Buka menu utama

Ayu Laksmi lahir di Singaraja, Bali, 25 November 1967. dengan nama lengkap I Gusti Ayu Laksmiyani. Seniman multi talenta , penyanyi, penulis lagu, aktris film dan teater berkebangsaan Indonesia asal Bali. Proses kreatifnya dijalani secara otodidak sejak usia dini. Bakat yang ada di dirinya, ditempa dan dibentuk kembali tanpa henti. Ayu Laksmi konsisten mengasah talenta dalam berbagai dunia seni. Bali tetap dipilih sebagai tempat berproses belajar sendiri dari literatur dan diskografi musik. Mengenali, menghayati, mengalami, dan mencoba, adalah proses penempaan yang tak pernah usai, bahkan masih dilakukannya hingga hari ini.

Ayu Laksmi
Ayu Laksmi
Latar belakang
Nama lahir I Gusti Ayu Laksmiyani
Lahir 25 November 1967 (umur 52)
Bendera IndonesiaSingaraja, Buleleng, Bali, Indonesia
Jenis musik world, ethnic, rock, pop
Pekerjaan penyanyi, penulis lagu, penari, aktris film & teater
Instrumen vokal, Penting alat musik petik tradisi Kecapi Bali
Tahun aktif 1972 – sekarang
Perusahaan rekaman Team Record Production (1991)
Demajors (2011-sekarang)
Orang tua I Gusti Putu Wiryasutha (alm)
I Gusti Ayu Sri Haryati

Pada tahun 2010 meluncurkan album idealis bernuansa World Music, berjudul Svara Semesta, kemudian disusul Svara Semesta 2 pada tahun 2015. Pada masa itu sekaligus membentuk group musik Svara Semesta.

Nama Ayu Laksmi kembali terdengar dalam dunia hiburan tanah air, bukan hanya dalam dunia musik namun juga dalam dunia seni peran. Tahun 2017 dalam Film Pengabdi Setan besutan sutradara Joko Anwar, telah melambungkan namanya hingga memperoleh banyak penghargaan. Dalam film tersebut Ayu Laksmi mendapat julukan,”IBU”.

Perjalanan karierSunting

Ayu dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mencintai seni, terutama seni musik. Sejak mengenal dunia panggung pada usia 4 tahun, Ayu mulai aktif berpartisipasi dalam berbagai festival seni, baik dalam skala lokal, nasional, bahkan internasional.

Dalam kurun waktu yang cukup lama, Ayu Laksmi mengawali karirnya dalam berbagai Festival seni, baik musik dan tari. Nama Ayu Laksmi mulai dikenal ketika menjuarai BRTV Bintang Radio Televisi tingkat Propinsi Bali di Tahun 1983 untuk versi Trio bersama kedua kakaknya Ayu Weda dan Ayu Partiwi dalam Trio Ayu Sisters. Kelompok Trio ini mewakili Bali di tingkat nasional, dimana Trio Ayu Sisters memperoleh penghargaan sebagai Juara III dan sekaligus dinobatkan sebagai Trio Berpenampilan terbaik.

Ayu Laksmi juga dikenal sebagai salah satu lady rocker di blantika musik nasional di era tahun 1984-1993 dimana Ayu merupakan salah satu penyanyi asal Bali yang berhasil menembus industri musik nasional. Beberapa single dan soundtrack film yang dinyanyikannya, cukup akrab di telinga para pecinta musik Indonesia pada masa itu. Pada tahun 1989 Ayu kontribusi dalam album kompilasi Indonesia's Top 10 dg single Tak Selalu Gemilang ciptaan Didi AGP, Sound track film Catatan Si Boy 2 dengan lagu Hello Sobat ciptaan Harry Sabar. Pada tahun 1991 meluncurkan album perdana berjudul,Istana yang Hilang,arranger Raidy Noor. Namun setelah album itu beredar namanya langsung menghilang dari industri musik Indonesia.

Ayu kembali hijrah ke Bali pada tahun 1992 guna melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Udayana, dan lulus sebagai Sarjana Hukum pada tahun 1993.

Pada tahun 1995 -1997 Ayu Laksmi bergabung dengan kelompok Band ternama di Bali Tropical Transit, yang dimotori oleh Riwin,salah satu anggota group Pahama, tergabung dalam band ini Ayu Laksmi belajar sebagai entertainer,dia juga menjelajah berbagai aliran musik seperti Jazz, Latin, dan berbagai genre lain. Ayu Laksmi bernyanyi di berbagai venue, dari cafe,restaurant,hotel, sampai kapal pesiar dan sempat berlayar menjelajah lautan Karibia.

Tahun 2002 Ayu kembali meramaikan pentas musik Indonesia dengan image baru, menggabungkan unsur musik tradisi timur dan modern, saat itu ia juga terlibat aktif dalam program Bali For The World, acara ini adalah program recovery karena musibah Bom Bali.

Walau tak sepenuhnya sebagai vocalist tetap,dalam beberapa festival Ayu Laksmi masih mendukung band Tropical Transit.

Pada tahun 2006 ia sempat pula memperkuat kelompok musik rohani Hindu Nyanyian Dharma yang dimotori oleh Dewa Budjana.

Di penghujung tahun 2009 Ayu Laksmi resmi mengundurkan diri dari berbagai kelompok musik dimana ia pernah terlibat sebagai vocalist.

Pada tahun 2010 ia meluncurkan karyanya sendiri berjudul album Svara Semesta. Bersamaan dengan peluncuran album tersebut, ia juga membentuk group musik yang dimotori oleh dirinya sendiri diberi nama sama dengan judul albumnya, Svara Semesta. Seiring dengan berjalannya waktu, Group beraliran World Music ini berkembang menjadi sebuah komunitas seni, anak anak muda yang kreatif yang terdiri dari: musisi, penari,teater, berbakat, berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Bersama group inilah Ayu Laksmi kembali menjelajah panggung panggung besar festival seni budaya baik di Indonesia juga dunia international.

2008: Awal karier dalam dunia seni peranSunting

Di bawah arahan sutradara kenamaan Garin Nugroho dalam film berjudul “Under The Tree”.

2010/2011: Album terbaru Svara Semesta - Svara Semesta 2 (2015)Sunting

Kini Ayu merasa semua penjelajahan dari panggung ke panggung telah memberinya pelajaran berharga. Ia kembali meluncurkan album solo bertajuk Svara Semesta. Album ini mempunyai warna sangat berbeda dengan album sebelumnya. Dalam Album Svara Semesta Ayu Laksmi mengemasnya dengan Genre World Music, serta berthemakan cinta kasih antara manusia dengan manusia, semesta dan Sang Maha. Syair syair dari lagu Ayu Laksmi dalam Album Svara Semesta ditulis dalam 5 Bahasa yaitu ; Sanskrit, Kawi, Bali, Indonesia, Inggris. Dalam album ini, Ayu sekaligus berperan menjadi produser, penulis lagu, juga menciptakan sendiri komposisi musik dasar di awal proses penciptaan .

Untuk penggarapan album, Ayu bekerja sama dengan Eko Wicaksono, music director dan arranger berprestasi yang berdomisili di Bali. Beberapa arranger lainnya yang menggarap lagu-lagunya antara lain Budjana. Ayu juga merangkul arranger asing, Peter Brambl dan Robert Webber. Masih banyak musisi pendukung dan penyanyi yang turut berpartisipasi memberi sentuhan dalam albumnya kali ini. Ayu Laksmi juga merangkul komunitas Sastrawan asal Bali seperti Cok Sawitri, Sugi Lanus, dll. Pada tahun yang sama Ayu Laksmi membentuk group band yang juga diberi nama Svara Semesta, kini Svara Semesta bukan hanya menjadi nama dari Album Ayu Laksmi, tapi juga berkembang sebagai salah satu Komunitas Seni di Bali, yang terdiri: musik,tari, sastra,theater, photography, videographer,film/movie maker, spiritualist.

FilmografiSunting

Tahun Film Peran Sutradara Ket.
2008 Under The Tree
Dewi
Garin Nugroho
2012 Ngurah Rai Ibunda Ngurah Rai Dodid Widjanarko film dokumenter
2013 Soekarno: Indonesia Merdeka
Ida Ayu Nyoman Rai
Hanung Bramantyo
2008 Sekala Niskala
Ibu
Kamila Andini
Pengabdi Setan
Ibu
Joko Anwar
2019 Bumi Manusia
Ibunda Minke
Hanung Bramantyo
2020 Buya Hamka
Andung (Nenek Buya Hamka)
Fajar Bustomi

DiskografiSunting

Album kompilasi Label Team record Format kaset
Tahun Rincian Album
1991 Istana yang Hilang
  • Album studio pertama
  • Label: Team Record Production
  • Format: kaset
2011 Svara Semesta
2015 Svara Semesta 2


Penghargaan dan NominasiSunting

Tahun Penghargaan Kategori Film Hasil
2008 Festival Film Indonesia
Pemeran Utama Wanita Terbaik
Under The Tree Nominasi
2009 Indonesia Film Critics Society
Breakthrough Actress
Menang
2017 Festival Film Tempo
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Pengabdi Setan Menang
2018 Indonesian Box Office Movie Awards
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Menang
Festival Film Indonesia
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Sekala Niskala Nominasi
Malaysia International Film Festival
Best Supporting Actress
Nominasi
Festival Film Tempo
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Nominasi
Indonesian Movie Actors Awards
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Nominasi
2019 Piala Maya
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Nominasi
Festival Film Indonesia
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Bumi Manusia TBA

PENGHARGAAN DI DUNUA MUSIKSunting

  • 20 Album Terbaik versi Tempo 2012, Album Ayu Laksmi, Svara Semesta

PENGHARGAAN LAINSunting

  • Duta Perdamaian, Penghargaan dari Komunitas Gema Perdamaian Bali, 2015
  • Duta Lingkungan Hidup Bali, Bali’s Environment Ambassador, 2005

Pranala luarSunting