Buka menu utama
Tiga orang pria Suku Belu (Tetum) di Suai, Timor Leste, berpakaian tradisional.

Suku Belu, atau disebut juga Suku Tetun/Tetum, adalah salah satu penduduk asli Pulau Timor.[1][2][3] Suku ini mendiami sebagian besar Kabupaten Belu, dan bahasa mereka disebut dengan Bahasa Tetun.[3][4] Selain di Timor Barat, suku ini juga terdapat di Timor Leste.[4]

Berdasarkan cerita adat, Suku Belu dipercayai sebelumnya berasal dari Malaka, kemudian berpindah ke beberapa tempat sebelum akhirnya tiba di Pulau Timor, yaitu di Belu selatan.[4]

Salah satu tarian tradisional suku Belu adalah Tari Likurai, yang ditarikan oleh kaum wanita untuk menyambut tamu atau pejuang yang kembali dari perang.[1]

Wanita suku Belu yang akan dan telah menikah, dahulu secara tradisional akan memakai tato dengan motif tertentu yang melambangkan status sosial mereka.[5] Para pengantin pria dan wanita Suku Belu juga memiliki pakaian adat yang dilengkapi hiasan kepala, kain, kalung, giwang, serta perhiasan-perhiasan lainnya yang memiliki corak dan makna yang khas.[5]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Kristi, Navita (2012). Fakta Menakjubkan Tentang Indonesia; Wisata Sejarah, Budaya, dan Alam di 33 Provinsi: Bagian 3. Cikal Aksara. ISBN 602-8526-67-3. 
  2. ^ Dianawati, Ajen (2004). Rpul Sd. Wahyu Media. ISBN 9789793806655. 
  3. ^ a b Siburian, Robert. Beta Orang Kupang: Mengenal John Haba Lewat Para Sahabat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 9786024334321. 
  4. ^ a b c Kana, Christoffel (1986-01-01). Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 
  5. ^ a b Husni, Muhammad; Siregar, Tiarma Rita (2000-01-01). Perhiasan Tradisional Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan.