Habib

gelar nama depan

Habib (kata benda dari bahasa Arab: حبيب, translit. ḥabīb; secara harfiah berarti yang dicintai; kekasih[1]) adalah gelar kehormatan sama juga maknanya dengan Sayyid tetapi berbeda dengan tujukan kepada para keturunan Nabi Muhammad ﷺ yang tinggal di daerah lembah Hadhramaut, Yaman; Asia Tenggara; dan Pesisir Swahili, Afrika Timur.[2][3] Awalnya gelar depan ini hanya digunakan oleh Syaikh nya para Sayyid. Namun, lama kelamaan menjadi gelar depan untuk semua turun lelaki Ba 'Alawi dan yang mengadopsinya.[4]

Di Indonesia, habib semuanya memiliki moyang yang berasal dari Yaman, khususnya Hadramaut.[5] Berdasarkan catatan pertubuhan yang melakukan pencatatan salasilah para habib ini, Ar-Rabithah,[6] ada sekitar 20 juta orang di seluruh dunia yang dapat menyandang gelar ini (disebut Habaib) dari 114 marga. Hanya keturunan laki-laki saja yang berhak menyandang gelar habib.

Catatan kakiSunting

  1. ^ "Kamus besar bahasa Indonesia; Habib". Diakses tanggal 6 September 2020. 
  2. ^ Islam Nusantara (4 November 2017). "Melacak Asal-Usul Habib di Indonesia (1): Siapakah Habib?". Diakses tanggal 6 September 2020. 
  3. ^ Kumparan (13 Januari 2017). "Mereka yang Layak Disebut Habib". Diarsipkan dari versi asli Periksa nilai |url= (bantuan) tanggal 2020-06-25. Diakses tanggal 6 September 2020. 
  4. ^ Subhan, Albar (2020-11-13). "Tak Semua Habib Keturunan Rasul, Lalu Apa Beda Habib, Syarif dan Sayyid? | Muslim Obsession" Periksa nilai |url= (bantuan). Diakses tanggal 2022-07-27. [pranala nonaktif permanen]
  5. ^ Muhammad Nor Farhan. Nama, Panggilan, Gelaran, Pangkat Nama, Nama Keturunan Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.
  6. ^ Pertubuhan ini mulanya berpusat di Hadramaut. Sekarang pusat kegiatan terdapat di Tanah Abang, Jakarta, karena Indonesia merupakan negara dengan populasi habib terbanyak.