Perang di Afganistan (2001–2021)

Perang sejak 2001 hingga sekarang, setelah invasi AS ke Afghanistan

Perang Afganistan (2001-2021) dimulai pada Oktober 2001. Setelah serangan WTC 11 September, Amerika Serikat memulai kampanye Perang Melawan Terorisme mereka di Afganistan, dengan tujuan menggulingkan kekuasaan Taliban, yang dituduh melindungi al-Qaeda, serta untuk menangkap Osama bin Laden. Aliansi Utara Afganistan menyediakan mayoritas pasukan, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan negara-negara NATO antara lain Britania Raya, Prancis, Belanda, dan Australia. Nama kode yang diberikan oleh Amerika Serikat untuk konflik ini adalah Operasi Kebebasan Abadi (Operation Enduring Freedom) (2001-2014) dan berubah nama menjadi Operation Freedom's Sentinel (2015-sekarang).

Perang Afganistan 2001
Tentara Amerika Serikat memasuki helikopter CH-47 Chinook setelah misi mencari pejuang Taliban.
Tentara Amerika Serikat memasuki helikopter CH-47 Chinook setelah misi mencari pejuang Taliban.
Tanggal7 Oktober 200115 Agustus 2021
LokasiAfganistan
Hasil

Kemenangan Taliban, al-Qaeda, dan Mujahidin Internasional; kejatuhan Afganistan

  • Afganistan dikuasai oleh Taliban
  • Presiden Afganistan bersama para pejabat kabur dari Afganistan
Pihak terlibat
Flag of Taliban (bordered).svg Taliban
Flag of Jihad.svg al-Qaeda
Flag of Jihad.svg Mujahidin Internasional

Republik Islam Afganistan
 Amerika Serikat
 Kanada
 Britania Raya
Flag of Afghanistan (1992-2001).png Aliansi Utara


 NATO

Tokoh dan pemimpin
Flag of Taliban (bordered).svg Mohammed Omar
Flag of Taliban (bordered).svg Akhtar Mansour 
Flag of Taliban (bordered).svg Hibatullah Akhundzada
Flag of Taliban (bordered).svg Abdul Ghani Baradar
Flag of Jihad.svg Osama bin Laden 
Flag of Jihad.svg Ayman al-Zawahiri
Hamid Karzai
Ashraf Ghani
Amrullah Saleh
Amerika Serikat George W. Bush
Amerika Serikat Barack Obama
Amerika Serikat Donald Trump
Amerika Serikat Joe Biden
Britania Raya Tony Blair
Britania Raya Gordon Brown
Britania Raya David Cameron
Britania Raya Theresa May
Britania Raya Boris Johnson
Kanada Jean Chrétien
Kanada Paul Martin
Kanada Stephen Harper
Kanada Justin Trudeau
Australia John Howard
Australia Kevin Rudd
Australia Julia Gillard
Australia Tony Abbott
Australia Malcolm Turnbull
Australia Scott Morrison
Italia Silvio Berlusconi
Italia Romano Prodi
Italia Mario Monti
Italia Enrico Letta
Italia Matteo Renzi
Italia Paolo Gentiloni
Italia Giuseppe Conte
Italia Mario Draghi
Jerman Gerhard Schröder
Jerman Angela Merkel
Kenneth F. McKenzie Jr.
Kekuatan
+120,000 Aktif militan (2010) Pasukan Afghanistan: ~100,000
NATO: 130,000 (2010)
Korban

al-Qaeda tewas: ~1.800
Taliban tewas: 15,000-20,000

Total: ~16,800-~21,800
Pasukan Afgan tewas: +5,500(Oktober 2009)[1]
Aliansi Utara tewas: ~200
Koalisi: 1908 terbunuh[2](Amerika Serikat: 1162, Inggris: 313, Lainnya: 433)
Koalisi luka: +15.000(Amerika Serikat: 6773,[3] Inggris: 3,954,[4] Kanada: +1,500,[5] Lainnya: +2.500)
Kontraktor sipil AS: 338 terbunuh, 7224 luka[6]
Total: +7,996 terbunuh, +22,224 luka
Sipil tewas: 25.000-30.000

Presiden George W. Bush menuduh Osama bin Laden sebagai aktor utama penyerangan 11 September 2001. Osama bin Laden diduga disembunyikan oleh Taliban (Kelompok yang menguasai Afganisthan) di Afganistan. George W. Bush meminta Taliban untuk menyerahkan Osama bin Laden, tetapi Taliban menolak. Mereka meminta bukti-bukti yang lebih jelas kepada Amerika Serikat, namun kali ini Amerika Serikat yang menolak dan menganggap permintaan Taliban sebagai hal yang mengulur-ulur waktu. Kemudian, pada 7 Oktober 2001 AS memulai Operasi Kebebasan Abadi (Operation Enduring Freedom) bersama dengan Inggris.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting