Abad Pencerahan

(Dialihkan dari Zaman Pencerahan)


Abad Pencerahan atau Zaman Pencerahan (bahasa Inggris: Age of Enlightenment ; bahasa Jerman: Aufklärung) adalah suatu masa di sekitar abad ke-18 di Eropa yang diketahui memiliki semangat revisi atas kepercayaan-kepercayaan tradisional, memisahkan pengaruh-pengaruh keagamaan dari pemerintahan. Bertolak dari pemikiran ini, masyarakat mulai menyadari pentingnya diskusi-diskusi dan pemikiran ilmiah. Ideologi Sekularisme menjadi dasar tonggak peradaban maju Eropa.

Zaman pencerahan dapat pula dikatakan secara sederhana sebagai pergeseran dari zaman kegelapan, karena belum adanya pemahaman dan penerimaan kepada ilmu pengetahuan, kepada sebuah masa yang mulai menerima pengetahuan. Pencerahan berangsur menjadi sebuah keyakinan di tengah masyarakat.[1]

Gerakan awalnya bermula dari Perancis, lalu bergerak menyebar ke seluruh wilayah Eropa. Penentangan pun dihadapi, terutama dari kaum keagamaan seperti kegerajaan. Zaman ini pun menaruh kecurigaan bahkan permusuhan kepada para pemuja ketuhanan. Hal itu karena pada kaum ketuhanan, segala hal dikembalikan pemahamannya kepada Tuhan dan jiwa. Sementara, para pemikir tidak sepakat dengan pembuktian berdasarkan wahyu, tanpa bukti empiris dan rasional.

Zaman ini ditandai dengan jelas dengan pesatnya kemunculan ilmu-ilmu pengetahuan, dan juga para filsuf yang menyepakati kemampuan manusia untuk berpikir. Manusia ditempatkan sebagai individu yang tidak lagi harus terikat kepada apapun, melainkan harus berani dan merdeka menggunakan akal dan pemikirannya.

Semangat ini kemudian ditularkan pula kepada koloni-koloni Bangsa Eropa di Asia, termasuk Indonesia, walaupun Indonesia bukan negara yang berpaham Sekularisme. Contoh nyatanya adalah pendirian Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Museum Gajah), suatu perhimpunan untuk menelaah ditinjau dari riset-riset ilmiah.

Zaman Pencerahan terjadi sekitar tahun 1687 - 1789M, adalah masa-masa yang produktif bagi sejarah budaya barat. Seperti ditemukannya bubuk mesiu, mesin cetak, dan kompas yang menjadi perubahan besar, serta mempengaruhi dunia hingga saat ini,

Terdapat 4 ciri Transformasi di Zaman Pencerahan:

  1. Kapitalisme awal/Merkantilisme
  2. Kemandirian/Individualisme
  3. Berperannya aspek-aspek rasional/Rasionalisme
  4. Pesatnya kemajuan teknologi/Empirisme

Sebuah pernyataan populer pada zaman pencerahan juga muncul dari tokoh besear Imanuel Kant, yaitu zaman ini akan membuat manusia dapat mencapai status dan kapasitasnya sebagai seorang dewasa dan rasional.

Filsafat Besar Zaman PencerahanSunting

RasionalismeSunting

Tokoh-tokoh populer pada zaman rasionalisme adalah:

  • Descartes, disebut juga sebagai bapak filsafat modern
  • Spinoza, ilmuwan terkemuka dengan substansi tunggal pada alam
  • Leibniz, seorang filsuf dan matematikawan dari Jerman

EmpirismeSunting

Bermula dari Inggris, dengan tokoh terkemuka Francois Bacon yang menyatakan bahwa pengalaman merupakan sumber kebenaran paling terpercaya.

Tokoh-tokoh populer zaman empirisme adalah:

Ilmuwan Besar Zaman PencerahanSunting

Dampak Zaman Pencerahan Bagi Dunia[2]Sunting

  1. Berkembangnya paham sekulerisme, humanisme, dan individualisme
  2. Agama bukan lagi menjadi hal utama dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Eropa
  3. Perkembangan ilmu filsafat
  4. Muncul kaum cendekiawan dengan pemikiran-pemikiran kritis
  5. Muncul ideologi-ideologi baru di dunia, termasuk Indonesia

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Age_of_Enlightenment

  1. ^ Sutendy, Uu Adkur (2019-05-28). "DAMPAK PENEMUAN-PENEMUAN ILMU PENGETAHUAN TERHADAP KONSEP KETUHANAN PADA ZAMAN PENCERAHAN". Jurnal Artefak. 3 (2): 221–230. doi:10.25157/ja.v3i2.1102. ISSN 2580-0027. 
  2. ^ Media, Kompas Cyber (2021-07-27). "Aufklarung, Zaman Pencerahan di Eropa Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-11-04.