Internux adalah sebuah perusahaan telekomunikasi swasta dari Indonesia. yang berdiri pada tahun 1999.

PT Internux
Publik
IndustriTelekomunikasi
NasibDialihkan oleh Sinar Mas Communication & Technology dan First Media.
PenerusSinar Mas Communication & Technology
First Media
Didirikan1999
Ditutup2018
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
IndukLippo Group
Situs webwww.internux.co.id
Berkas:Internux.jpg
Logo Internux (1999-2016)

SejarahSunting

Awalnya, perusahaan ini berdiri sebagai warnet yang hanya bermodalkan 10 unit komputer dengan sistem operasi LINUX. Oleh karena itu, nama Internux diperoleh dari Internet LINUX. Perusahaan ini pertama kali terdaftar di departemen kehakiman Republik Indonesia pada tahun 2001. Pengurus Internux pada saat pertama kali perusahaan ini terbentuk terdiri dari: Ir. Stephanus Adi Nugroho, Ir. Andi Ridwan Djabir Pattiwiri, Ir. Irwin Day dan Adnan Nizar SH. Pertama didirikan, perusahaan ini beralamat di Arief Rate No. 3, Makassar Sulawesi Selatan. Namun, pada tahun 2004, terjadi perubahan pemegang saham yang mayoritas dimiliki oleh Stephanus Adi Nugroho dan kantor pun berpindah ke jalan Ratulangi 53J Makassar, Sulawesi Selatan,

Selanjutnya, pada tahun 2009 perusahaan ini memperoleh lisensi Broadband Wireless Access (BWA) dari pemerintah hingga akhirnya mereka memasarkan layanan 4G Long Term Evolution (LTE) sebuah internet nirkabel dengan merek dagang Bolt![1] Dalam membangun teknologi, Internux bekerjasama dengan Mitsui dengan penanaman investasi sebesar 75 juta dolar.[2]

Pemegang sahamSunting

Hingga Desember 2014, saham PT Mitra Mandiri Mantap pemilik PT Internux telah diakuisisi oleh First Media sebanyak 69,04% melalui tahapan transaksi seperti mengkonversi piutang perseroan di MMM senilai RP. 477,60 miliar pada 20 November menjadi 796 saham.[3] Lalu melakukan penyertaan modal ke Internux dengan mengambil bagian dari pengeluaran saham baru sebanyak 170 saham dengan nilai Rp. 102 miliar. Setelah itu, KBLV menyetorkan modal ke Mitra Mandiri senilai Rp 18 miliar atau setara dengan 30 saham. Ketiga, KBLV menyetor modal sebesar Rp 739 miliar atau 1.233 saham melalui penerbitan saham baru Mitra Mandiri.[1] Penambahan modal demikian dilakukan untuk meningkatkan pelayanan data.[4]

RujukanSunting

  1. ^ a b (Inggris) Indotelko.com. "First Media Perkuat Kepemilikan di Bolt!". 
  2. ^ (Inggris) Law360.com. "Mitsui Invests 75M in Indonesian Telecommunication Corporation". 
  3. ^ (Inggris) Investasi Kontan. "KBLV Resmi Menguasai Saham Induk Bolt!". 
  4. ^ (Inggris) Warta Ekonomi. "First Media Tambah Kepemilikan di Induk Usaha Bolt". 

Pranala luarSunting