SMA Negeri 3 Yogyakarta

sekolah menengah atas di Yogyakarta, Indonesia

SMA Negeri 3 Yogyakarta adalah salah satu sekolah menengah atas yang berada di Yogyakarta, oleh banyak kalangan lebih dikenal dengan nama PADMANABA atau SMA 3 B, merupakan sekolah menengah tertua di Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

SMAN 3 Yogyakarta
Logo SMAN 3 Yogyakarta
Informasi
Didirikan5 Juli 1918
JenisSekolah Negeri
AkreditasiA (2018)
Nomor Statistik Sekolah301046002001
Nomor Pokok Sekolah Nasional20403178
Kepala SekolahKusworo, S.Pd., M.Hum.
Jumlah kelas21 Kelas Reguler
Jurusan atau peminatanIPA dan IPS
Rentang kelasX IPA, X IPS, XI IPA, XI IPS, XII IPA, XII IPS
KurikulumKurikulum 2013
Jumlah siswa672 (enam ratus tujuh puluh dua)
NEM terendah283.00 (2018-2019)
NEM tertinggi399.50 (2018-2019)
Nilai masuk rata-rata371.35 (2018-2019)
Alamat
LokasiJalan Yos Sudarso 7, Yogyakarta, 55224, Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Tel./Faks.(0274) 512856, 520512, 556443, 556442 (faks)
Situs websman3-yog.sch.id
Lain-lain
LulusanKBA PADMANABA
Moto
MotoSchool of Leadership

Pada zaman pendudukan Belanda, sekolah ini dikenal sebagai AMS (Algemeene Middelbare School) afdeeling (bagian) B (ilmu pasti), kemudian pada zaman pendudukan Jepang, sekolah ini bernama Sekolah Menengah Tinggi Bagian B Yogyakarta. Baru pada masa setelah kemerdekaan, sekolah ini bernama Sekolah Menengah Atas Bagian B, dan seiring dengan perubahan kurikulum, pernah menggunakan nomenklatur SMU Negeri 3 Yogyakarta, dan sejak diterapkannya Kurikulum SMA Tahun 2006 hingga sekarang sekolah ini bernama SMA Negeri 3 Yogyakarta, dan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 06 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 127 Tahun 2015 Tentang Penulisan Nama Organisasi Perangkat Daerah, sebutan untuk SMA Negeri 3 Yogyakarta adalah SMAN 3 Yogyakarta.[1]

SejarahSunting

Era AMS (Algemeene Middelbare School) BSunting

SMA Negeri 3 Yogyakarta sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan, sekolah ini telah ada sejak tahun 1918, karena sebuah dokumen menunjukkan bahwa pada tanggal 30 Februari 1938, sekolah ini merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Sampai dengan pecahnya Perang Dunia II (Desember 1941), sekolah ini dikenal dengan nama AMS (Algemeene Middelbare School) afdeeling B. Saat itu, sekolah ini hanya diisi oleh mereka dari golongan elite pribumi.[2]

AMS afd. B berganti nama menjadi SMT (Sekolah Menengah Tinggi) bagian A dan bagian B pada masa pendudukan Jepang, tahun 1942. Hingga akhirnya, tanggal 19 September 1942, didukung oleh Kepala Sekolah saat itu (Alm. RJ. Katamsi) berdiri organisasi pelajar sekolah ini yang diberi nama PADMANABA. Padma dalam bahasa Sanskerta berarti teratai merah atau dalam Bahasa Latin adalah Nelumbium speciosum. Pada masa itu, sekolah ini juga biasa dikenal dengan nama SMT Kotabaru. Hingga sekarang, tanggal 19 September selalu diperingati sebagai Hari Lahir Padmanaba dengan serangkaian acara yang diselenggarakan oleh para peserta didik aktif, alumni, guru dan karyawan, dan segenap keluarga besar Padmanaba yang dikenal sebagai Pekan Peringatan Hari Padmanaba (PPHP) dimana istilah PPHP ini mulai dicetuskan saat Peringatan Hari Lahir ke-42 dibawah Ketua Panitia PPHP saat itu, Roy Suryo (PAD/5610/83). Singkatan kegiatan selain PPHP lainnya sudah ada, misalnya LCKL (Lomba Cipta Kreasi Lagu), PTTA (Pentas Tutup Tahun Ajaran) dsb yang populer tahun-tahun sebelumnya, namun khusus istilah PPHP baru pertamakali digunakan semenjak 19 September 1984 sampai sekarang.

Era Kemerdekaan IndonesiaSunting

Tahun 1948, sekolah ini terbagi menjadi dua, yaitu SMA A di Jalan Pakem 2 dan SMA B di Jalan Taman Krida 7. Pada tanggal 21 Desember 1948, sekolah ini diduduki Belanda. Tanggal 6 Juni 1949, SMA B berhasil dibuka kembali dengan pendidikan yang lebih berkualitas. Tahun 1956, SMA ini berubah nama menjadi SMA IIIB, dan berubah lagi menjadi SMA Negeri 3 pada tahun 1964, di bawah pimpinan kepala Sekolah Ibu Mujono Probopranowo.

Dengan diberlakukannya Kurikulum 1994, sekolah ini bernama SMU (Sekolah Menengah Umum) Negeri 3 Yogyakarta, tetapi sejak diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mulai tahun 2004, diubah lagi menjadi SMA Negeri 3 Yogyakarta. Walaupun demikian, masyarakat luas sampai sekarang masih mengenalnya sebagai "SMA Padmanaba" atau "SMA 3 Bhe".

AkreditasiSunting

  • Nilai Akreditasi: 94.13[3]
  • Peringkat Akreditasi: A
  • Tanggal Penetapan: 22-Nov-2008

Kepala Sekolah[4][5]Sunting

Sejak tahun 1942, sekolah ini telah mengalami 21 kali pergantian kepala sekolah. Nama-nama kepala sekolah sejak tahun 1942 adalah sebagai berikut.[6]

  1. 19421945: RJ. Katamsi (pencetus lambang Universitas Gadjah Mada),
  2. 19451946: Prof. Dr. Soegarda Poerbokawatja (salah satu pendiri Universitas Gadjah Mada),
  3. 19461947: Prof. Dr. Prijono (mantan Menteri Pendidikan RI, Anggota Konstituante dari Partai Murba[7]),
  4. 19471950: Ir. Marsito,
  5. 19501951: Drg. Nazir Alwi (mantan Rektor Universitas Gadjah Mada),
  6. 19511956: Muh. Sjahlan,
  7. 19561963: R. Soecipto,
  8. 19631971: Moedjono Probopranowo, S.H., (tokoh Pramuka DIY)
  9. 19711976: Utoyo Darmabrata,
  10. 19761981: Haji Muh. Solihin,
  11. 19811985: Oetoro|Drs. Oetoro,
  12. 19851987: Drs. Wahyuntana,
  13. 19871991: Ariento Sukotjo,
  14. 19911993: Drs. Mashari Subagijono,
  15. 19931997: Drs. Soenarto,
  16. 19972002: Drs. Nursisto,
  17. 20022004: Drs. H. Mashadi AR.,
  18. 20042005: Dra. Hj. Sri Ruspita Murni,
  19. 20052007: Drs. Bambang Supriyono, M.M.,
  20. 20072009: Drs. H. Bashori Muhammad, M.M.,
  21. 20092017: Dra. Dwi Rini Wulandari, M.M.
  22. 20172020: Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I.
  23. 2021 – kini  : Kusworo, S.Pd., M.Hum.

Nama PadmanabaSunting

Nama "Padmanaba" yang sekarang dikenal sebagai nama lain dari SMA Negeri 3 Yogyakarta serta dipakai sebagai nama organisasi yang anggotanya antara lain para alumni dan semua yang pernah bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta telah digunakan sejak tahun 1942. Penggagasnya adalah RJ Katamsi yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Sekolah dan juga guru seni mengambar. Nama Padmanaba berawal ketika dia menjelaskan tentang sifat-sifat dasar teratai kepada murid-muridnya. Dia mengatakan bahwa bunga teratai merah atau lotus yang dikenal dengan nama Latin Nelumbium speciosum dan dalam Bahasa Sanskerta disebut Padma yang bagi bangsa timur melambangkan sebuah kesakralan dalam berbagai masalah kehidupan. Kuncupnya mengandung arti yaitu kekuatan yang membumbung tinggi ke atas. Bila air pasang, maka teratai ikut naik sedangkan bila air surut, maka akan ikut turun. Teratai tumbuh di lingkungan air yang berlumpur, kotor, dengan akar serabut yang saling mengait, namun tetap indah, bersih, dan tidak tercemar sama sekali. Daun pohon teratai pun tumbuh ke arah atas hingga mengambang di atas air dan tidak basah oleh air kotor. Susunan dan kombinasi antara daun dan bunganya pun sangat serasi dengan lingkungan dimana teratai tersebut hidup. Semua itu melambangkan ketidakterikatan kehidupan terhadap keadaan lahiriah atau fisik sekitarnya, dan tersusun atas suatu harmoni kehidupan tanpa tercemar atau terpengaruh oleh alam lingkungannya.

Bunga teratai warna merah melambangkan kesucian yang keindahannya terjangkau oleh siapapun juga mulai dari yang paling rendah atau hina sekalipun, dan sebagai perlambang atas pencapaian tingkat kesadaran tertinggi dalam kehidupan macam apapun.

Dalam agama Buddha dilambangkan bahwa sikap duduk Sang Buddha Gautama waktu bersemadi seperti posisi bunga teratai sehingga disebut bahwa Sang Buddha sedang duduk di atas singgasana Padmasana (tempat tumbuhnya bunga teratai).

Dalam agama Hindu, teratai tumbuh dari pusar Dewa Wisnu ketika terbangun dari semadinya. Dan dari padma yang melambangkan keberanian, kesucian, dan kemajuan tersebut lahirlah Dewa Brahma. Kuncup Padmanaba melambangkan cita-cita, pertumbuhan manusia yang sudi, beriman, dan bertaqwa.

Salah satu murid RJ Katamsi yang bernama Suhud yang memiliki kreativitas lebih daripada lainnya menggambar teratai tersebut dengan sangat baik, sehingga tercetus ide menjadikan gambar teratai Suhud sebagai lambang untuk sekolah. Dengan dibantu oleh temannya yang bernama Soelaiman, Suhud menyempurnakan logo teratai merah itu dengan 2 kelopak bunga dan 8 daun yang tersusun menjadi lapis yang arahnya berlawanan.

Lambang PadmanabaSunting

Lambang Padmanaba yang berupa teratai merah pertama kali dibuat oleh murid RJ Katamsi yang bernama Suhud. Dibantu oleh temannya yang bernama Soelaiman, Suhud menyempurnakan logo teratai merah itu dengan dua kelopak bunga dan delapan daun yang tersusun menjadi dua lapis yang arahnya berlawanan.

SertifikasiSunting

  1. Akreditasi dari Badan Akreditasi Sekolah (BAS)dengan nilai A
  2. Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001: 2008

Sarana & Prasarana SekolahSunting

Kegiatan pembelajaran dan persekolahan di SMA Negeri 3 Yogyakarta didukung dengan sarana serta prasarana, antara lain lahan seluas 21.540 m2 dan bangunan seluas 7.105 m2. Didukung pula dengan halaman/taman seluas 3.700 m2 dan lapangan olahraga seluas 10.835 m2.

Sarana FisikSunting

Sarana fisik yang dimiliki:

Sarana Penunjang KegiatanSunting

Kegiatan EkstrakurikulerSunting

Program wajibSunting

Pendidikan Pramuka (Kelas X dan XI)

Program PilihanSunting

BeasiswaSunting

Beasiswa yang disediakan di SMA 3 Yogyakarta antara lain:

  • Beasiswa Alumni
    • Beasiswa untuk 35 siswa/i SMAN 3 Yogyakarta
    • Beasiswa untuk 24 putra/i guru karyawan SMAN 3 Yogyakarta
  • Beasiswa dari Pemerintah dan Swasta
  • Beasiswa Bang Kiming Peduli
  • Beasiswa Bofard
  • Beasiswa Warung Spesial Sambal SS
  • Beasiswa dari Luar Negeri

PrestasiSunting

Olimpiade SainsSunting

Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional yang lainSunting

  • Sandra Forestyana sebagai anggota Paskibraka Nasional Tahun 2006, dan Nisma Aulia serta Lecia Mona, sebagai anggota cadangan
  • Joshua Michael Maranata, peserta terbaik dalam bidang Fisika Ujian A-Level Cambridge University
  • Fadhil Ahmad Qamar, sebagai salah satu panelis dalam World Cultural Economic Forum yang diselenggarakan oleh International Child Art Foundation (2008)
  • Koala Band (Padz Band #6) Juara I Nasional Honda Beat RBT Blast 2008
  • Fadhilah Atika, Juara I Nasional Cabang Karate dalam Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (OOSN) 2009
  • Dien Ardiansyah Putra, Juara I Asia Pasifik Cabang Renang Gaya Punggung 2009
  • Juara 2 Bidang Vokal dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012 atas nama Fatwa Januarya
  • Crisna Noven Pratama sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun 2015
  • Muhammad Widya Hudiya Wijaya sebagai anggota Paskibraka Nasional tahun 2018

Prestasi Para PendidikSunting

  • Bachtiar Fahmi, Guru Seni Budaya, mendapatkan Penghargaan Gubernur atas prestasi membimbing siswa dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) Tahun 2016.
  • Didik Purwaka, Guru Biologi, mendapatkan Penghargaan Gubernur karena prestasi membimbing siswa dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2017.
  • Agus Santosa, Guru Sosiologi, Fasilitator Nasional (IN) Implementasi Kurikulum SMA 2013 DitPSMA Kemdikbud RI pada tahun 2015, 2016, dan 2017.
  • Ichwan Aryono, Guru Fisika, Fasilitator Nasional (IN) Implementasi Kurikulum 2013 DitPSMA Kemdikbud RI pada tahun 2016 dan 2017.
  • Agus Santosa, Guru Sosiologi, Juara I (Medali Emas) dalam Olimpiade Guru Nasional Bidang Sosiologi Tahun 2017.
  • Agus Santosa, Guru Sosiologi, Best Workshop dalam Olimpiade Guru Nasional Bidang Sosiologi Tahun 2017.
  • Didik Purwaka, mendapatkan Penghargaan Gubernur karena prestasi membimbing siswa dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2018.

AlumniSunting

PADMANABA yang pada awalnya merupakan organisasi pelajar, akhirnya juga merupakan nama Organisasi Alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta. Alumni SMA Negeri 3 Yogyakarta tergabung dalam Keluarga Besar Padmanaba, dengan kantor pusat di Jakarta. Di beberapa kota, seperti Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta, telah pula berdiri kompartemen Padmanaba.

Salah satu karakteristik SMA Negeri 3 Yogyakarta adalah kuatnya ikatan dan peran alumni terhadap perkembangan sekolah. Peran tersebut antara lain dilembagakan dengan didirikannya Yayasan Keluarga Padmanaba (dulu Yayasan Pendidikan Padmanaba), dan program-program keluarga besar Padmanaba, seperti: (1) penerbitan majalah Kalawarta Padmanaba dan peluncuran padmanaba.or.id, (2) menyelenggarakan studium general yang bagi para siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta dengan berbagai macam tema mulai dari seni sampai dengan kewirausahaan (enterpreneurship), (3) pemberian beasiswa Padmanaba kepada siswa dan putra-putri guru dan karyawan, (4) bantuan kegiatan OSIS, dan sebagainya.

Beberapa alumni dan orang yang pernah bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta (termasuk AMS B Yogyakarta) yang dikenal masyarakat luas:

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-17. Diakses tanggal 2018-11-16. 
  2. ^ Buku Profil SMA Negeri 3 Yogyakarta "Padmanaba" Yogyakarta, Tahun Ajaran 2009-2010, halaman 14-17, diterbitkan oleh Bagian Humas SMA Negeri 3 Yogyakarta
  3. ^ "Akreditasi SMA Negeri 3 Yogyakarta". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-07-08. Diakses tanggal 2012-07-05. 
  4. ^ "Sejarah Sekolah dan Padmanaba". Diakses tanggal 2021-06-05. 
  5. ^ "Sertijab Kepala Sekolah, Selamat Datang Bapak Kusworo, S.Pd., M.Hum". Diakses tanggal 2021-06-05. 
  6. ^ Buku Profil SMA Negeri 3 "Padmanaba" Yogyakarta,Tahun Ajaran 2009-2010, halaman 17-18, dan data primer berupa Foto Dinding Kepala Sekolah di Aula Sekolah
  7. ^ "Prof. Dr. Prijono - Murba Pembela Proklamasi - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-05-21. 
  8. ^ "Achmad Soekarmadidjaja - IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  9. ^ "Aria Ganna Henryanto, S.E., M.Sc." Universitas Ciputra (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-05. 
  10. ^ KBR. "KBR :: KENALI CALEG - ARIA GANNA HENRYANTO, SE, M.Si : info caleg terlengkap". kbr.id. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  11. ^ "'Jateng Butuh Calon Pemimpin Berkemampuan Fiskal'". Republika Online. 2018-03-03. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  12. ^ Hidayati, Rita (2018-03-06). "Cukup Dua Syarat jadi Gubernur Jateng". Jateng Pos. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  13. ^ "Aria HENRYANTO | Lecturer | Universitas Ciputra Surabaya, Surabaya | Department of Business Management". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-05. 
  14. ^ Times, I. D. N.; Sembiring, Egia. "Claradevi, Fashion Blogger Yogyakarta Penggemar Gaya Vintage". IDN Times. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  15. ^ lucedaleco, Instagam. "Intip Gaya Ngopi Selebgram Claradevi Handriatmadja di Tokyo hingga Melbourne". detikfood. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  16. ^ "Hj. Dewi Damayanti Said, SE, MM – DPRD Kalsel". Diakses tanggal 2021-05-22. 
  17. ^ "From CEO | ALDEOZ". aldeozmining.com. Diakses tanggal 2021-05-22. 
  18. ^ "Mengintip Keluarga Susno Duadji Mengelola Bisnis Villa Mewah di Bali". suara.com. Diakses tanggal 2021-05-22. 
  19. ^ "Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto (2012 - 2019)". Badan Tenaga Nuklir Nasional. Diakses tanggal 2021-04-14. 
  20. ^ "Raden Firdinandus Basuki Purwosaputro - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  21. ^ "Kami Perkenalkan/Sedjarah Hidup Anggota-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat - Wikisource bahasa Indonesia". id.wikisource.org. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  22. ^ "Masuk • Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2021-05-21. 
  23. ^ Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (1973). Riwajat hidup anggota-anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum 1971. Lembaga Pemilihan Umum. 
  24. ^ Umum, Indonesia Lembaga Pemilihan (1973). Riwajat hidup anggota-anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat hasil pemilihan umum 1971. Lembaga Pemilihan Umum. 
  25. ^ "Paku Alam VIII". tirto.id. Diakses tanggal 2021-05-15. 
  26. ^ "Rachmat Muljomiseno: Gagal di KNIL, Kerja di Bank, dan Masuk NU". tirto.id. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  27. ^ JawaPos.com (2018-11-26). "Diangkat Djarot Jadi Kepsek, Kakak Kandung Hasto Kini Nyaleg di PDIP". JawaPos.com. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  28. ^ "Ruspandji Afunowirogo - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Member Profiles". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  29. ^ "Raden Sadono Dibjowirojo - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Member Profiles". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  30. ^ Matanasi, Petrik. "S. Parman, Korban G30S yang Justru Adik Petinggi PKI". tirto.id. Diakses tanggal 2021-05-18. 
  31. ^ Parlementaria. Bagian Hubungan Masjarakat DPRGR. 1995. 
  32. ^ "Sejarah S.M. Amin Nasution sebagai Gubernur Zaman Perang". tirto.id. Diakses tanggal 2021-06-08. 
  33. ^ "Profil SM Amin yang Akan Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Jokowi". suara.com. 2020-11-05. Diakses tanggal 2021-06-08. 
  34. ^ "S.M. Amin, Gubernur Pertama Sumatra Utara". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2020-11-11. Diakses tanggal 2021-06-08. 
  35. ^ Indonesia, Analisa (2020-11-05). "Biografi SM Amin Nasution Pahlawan Nasional dan Tokoh Pergerakan Pemuda | Analisa.id". Analisa Indonesia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-06-08. 
  36. ^ "https://x.detik.com/detail/intermeso/20180812/Dia-Menolak-Jadi-Wapres-Soeharto/". detikx. Diakses tanggal 2019-07-30.  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  37. ^ "Jatuh Bangun Uma Hapsari Kembangkan Amazara". kumparan. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  38. ^ "R. Usman Ismail - IPKI (Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) - Member Profiles". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-05-21. 
  39. ^ "Page 26 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 01". tokoh.id. Diakses tanggal 2021-05-21.