Pekan Olahraga Nasional

kompetisi olahraga di Indonesia

Pekan Olahraga Nasional (disingkat PON) adalah pesta olahraga nasional di Indonesia yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia. PON diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi di Indonesia.

Pekan Olahraga Nasional
National Sports Committee of Indonesia (KONI) logo.svg
Logo KONI, tiga cincin berkait pada logo kerap menjadi logo PON
SingkatanPON
Acara pertamaPekan Olahraga Nasional 1948 di Surakarta, Jawa Tengah
Terjadi setiap4 tahun
Acara terakhirPekan Olahraga Nasional 2021 di Jayapura, Papua
Markas besarJakarta, Indonesia

SejarahSunting

Setelah dibentuk pada tahun 1946, Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) - keduanya telah dilebur dan saat ini menjadi KONI - mempersiapkan para atlet Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun 1948. Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam peristiwa olahraga sedunia tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan membawa nama Indonesia. Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei 1948 di Solo.[1]

Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo. Pada saat itu PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938 (yang terkenal dengan nama ISI Sportweek atau Pekan Olahraga ISI).[1]

Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Solo telah memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan kolam renang. Pada saat itu Solo termasuk kota dengan fasilitas olahraga yang terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI berkedudukan di Solo sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 sampai dengan 12 September 1948.

Selain itu PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian Renville, masih dapat membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan skala nasional.

Cabang olahragaSunting

 
Upacara pembukaan PON II di Stadion Ikada, Jakarta
  • Anggar
  • Atletik
  • Aeromodeling
  • Balap Motor (RoadRace)
  • Baseball
  • Berenang
  • Bola basket
  • Bola keranjang
  • Bulu tangkis
  • Catur
  • Dayung
  • Esports
  • Futsal
  • Gerak jalan
  • Golf
  • Kabaddi
  • Kano
  • Kriket
  • Panahan[2]
  • Panjat tebing
  • Pencak silat
  • Pacuan kuda
  • Polo air
  • Rugby'7
  • Sambo
  • Selancar
  • Senam
  • Sepak bola
  • Sepak takraw
  • Taekwondo
  • Tarung derajat
  • Tenis
  • Tenis Meja
  • Tinju
  • Voli Pantai
  • Wushu

Lokasi dan daftar juara umumSunting

Edisi Kota Provinsi Tanggal Atlet Tim Juara Umum
I Surakarta   Jawa Tengah 8–12 September 1948 600 13   Karesidenan Surakarta
II Jakarta   Jakarta 21–28 Oktober 1951 10   Jawa Barat
III Medan   Sumatera Utara 20–27 September 1953
IV Makassar   Sulawesi Selatan 20 September–27 Oktober 1957   Jakarta
V Bandung   Jawa Barat 23 September–1 Oktober 1961   Jawa Barat
VI1 Jakarta   Jakarta 8 Oktober–10 November 1965 Dibatalkan setelah peristiwa G30S/PKI
VII Surabaya   Jawa Timur 26 Agustus–6 September 1969 15   Jakarta
VIII Jakarta   Jakarta 4–15 Agustus 1973 15
IX 23 Juli–3 Agustus 1977 31
X 19–30 September 1981 27
XI 9–20 September 1985
XII 18–28 Oktober 1989 30
XIII 9–19 September 1993 34
XIV 9–25 September 1996 4.915 27
XV Surabaya   Jawa Timur 19–30 Juni 2000 5.720 27   Jawa Timur
XVI Palembang   Sumatera Selatan 2–14 September 2004 5.660 30   Jakarta
XVII Samarinda   Kalimantan Timur 6–17 Juli 2008 7.946 32   Jawa Timur
XVIII Pekanbaru   Riau 9–20 September 2012 11.276 33   Jakarta
XIX Bandung   Jawa Barat 17–29 September 2016 8.403 34   Jawa Barat
XX2 Jayapura   Papua 2–15 Oktober 2021 7.039
XXI3 Banda Aceh
Medan
  Aceh
  Sumatra Utara
5–19 September 2024
XXII Mataram
Kupang
  Nusa Tenggara Barat
  Nusa Tenggara Timur
2028

1 Batal sehubungan peristiwa G 30 S/PKI
2 Rencananya dilangsungkan pada tahun 2020, diundur ke 2021 karena pandemi COVID-19.
3 Digadang-gadang PON XXI akan dilaksanakan di 2 kota (Medan dan Banda Aceh).

Jakarta menjadi provinsi dengan gelar juara umum terbanyak PON yang digelar sejak 1948 di Surakarta.

No. Provinsi Juara Umum Jumlah
1   Jakarta 1957, 1969, 1973, 1977, 1981, 1985, 1989, 1993, 1996, 2004, 2012 11
2   Jawa Barat 1951, 1953, 1961, 2016, 2021 5
3   Jawa Timur 2000, 2008 2
4   Jawa Tengah 19481 1

1 Juara umum sebagai Karesidenan Surakarta

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting

RujukanSunting