Kabupaten Banggai

kabupaten di Sulawesi Tengah, Indonesia

Kabupaten Banggai, adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Luwuk. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 9.672,70 km² (data UU No 51/1999), dan berpenduduk sebanyak 376.808 jiwa (2019). Kabupaten Banggai dulunya merupakan bekas Kerajaan Banggai yang meliputi wilayah Banggai daratan dan Banggai Kepulauan. Pada tahun 1999 Kabupaten Banggai dimekarkan menjadi Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan.[3]

Kabupaten Banggai
Kantor Bupati Banggai
Kantor Bupati Banggai
Lambang Kabupaten Banggai.tif
Lambang
Motto: 
Mompo Sa'angu Nurung Mompo Sa'angu Tanga'
Locator Kabupaten Banggai.svg
Kabupaten Banggai is located in Sulawesi
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai is located in Indonesia
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai
Koordinat: 0°57′26″S 122°33′31″E / 0.957091°S 122.558593°E / -0.957091; 122.558593
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Tengah
Tanggal peresmian4 Juli 1959
Dasar hukumUU Nomor 29 Tahun 1959
Hari jadi8 Juli 1960
Ibu kotaLuwuk
Pemerintahan
 • BupatiAmirudin Tamoreka
 • Wakil BupatiFurqanuddin Masulili
 • Sekretaris DaerahIr. Abdullah, M.Si[1]
 • Ketua DPRDSuprapto N
Luas
 • Total9.672,70 km2 (3,734,65 sq mi)
Populasi
 • Total376.808 jiwa
 • Kepadatan39,36/km2 (101,9/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 75,61%
Kristen 16,50%
- Protestan 15,61%
- Katolik 1,52%
Hindu 7,39%
Buddha 0,37%[3]
 • BahasaSaluan, Banggai, Balantak & Indonesia
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode pos
94712
Kode telepon
Daftar
  • 0461 - Luwuk
  • 0463 - Bunta
Kode Kemendagri72.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan23 kecamatan
Jumlah kelurahan46 kelurahan
Jumlah desa291 desa
DAURp 912.719.353.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 70,52 (2020)
Tinggi[5]
Bandar udaraSyukuran Aminuddin Amir
Situs webwww.banggaikab.go.id
Wanita dari suku Balantak (1913)

Kabupaten Banggai merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik berupa hasil laut (ikan, udang, mutiara, rumput laut dan sebagainya), aneka hasil bumi (kopra, sawit, coklat, beras, kacang mente dan lainnya) serta hasil pertambangan (nikel yang sedang dalam taraf eksplorasi) dan gas (Blok Matindok dan Senoro).

SejarahSunting

Sejarah Kabupaten Banggai sangat berhubungan erat dengan Sejarah Kerajaan Banggai, oleh karena itu pembahasan sejarah Kabupaten Banggai tidak terlepas juga dengan pembahasan sejarah kerajaan Banggai. Selain itu, Sejarah Kabupaten Banggai sangat berhubungan erat dengan sejarah Pemerintahan Kolonial Belanda dan Jepang di wilayah kerajaan Banggai. Yang ketiga, sejarah Kabupaten Banggai berhubungan erat dengan sejarah pergolakan rakyat Kabupaten, untuk menuntut dan berjuang terbentuknya daerah otonom, melalui wadah "Badan Perjuangan Otonomi Daerah " disingkat "BPOD" Kabupaten Daerah Swatantra Tingkat II (DASWATI) Banggai.[6]

Hubungan erat dengan kerajaan Banggai yang paling menonjol adalah luas wilayah Kabupaten Banggai berdasarkan UU Nomor 59 Tahun 1959 tanggal 4 Juli 1959 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II di Sulawesi, sama luasnya dengan luas kerajaan Banggai. Pemerintah Belanda telah meninggalkan bekas jajahannya antara lain dengan membentuk administrasi pemerintahan Afdeling Ooskost van Celebes (907) dan Onderafdeling Banggai (1932), administrasi ini sangat digunakan oleh pemerintah Pusat dalam menyusunan UU pembentukan Kabupaten Dati II di Sulawesi.

Melalui perjuangan tokoh politik, organisasi Pemuda dan Pelajar Banggai dan dukungan moril, materil dari Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) raja banggai ke-33, Syukuran Aminuddin Amir, maka terbentuk wadah perjuangan terbentuknya Kabupaten Banggai, yaitu BPOD. Anggota perjuangan BPOD Banggai adalah antara lain Djakaria Nurdin Agama (mayor ngopa kerajaan Banggai/KPN), M.H. Wauranagai (PNI), A. Momor (PKI), Jan Posuma (PSII), Ahmad Mile (NU), Badarussalam (Masyumi), Abdul Azis Larekeng (Pemuda/Pelajar Banggai). Tim ini yang langsung berjuang ke Makassar menghadap Gubernur Sulawesi Andi Pangeran Pettarani, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta menemui Menteri Dalam Negeri Sunaryo, dan menemui keberhasilan dengan dikeluarkannya UU Nomor 59 Tahun 1959 tanggal 4 Juli 1959 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II di Sulawesi.

Tim BPOD Banggai lainnya yang berjuang di Luwuk-Poso-Makassar dan Jakarta, yaitu Aco Dg. Matorang (PSII), Azis Sinukun (NU), Djen Djalumang (NU), T.S.Nullah (Komite XII), Agulu Lagonah (Komite XII), H.Thalib (Muhammdiyah), Siradjuddin Datu Adam (Muhammadiyah), Malajo Ahmad (Muhammadiyah), Ema Hamid (Wanita Bangga), Ena Musa (Pemuda Banggai), Faruk Zaman (KAPPI), Kahar dangka (KAPPI/KAMI).[6]

GeografiSunting

Luas wilayah Kabupaten Banggai 9.672,70 km2 atau sekitar 14,22 persen dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dan wilayah teritorial laut 20.309,68 km2 serta panjang garis pantai sepanjang 613,25 km. Wilayah Kabupaten Banggai sebagian besar terdiri dari pegunungan dan perbukitan, sedangkan daratan rendah yang ada pada umumnya terletak di sepanjang pesisir pantai.

Kabupaten Banggai dengan Ibu kota Luwuk hingga tahun 2012 secara administratif terdiri atas 23 kecamatan 339 desa/kelurahan. Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 oleh BPS, jumlah penduduk Kabupaten Banggai mencapai 323.872 jiwa, terdiri dari laki-laki 165.266 jiwa dan perempuan 158.606 jiwa dengan sex rasio 104. Laju pertumbuhan penduduk 0,45 persen pertahun, sedangkan tingkat kepadatan penduduk rata-rata 31 jiwa/km2.

Batas WilayahSunting

Utara Teluk Tomini
Timur Laut Maluku dan Kabupaten Banggai Kepulauan
Selatan Selat Peling dan Kabupaten Banggai Kepulauan
Barat Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Morowali Utara

Iklim dan CuacaSunting

Kondisi iklim di Kabupaten Banggai dapat digambarkan sebagai berikut : Rata-rata curah hujan selama kurun waktu 2007-2011 yang tercatat pada Stasiun Meteorologi Bubung Luwuk berkisar antara 77,8 – 190,6 mm. Dengan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan April sampai Juli, sedangkan curah hujan yang terendah terdapat pada bulan Agustus sampai Februari. Rata-rata hari hujan 14-18 hari perbulan. Beberapa kondisi ekstrim terjadi yaitu curah hujan tertinggi pada Tahun 2010 pada bulan Desember (284,9 mm) dan tahun 2011 terjadi pada bulan Februari (303,9 mm).

Suhu udara maksimum rata-rata selang 2007-2011 tercatat 29,6 °C – 33,1°C, Suhu udara minimum 21,7 °C – 24,8 °C. Suhu maksimum yang pernah terjadi yaitu pada bulan Februari 2010 (36,0 °C). Sedangkan suhu minimum yang pernah terjadi yaitu Bulan Mei dan Nopember 2010. Suhu udara rata-rata pada stasiun Metereologi Bubung Luwuk tahun 2007-2011 adalah 26,8 °C – 28,2 °C.

Kabupaten Banggai agak berbeda dengan daerah lain pada umumnya, selama tahun 2012 mengalami musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan ini dapat digolongkan menjadi tiga jenis berdasarkan frekuensi curah hujan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Curah hujan tinggi terjadi pada bulan Juli sekitar 301 mm, sedang pada bulan Agustus sekitar 113,3 mm, dan rendah pada bulan September 36,1 mm.

Sepanjang tahun 2012, suhu udara terendah yaitu 23,30C terjadi pada bulan Agustus dan tertinggi sebesar 32,10C pada bulan Nopember.

Arah angin terbanyak selama tahun 2012 yaitu dari posisi Barat dengan kecepatan rata-rata 7 knot. Kecepatan angin tertinggi pada bulan Maret dan terendah bulan Desember.

AksesibilitasSunting

Untuk menuju ke Kabupaten Banggai dapat ditempuh melalui transportasi darat, laut maupun udara. Dari Kota Palu ibukota Provinsi, menuju Luwuk ibukota Kabupaten Banggai dapat ditempuh melalui jalan darat memakai sarana perhubungan kendaraan umum yaitu bus-bus kecil dan sedang, atau dengan kendaraan carteran, menempuh jarak Palu – Luwuk sekitar 610 km, demikian pula dari Kota Makassar dapat ditempuh melalui jalur darat.

 
Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.

Melalui transportasi udara terdapat 4 perusahaan penerbangan (Garuda, Sriwijaya Air, Wings Air dan Express Air) yang melayani rute-rute penerbangan reguler setiap hari menuju Luwuk dari Palu, Makassar dan Manado.

 
Pelabuhan Luwuk.

Sedangkan pintu masuk melalui laut adalah melalui Pelabuhan Luwuk yang dilayani oleh kapal Pelni (KM.Tilong Kabila) dengan rute Luwuk ke Makassar dan Luwuk ke Kota Bitung (Manado), serta melalui Pelabuhan Pagimana yang dilayani dengan kapal penyeberangan ASDP dengan rute Pagimana-Gorontalo. Luwuk juga menjadi akses poin utama bagi transportasi lanjutan menuju ke Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut yang dilayani dengan kapal penyeberangan maupun kapal angkutan rakyat yang tersedia setiap hari.

PemerintahanSunting

BupatiSunting

No. Foto Nama Awal Menjabat Akhir Menjabat Wakil Bupati Keterangan Ref.
1 Bidin 1 Juli 1960 14 Juni 1963
2 R. Atje Slamet 14 Juni 1963 05 Februari 1969
3 Drs. F. Simak 06 Februari 1969 19 Juni 1973
4 Drs. A. Azis Larekeng 19 Juni 1973 14 Desember 1973 Pelaksana tugas Bupati
5 Drs. Eddy Singgih 14 Desember 1973 22 Juni 1978
6 Drs. H. Malaga 22 Juni 1978 20 November 1980 Pelaksana tugas Bupati
7 Joesoef Soepardjan 20 November 1980 23 November 1985
8 Drs. H. M. Junus 23 November 1985 4 Mei 1986 Pelaksana tugas Bupati
4 Mei 1986 6 Mei 1996 Bupati definitif
9 Sudarto, S.H. 6 Juni 1996 6 Juni 2000 H. Basri Sono
6 Mei 2001 19 November 2005
10 Drs. Ma'mun Amir 19 November 2005 9 Mei 2006 Pelaksana tugas Bupati
11 H. Bandjela Paliudju 9 Mei 2006 8 Juni 2006 Pelaksana tugas Bupati
11 Drs. H. Ma'mun Amir 8 Juni 2006 8 Juni 2011 Drs. Musdar Amin, MM
12 H. M Sofhian Mile, SH. MH. 8 Juni 2011 8 Juni 2016 Ir. H. Herwin Yatim, M.M.
13 Ir. H. Herwin Yatim, MM. 8 Juni 2016 8 Juni 2021 H. Mustar Labolo
14 Ir. H. Amirudin Tamoreka 8 Juni 2021 sekarang Drs. Furqanuddin Masulili [7]


Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banggai dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 2   2
  Gerindra 4   4
  PDI-P 6   10
  Golkar 9   5
  NasDem 4   6
  PKS 3   3
  Perindo (baru) 1
  PAN 3   3
  Hanura 2   1
  Demokrat 2   0
Jumlah Anggota 35   35
Jumlah Partai 9   9

KecamatanSunting

Kabupaten Banggai terdiri dari 23 kecamatan, 46 kelurahan dan 291 desa dengan luas wilayah 9.672,70 km² dan jumlah penduduk sebesar 359.495 jiwa dengan sebaran penduduk 37 jiwa/km².[10]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banggai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah Desa Daftar
Desa/Kelurahan
72.01.06 Balantak 3 10
72.01.18 Balantak Selatan 11
72.01.19 Balantak Utara 10
72.01.01 Batui 7 6
72.01.15 Batui Selatan 10
72.01.08 Bualemo 20
72.01.02 Bunta 4 18
72.01.03 Kintom 3 11
72.01.05 Lamala 12
72.01.16 Lobu 10
72.01.04 Luwuk 8 2
72.01.20 Luwuk Selatan 9 1
72.01.11 Luwuk Timur 13
72.01.21 Luwuk Utara 2 9
72.01.22 Mantoh 10
72.01.10 Masama 14
72.01.14 Moilong 16
72.01.23 Nambo 6 5
72.01.13 Nuhon 20
72.01.07 Pagimana 3 30
72.01.17 Simpang Raya 12
72.01.09 Toili 1 24
72.01.12 Toili Barat 17
TOTAL 46 291


PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

Pantai Kilo LimaSunting

Objek wisata ini ramai dikunjungi oleh masyarakat kota Luwuk karena letaknya dekat dari kota. Deretan kios, kafe serta warung makan menjadi pemandangan khas. Ombak pun Beriring menghempas pantai mengiringi keceriaan pengunjung. Bersampan, berenang, ski atau selancar merupakan atraksi yang dapat dilakukan di pantai Kilo Lima. Usai atraksi pengunjung dapat melepas kepenatan sembari menikmati makanan khas seperti nasi goreng, pisang goreng atau minuman segar.

Cagar Alam SalodikSunting

 
Air terjun Salodik

Salodik memiliki panorama alam yang indah terletak 27 kilometer dari kota Luwuk. Untuk mencapai Cagar Alam (Suaka Margasatwa) Salodik ditempuh dengan kendaraan roda empat selama 40 menit dari Kota Luwuk.

Daya tarik utama Cagar Alam Salodik berupa air terjun bersusun-susun. Selain air terjun, objek yang berada pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut ini memiliki hutan yang lebat. Kicauan burung dari balik dedaunan yang rimbun seakan menyapa setiap pengunjung. Karena alamnya yang indah, Belanda pernah mendirikan pesanggrahan di lokasi ini. Puing-puing tempat peristirahatan bekas peninggalan Belanda tersebut masih ada sampai sekarang.

Ondorneming TobelombangSunting

Tobelombang adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai sekitar 425 km dari kota Palu. Menurut tetua adat Tobelombang, Bapak Drs. Abino Lumbun, Tobelombang dikenal sebagai Perkebunan Kelapa pada zaman Belanda tahun 1915. Tempat ini telah dikunjungi wisatawan asing yang senang akan wisata sejarah pada masa lampau. Anda masih dapat menyaksikan sisa Peninggalan bersejarah di tempat ini dan disekitar objek wisata ini terbentang pula pemandangan alam yang indah disekitarnya.

Adat istiadatSunting

 
Sebuah benteng di Desa Mendono, Kecamatan Kintom

Kabupaten Banggai, memiliki adat-istiadat leluhur dari suku Loinang (Saluan), Lo'on (Balantak dan Andio), serta Lobo (Banggai, Peling dan Labobo), dan juga mempunyai nama-nama yang dipakai dalam pemerintahan zaman dulu yaitu di tingkat kabupaten dinamakan Tomundo setingkat Bupati, kemudian ada pembantu dengan nama "kapitan laut" dan "mayor ngopa", lalu ada yang dinamakan "sangaji" atau "bosanyo", lalu ada "kapitan" setingkat camat, dan "tonggon" setingkat kepala desa. Kepala desa atau yang biasa disebut tonggon dibantu oleh seorang juru tulis setingkat sekretaris desa, lalu ada kepala jaga.

Di Pagimana ada 3 Kapitan yaitu Kapitan Lambangan, Kapitan Bualemo dan Kapitan Lingketeng, di wilayah Bunta ada 2 kapitan yaitu Kapitan Duhian dan Kapitan Bugis Mangantjo, kemudian di wilayah Lamala ada Kapitan Lasompoh. Dengan bahasa yang telah diteliti oleh Pusat Bahasa Indonesia Jakarta tahun 1986, 1996 dan 2001. Bahasa Saluan, Balantak, Andio dan Banggai sudah masuk dalam ISO 193-3, Registren Outhorrity, edisi 16 tahun 2012.[6]

Pada Tahun 2010, jumlah penduduk Kabupaten Banggai 305.897 jiwa,[11] dengan kepadatan penduduk rata-rata 32 jiwa/km2 (BPS Kab.Banggai), luas wilayah 9.672,70 km2. Secara administrasi dibagi dalam 18 (delapan belas) Kecamatan, 46 Kelurahan, dan 291 Desa, serta 2 (dua) unit Pemukiman Transmigrasi. Pada tahun 2012, jumlah kecamatan bertambah 23 (dua puluh tiga).[6]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Daftar Pejabat di Kabupaten Banggai". www.banggaikab.go.id. Diakses tanggal 19 Mei 2021. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Juli 2021. 
  3. ^ a b "Kabupaten Banggai Dalam Angka 2020". www.banggaikab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 April 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Juli 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Juli 2021. 
  6. ^ a b c d Haryanto Djalumang, "Sejarah Kabupaten Banggai", LP3M Insan Cita. Seminar 10 Maret 2012. Pada tanggal 10 Maret 2012, bertempat di Hotel Dinasty Luwuk, di selenggarakan Seminar sehari tentang "Sejarah Kabupaten Banggai, oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banggai, untuk membahas hasil Penelitian dari LP3M Insan Cita pimpinan Haryanto Djalumang, dengan pembahasa utama Prof. Muh. Taufik Makarao, SH, MH.
  7. ^ "Bupati dan Wakil Bupati Banggai 2021-2024 Resmi Dilantik". kumparan.com. 3 Juni 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-24. Diakses tanggal 17 Juni 2021. 
  8. ^ DPRD Kabupaten Banggai, t.t., Nama Anggota DPRD Kabupaten Banggai Periode 2014-2019, dikunjungi pada 8 Februari 2019.
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Banggai 2019-2024
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-09-19. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  11. ^ 323.872 jiwa, menurut BPS 2010

Pranala luarSunting