tanjungkarang, maupun kereta barang dan kereta batu bara rangkaian panjang (babaranjang).

Jalur kereta api Prabumulih–Kertapati
COLLECTIE TROPENMUSEUM Vertrek resident J.L.M. Swaab van station Kertapati bij Palembang TMnr 60051098.jpg
Residen Palembang, J.L.M. Swaab, tiba di Stasiun Kertapati
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
LokasiSumatra Selatan
TerminusPrabumulih
Kertapati
Stasiun8
Operasi
Dibuka1 November 1915
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang
Karakteristik lintasLintas datar dengan kombinasi hutan dan pedesaan
DepotKertapati
Data teknis
Panjang rel78 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi70 s.d. 100 km/jam
Peta rute

PBM–PJN
LLG–PBM
ke Martapura, Tanjungkarang, Panjang
ke Muara Enim, Lahat, Lubuklinggau
Prabumulih
Jambai
Lembak
Karangenda
Glumbang
Serdang
Payakabung
Indralaya
Pos Cabang IDR
Simpang
Kertapati

SejarahSunting

Jalur ini diresmikan pada tanggal 1 November 1915 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen, divisi dari Staatsspoorwegen (SS). Pembangunan diarahkan ke Kota Palembang, dengan dibagi menjadi dua wilayah kerja yaitu Lampung dan Palembang. Pada tanggal 22 Februari 1927 Palembang dan Bandar Lampung akhirnya bisa terhubung, dengan ditandainya peresmian segmen ke arah Blambangan Umpu oleh Kepala Jawatan SS.[1]

Dengan menggunakan lebar sepur 1.067 mm, ZSS berhasil membangun jalur kereta api di rute Palembang–Bandar Lampung sejauh 529 kilometer. Kesuksesan yang diraih SS menginspirasi perusahaan ini pernah menyusun masterplan agar seluruh Sumatra terhubung dengan rel kereta api, namun Depresi Besar (zaman malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menyebabkan rencana ini gagal.[2]

Lintasan di jalur ini telah dibangun rel ganda untuk meningkatkan frekuensi angkutan kereta maupun barang.[3] Jalur tersebut diresmikan pada tanggal 25 April 2018.[4]

Jalur terhubungSunting

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomiSunting

Lokal/komuter/bus relSunting

BarangSunting

Daftar stasiunSunting

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas ZSS 1 Panjang–Prabumulih–Kertapati
Segmen PrabumulihKertapati
Diresmikan pada tanggal 1 November 1915 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen
Termasuk dalam Divisi Regional III Palembang
6311 Prabumulih PBM Jalan Veteran 1, Wonosari, Prabumulih Barat, Prabumulih km 322+295 lintas PanjangTanjungkarangPrabumulihKertapati +43 m Beroperasi  
6312 Jambai JBI km 329+413 Tidak beroperasi
6313 Lembak LEB Lembak, Lembak, Muara Enim km 338+188 +18 m Beroperasi  
6314 Karangenda KED Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim km 345+594 +20 m Beroperasi  
6315 Glumbang GLB Gelumbang, Gelumbang, Muara Enim km 353+822 +21 m Beroperasi  
6316 Serdang SDN Segayam, Gelumbang, Muara Enim km 363+479 +16 m Beroperasi  
6317 Payakabung PYK Payakabung, Indralaya Utara, Ogan Ilir km 373+335 +16 m Beroperasi  
6318 Simpang SIG Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir km 388+500 +3 m Beroperasi  
- Kramasan KAS Karya Jaya, Kertapati, Palembang km ? +2 m Beroperasi  
- Sungai Gelar
(wesel pisah KPT)
SGA km 398+389 ?
6410 Kertapati KPT Jalan Ki Merogan, Kemas Rindo, Kertapati, Palembang km 400+102 +2 m Beroperasi  

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [5][6][7]


ReferensiSunting

  1. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejarah Jalur KA Lampung-Palembang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 
  3. ^ Chandra, Ardan Adhi. "Penampakan Proyek Jalur Ganda Kereta Sumsel Rp 1,6 T dan Manfaatnya". detikfinance. Diakses tanggal 2018-03-14. 
  4. ^ antaranews.com. "Jalur ganda Sumsel dioperasikan 25 April - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2018-06-09. 
  5. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia