Stasiun Giham

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Way Kanan

Stasiun Giham (GHM) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Tanjung Raja Giham, Blambangan Umpu, Way Kanan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +44 meter ini termasuk dalam Divisi Regional IV Tanjungkarang.

Stasiun Giham

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GHM.png
LokasiTanjung Raja Giham, Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung 34764
Indonesia
Ketinggian+ 44 m
OperatorDivisi Regional IV Tanjungkarang
Letak dari pangkalkm 172+949 lintas Panjang-Tanjungkarang-Prabumulih[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang agak rendah)
Jumlah jalur2:
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda ke arah Tanjungkarang sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Kertapati
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda dari arah Tanjungkarang
Informasi lain
Kode stasiun
  • GHM
  • 6703
KlasifikasiIII/kecil[2]
Layanan
Semua perjalanan kereta api yang mengarah ke Kertapati hanya berhenti untuk perpindahan dari jalur ganda menuju jalur tunggal, tidak melayani naik turun penumpang
Lokasi pada peta
Stasiun Giham berlokasi di Indonesia
Stasiun Giham
Stasiun Giham
Lokasi di Indonesia

Terkait jalur ganda segmen Giham–Cempaka, segmen Giham–Blambangan Umpu menjadi segmen pertama yang telah dibuat pada tahun 2008, tetapi sempat mangkrak lantaran dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian di atas tanah yang labil, sehingga PT KAI Subdivre III.2 menolak untuk mengoperasikannya.[3] Proyek ini kemudian dilanjutkan lagi pada tahun 2013–2014. Pada akhirnya, jalur segmen ini dapat beroperasi parsial pada tahun 2016 dan mulai diuji coba penuh di seluruh segmen pada Agustus 2018.[4][5][6]

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen tersebut rampung, jalur 1 kini dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda ke arah Tanjungkarang sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Baturaja-Kertapati, sedangkan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk jalur ganda dari arah Tanjugkarang.

Saat ini semua perjalanan kereta api yang menuju Baturaja, Prabumulih dan Palembang, baik kereta api penumpang, barang, bahkan KLB sekalipun, diwajibkan berhenti di stasiun ini selama kurang lebih 2 menit berdasarkan Gapeka 2019. Hal ini harus dilakukan karena stasiun ini merupakan peralihan dari jalur ganda menuju jalur tunggal, sehingga agar meyakinkan bahwa petak jalur di depannya aman dari kereta api lain, kereta diberhentikan sejenak hingga jalur di depannya aman.

Meskipun kereta api penumpang menuju Baturaja-Palembang berhenti di stasiun ini, stasiun ini tidak melayani aktivitas naik turun penumpang.

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Rel KA di Blambangan Umpu Terlantar". Sriwijaya Post. Diakses tanggal 2019-04-18. 
  4. ^ "KAI Bangun Rel Ganda Tanjung Enim-Tarahan Rp1,5 Triliun | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-04-17. 
  5. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2018-09-05). "Kemenhub Bakal Bangun Jalur Ganda Kereta Api di Lampung - VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2019-04-17. 
  6. ^ "KAI Divre IV Tanjung Karang Selesaikan Pembangunan 111 Km Rel Dua Ganda | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-04-17. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tanjungrajo
ke arah Prabumulih
Prabumulih–Panjang Blambangan Umpu
ke arah Panjang

Koordinat: 4°25′14″S 104°29′38″E / 4.420600°S 104.493894°E / -4.420600; 104.493894