Buka menu utama

Prefektur Apostolik adalah suatu bentuk administrasi karya pewartaan iman dan pembinaan umat di kawasan dengan batas-batas tertentu yang dikategorokan sebagai daerah misi, di mana iman Katolik baru dan sedang ditanamkan, dan umat masih tergolong muda. Seorang Prefek Apostolik ditunjuk untuk memimpin Prefektur Apostolik atas nama Paus. Paus mendirikan suatu Prefektur Apostolik setelah mendapatkan saran dari Kongregasi bagi Penginjilan. Misalnya karena di situ hierarki Gereja Katolik belum bisa didirikan karena keadaan khusus yang dinilai berbahaya. Prefektur Apostolik di seluruh dunia dikoordinasikan oleh Kongregasi bagi Penginjilan yang dulu lazim disebut Propaganda Fide. Dapat dikatakan bahwa Prefektur Apostolik sangat bergantung pada Kongregasi bagi Penginjilan dalam banyak hal. Di dalam Sinode atau Konsili, Kongregasi bagi Penginjilan mewakili Prefektur Apostolik di seluruh dunia.

Sebagian besar Keuskupan di Indonesia mula-mula dibentuk sebagai Prefektur Apostolik, dalam masa sebelum 3 Januari 1961, yaitu ketika hierarki Gereja Katolik didirikan di Indonesia oleh Paus Yohanes XXIII. Maka Prefektur Apostolik pada umumnya bisa dikatakan sebagai bakal Keuskupan, walaupun tidak selalu demikian. Ada Keuskupan yang mendapatkan bentuk awalnya sebagai Vikariat Apostolik, dan ada yang langsung didirikan sebagai Keuskupan.

Hingga akhir 2007 di seluruh dunia terdapat 45 Prefektur Apostolik, 29 di antaranya di China.

ReferensiSunting