Universitas Kristen Tentena

(Dialihkan dari STT GKST)

Universitas Kristen Tentena atau Sekolah Tinggi Theologia Tentena, lebih dikenal dengan singkatan UNKRIT, adalah sebuah perguruan tinggi swasta Kristen yang terletak di kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia. Universitas ini berdiri pada tanggal 1 Mei 2007 dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Universitas ini memiliki 8 fakultas dan 4 program studi.

Universitas Kristen Tentena
Lambang Universitas Kristen Tentena
RektorAmmosius Meringgi

SejarahSunting

Pada tahun 1980, dalam sidang Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), muncul gagasan untuk mendirikan perguruan tinggi Kristen yang berdiri sendiri. Setelah Kerusuhan Poso terjadi, ide tersebut kembali muncul dan menjadi kebutuhan yang mendesak. Pada sidang Sinode GKST tahun 2004, seluruh jemaat bersepakat untuk menjalankan gagasan tersebut dengan segera meningkatkan status Sekolah Tinggi Theologia GKST menjadi Universitas Kristen.[1]

Majelis Sinode GKST sebagai lembaga tertinggi di GKST kemudian menyiapkan alat kelengkapan perguruan tinggi. Universitas ini didirikan oleh GKST dibawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi GKST Tentena (YPTK-GKST), dan melakukan persiapan bersama dengan Panitia Persiapan Pendirian Universitas dan Rektorat untuk memudahkan terlaksananya pengembangan perguruan tinggi yang berdiri sendiri.[1]

Untuk merealisasikan gagasan ini, Majelis Sinode GKST memutuskan untuk mendirikan perguruan tinggi dengan mengembangkan STT–GKST menjadi Universitas yang diberi nama Universitas Kristen Tentena. Universitas ini sudah dibuka lebih dulu dan memulai tahun ajaran pertama pada tahun ajaran 2007/2008.[1]

Pada tanggal 1 Mei 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir di Tentena untuk melakukan peletakkan batu pertama untuk pembangunan Gedung Rektorat Universitas Kristen Tentena. Saat itu, dia didampingi oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, Gubernur Sulawesi Tengah Bandjela Paliudju, dan Bupati Poso Piet Inkiriwang.[2]

Pada tahun 2012, semua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNKRIT telah memiliki gelar magister. Hal ini memenuhi salah satu poin pengembangan kualitas sumber daya manusia dalam kualifikasi pendidikan yang ditetapkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.[3]

AkreditasiSunting

Pada tahun 2011 hingga 2013, seluruh fakultas dan program studi di Universitas Kristen Tentena telah di akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).[1]

FakultasSunting

Universitas Kristen Tentena terdiri dari 4 fakultas dan 8 program studi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP)[3]
    • Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini[a]
    • Program Studi Pendidikan Matematika[b]
    • Program Studi Pendidikan Biologi[c]
    • Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris[d]
  • Fakultas Ekonomi (FEKON)
    • Program Studi Ekonomi Pembangunan[e]
    • Program Studi Manajemen[f]
  • Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIPOL)
    • Program Studi: Jurusan Sosial Pedesaan[g]
  • Fakultas Pertanian (FAPERTA)[4]
    • Program Studi: Jurusan Agribisnis[h]

KepemimpinanSunting

RektorSunting

Pada awal pembentukannya, UNKRIT dipimpin oleh rektor Daniel Bawia. Pada tahun 2010, rektor berpindah ke H.H. Lumeno yang menjabat selama satu tahun. Pada tahun 2011, kepemimpinan kembali dipegang oleh Daniel Bawia. Irsan B. Tondowala menjadi rektor pada periode 2012 hingga 2013. Posisinya dilanjutkan oleh Riana Agustin Tindjabate dari tahun 2014 hingga 2015. Frans Sowolino Tobogu menjabat pada tahun 2015. Pada tahun 2016 hingga 2017, Lies Sigilipu Saino terpilih menjai rektor. Rektor saat ini dijabat oleh Ammosius Meringgi.[3]

  • Daniel I. Bawias (2007-2009)
  • H.H. Lumeno (2010)
  • Daniel I. Bawias (2011)
  • Irsan B. Tondowala (2012-2013)
  • Riana Agustin Tindjabate (2014)
  • Frans Sowolino Tobogu (2015)
  • Lie Sigilipu Saino (2016-2017)
  • Ammosius Meringgi (2017-sekarang)

KontroversiSunting

Korupsi mantan rektorSunting

Pada 1 Agustus 2016, mantan rektor UNKRIT, Frans W Sowolino, dipidana dengan pidana penjara selama 4 tahun. Putusan itu dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Tipikor Palu. Sebelumnya, Frans telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi untuk dana program hibah pembinaan Perguruan Tinggi Swasta pada tahun 2013. Dana hibah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2013 yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) dengan total anggaran senilai 1,1 miliar rupiah.[5]

Catatan kakiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Sejarah Universitas Kristen Tentena". UNKRIT. Diakses tanggal 13 Oktober 2016. 
  2. ^ "Di Tentena, SBY Resmikan Sekolah Tinggi Teologia". Sekretariat Negara Republik Indonesia. Diakses tanggal 13 Oktober 2016. 
  3. ^ a b c "Profil Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Tentena". UNKRIT. Diakses tanggal 13 Oktober 2016. 
  4. ^ "Fakultas Pertanian Universitas Kristen Tentena". UNKRIT. Diakses tanggal 13 Oktober 2016. 
  5. ^ "Mantan Rektor UNKRIT Tentena Divonis Empat Tahun Penjara". MetroSulawesi. Diakses tanggal 13 Oktober 2016.