Buka menu utama

Wikipedia β

Theresa Mary May MP (née Brasier; lahir 1 Oktober 1956) adalah Perdana Menteri Britania Raya dan Ketua Partai Konservatif sejak Juli 2016. Sebagai tokoh konservatif sebangsa dan konservatif liberal, ia menjabat Anggota Parlemen (MP) dari daerah pemilihan Maidenhead sejak 1997. Pada tahun 1977 hingga 1983, May bekerja di Bank of England, lalu di Association for Payment Clearing Services tahun 1985 sampai 1997. Ia juga pernah menjadi anggota dewan Durnsford Ward di London Borough of Merton. Setelah kalah pemilu legislatif House of Commons tahun 1992 dan 1994, ia terpilih sebagai Anggota Parlemen mewakili Maidenhead dalam pemilihan umum tahun 1997. May sempat memegang beberapa jabatan di Kabinet Oposisi pimpinan William Hague, Iain Duncan Smith, Michael Howard, dan David Cameron, termasuk Ketua Oposisi House of Commons dan Menteri Oposisi Bidang Pekerjaan dan Pensiun. Ia juga sempat menjabat Ketua Partai Konservatif pada tahun 2002 sampai 2003.

The Right Honourable
Theresa May
MP
Perdana Menteri Britania Raya
Petahana
Mulai menjabat
13 July 2016
Penguasa monarki Elizabeth II
Didahului oleh David Cameron
Ketua Partai Konservatif
Petahana
Mulai menjabat
11 Juli 2016
Didahului oleh David Cameron
Menteri Dalam Negeri Britania Raya
Masa jabatan
12 Mei 2010 – 13 Juli 2016
Perdana Menteri David Cameron
Didahului oleh Alan Johnson
Digantikan oleh TBD
Menteri Perempuan dan Kesetaraan Britania Raya
Masa jabatan
12 Mei 2010 – 4 September 2012
Perdana Menteri David Cameron
Didahului oleh Harriet Harman
Digantikan oleh Maria Miller
Menteri Oposisi Bidang Pekerjaan dan Pensiun
Masa jabatan
19 Januari 2009 – 11 Mei 2010
Pemimpin David Cameron
Didahului oleh Chris Grayling
Digantikan oleh Yvette Cooper
Menteri Oposisi Bidang Perempuan dan Kesetaraan
Masa jabatan
2 Juli 2007 – 11 Mei 2010
Pemimpin David Cameron
Didahului oleh Eleanor Laing
Digantikan oleh Yvette Cooper
Masa jabatan
15 Juni 1999 – 18 September 2001
Menteri Oposisi Bidang Perempuan
Pemimpin William Hague
Didahului oleh Gillian Shephard
Digantikan oleh Caroline Spelman
Ketua Oposisi House of Commons
Masa jabatan
6 Desember 2005 – 19 Januari 2009
Pemimpin David Cameron
Didahului oleh Chris Grayling
Digantikan oleh Alan Duncan
Menteri Oposisi Bidang Budaya, Media, dan Olahraga
Masa jabatan
6 Mei 2005 – 8 Desember 2005
Pemimpin Michael Howard
Didahului oleh John Whittingdale
Digantikan oleh Hugo Swire
Menteri Oposisi Bidang Keluarga
Masa jabatan
15 Juni 2004 – 8 Desember 2005
Pemimpin Michael Howard
Didahului oleh Jabatan dibentuk
Digantikan oleh Jabatan dihapus
Menteri Oposisi Bidang Lingkungan dan Transportasi
Masa jabatan
6 November 2003 – 14 Juni 2004
Pemimpin Michael Howard
Didahului oleh David Lidington (Lingkungan, Pangan, dan Pedesaan)
Tim Collins (Transportasi)
Digantikan oleh Tim Yeo
Ketua Partai Konservatif
Masa jabatan
23 Juli 2002 – 6 November 2003
Pemimpin Iain Duncan Smith
Didahului oleh David Davis
Digantikan oleh Liam Fox
The Lord Saatchi
Menteri Oposisi Bidang Transportasi
Masa jabatan
6 Juni 2002 – 23 Juli 2002
Pemimpin Iain Duncan Smith
Didahului oleh Diri sendiri (Transportasi, Pemerintah Daerah dan Provinsi)
Digantikan oleh Tim Collins
Menteri Oposisi Bidang Transportasi, Pemerintah Daerah dan PRovinsi
Masa jabatan
18 September 2001 – 6 Juni 2002
Pemimpin Iain Duncan Smith
Didahului oleh Archie Norman (Lingkungan, Transportasi, dan Provinsi)
Digantikan oleh Diri sendiri (Transportasi)
Eric Pickles (Pemerintah Daerah dan Provinsi)
Menteri Oposisi Bidang Pendidikan dan Lapangan Kerja
Masa jabatan
15 Juni 1999 – 18 September 2001
Pemimpin William Hague
Didahului oleh David Willetts
Digantikan oleh Damian Green (Pendidikan dan Keterampilan)
David Willetts (Pekerjaan dan Pensiun)
Informasi pribadi
Lahir Theresa Mary Brasier
1 Oktober 1956 (umur 60)
Eastbourne, Inggris, Britania Raya
Partai politik Konservatif
Suami/istri Philip May (m. 1980)
Orangtua Hubert Brasier
Zaidee Barnes
Alma mater St Hugh's College, Oxford
Agama Anglikanisme[1][2]

Setelah pembentukan pemerintahan koalisi pasca-pemilu 2010, May ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perempuan dan Kesetaraan (ia mundur dari jabatan ini pada tahun 2012). Setelah Partai Konservatif kembali menang pemilu tahun 2015, May menjadi Menteri Dalam Negeri dengan masa jabatan terpanjang dalam kurun 60 tahun sejak James Chuter Ede, melaksanakan reformasi kepolisian, menerapkan kebijakan obat-obatan terlarang yang lebih ketat, dan membatasi imigrasi.[3]

Setelah Cameron mengundurkan diri bulan Juni 2016, May mengumumkan pencalonan dirinya sebagai ketua Partai Konservatif dan langsung melesat ke posisi pertama. Ia memenangi pemilihan putaran pertama yang melibatkan anggota parlemen pada tanggal 5 Juli, lalu memenangi putaran kedua dengan 199 suara. Ia bersaing melawan Andrea Leadsom dalam pemilihan yang melibatkan anggota Partai Konservatif. Pengunduran Leadsom pada tanggal 11 Juli otomatis mengangkat May sebagai ketua partai pada hari yang sama. Ia diangkat sebagai Perdana Menteri dua hari kemudian. May adalah perempuan kedua yang menjabat Perdana Menteri Britania Raya setelah Margaret Thatcher.

Ideologi politikSunting

May mengaku sebagai politikus konservatif sebangsa di dalam partainya.[4]

Financial Times menggambarkan May sebagai tokoh konservatif liberal dan "politikus netral yang jenjang kariernya mulus" seperti Kanselir Jerman, Angela Merkel.[5]

Di The Independent, Rebecca Glover dari Policy Innovation Research Unit membandingkan May dengan Boris Johnson. May dinilai "jauh lebih konservatif, anti-imigrasi, dan isolasionis" dibandingkan Johnson.[6]

May mendukung bertahannya Britania Raya di Uni Eropa pada referendum tahun 2016, tetapi tidak terlibat kampanye dan sempat mengkritik sejumlah aspek terkait Uni Eropa.[7][8] Sejumlah wartawan politik menduga May berusaha meminimalkan keterlibatannya dalam referendum ini demi memperkuat posisinya sebagai calon ketua partai Konservatif potensial.[9]

Pada kampanye pemilihan ketua partai, May mengatakan bahwa "[rakyat Britania] butuh ekonomi yang menguntungkan semua orang". Ia berjanji menangani persoalan gaji pejabat eksekutif dengan mengikat suara pemegang saham dan memasukkan karyawan ke dewan direksi perusahaan.[10] Menurut The Guardian, kebijakan tersebut melebih janji Partai Buruh pada pemilu 2015.[11]

ReferensiSunting

  1. ^ Gimson, Andrew (20 October 2012). "Theresa May: minister with a mind of her own". The Observer (London). May said: 'I am a practising member of the Church of England, a vicar's daughter.' 
  2. ^ Howse, Christopher (29 November 2014). "Theresa May's Desert Island hymn". The Daily Telegraph (London). The Home Secretary declared that she was a 'regular communicant' in the Church of England 
  3. ^ "Boring and competent Theresa May is what the nation needs after shock Brexit vote". The Independent. 1 July 2016. Diakses tanggal 11 July 2016. 
  4. ^ Quinn, Ben (30 June 2016). "Theresa May sets out ‘one-nation Conservative’ pitch for leadership". The Guardian. 
  5. ^ Parker, George; Warrell, Helen (25 July 2014). "Theresa May: Britain's Angela Merkel?". Financial Times. 
  6. ^ Glover, Rebecca (1 July 2016). "Don't be misled by Theresa May – she's no progressive Conservative". The Independent. 
  7. ^ Bennett, Asa. "Theresa May wants you to stay in the EU. Has she blown her chances of ever being Tory leader?". Daily Telegraph. Diakses tanggal 10 July 2016. 
  8. ^ McTague, Tom. "Theresa May, the anti-Boris who just might be Britain’s next PM". Politico. Diakses tanggal 10 July 2016. 
  9. ^ Bennett, Asa. "Theresa May's silence speaks volumes about her leadership ambitions". Daily Telegraph. Diakses tanggal 10 July 2016. 
  10. ^ Sam Coates, Deputy Political Editor. "May vows to crack down on greed of big business". Thetimes.co.uk. Diakses tanggal 2016-07-11. 
  11. ^ "Theresa May's economy speech – Analysis". The Guardian. 11 July 2016. Diakses tanggal 12 July 2016. 

Pranala luarSunting