Serai

jenis tanaman dimanfaatkan sebagai bumbu masakan
Serai
Serai.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
(tanpa takson):
(tanpa takson):
(tanpa takson):
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
C. citratus
Nama binomial
Cymbopogon citratus
(DC.) Stapf,[1] 1906

Serai atau sereh (Cymbopogon citratus) adalah tumbuhan anggota suku rumput-rumputan yang dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk mengharumkan makanan.

Serai dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Lemongrass. Serai sekilas mirip dengan tanaman daun bawang. Tanaman ini berasal dari daerah Ceylon, Sri Lanka yang kemudian menyebar dan tumbuh alami di negara-negara tropis. Tanaman ini biasa ditanam sebagai tanaman bumbu dan tanaman obat.[2]

Ciri-ciri tanamanSunting

Serai tumbuh berumpun membentuk gelombang besar. Tanaman wangi ini dibudidayakan di pekarangan, tegalan, dan sela-sela tumbuhan lain. Tanaman ini dibagi menjadi dua golongan yaitu, serai lemon atau serai bumbu (Cymbopogon citratus DC) dan serai wangi atau serai sitronela (Cymbopogon nardus DC). Waktu berbunganya dari Januari sampai dengan Desember.

Tanaman ini memiliki tinggi antara 50-100 sentimeter dengan panjang daun mencapai 70-80 sentimeter dan lebarnya 2-5 sentimeter. Akarnya berimpang pendek dan berwarna cokelat muda. Daunnya merupakan daun tunggal dengan bangun garis/linear berjumbai. Tepi daunnya kasar dan tajam, tulang daunnya sejajar, serta permukaan atas dan bawahnya berambut. Daun tersebut membungkus batangnya yang tegak dan berwarna putih. Jika daunnya diremas maka akan tercium bau yang khas.[2]

PenggunaanSunting

Serai atau Sereh merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu dapur. Ketika daun disobek, wangi khasnya akan segera menyerbak. Tanaman ini biasanya ditanam oleh masyarakat sebagai tanaman obat di pekarangan rumah.

Selain sebagai bumbu dapur, serai juga diolah menjadi minyak. Minyak serai adalah minyak atsiri yang diperoleh dengan jalan menyuling bagian atas tumbuhan tersebut, terutama di bagian batang. Batang ini begitu khas sehingga sering juga dimanfaatkan sebagai bahan alami pengusir nyamuk.[2] Minyak serai dapat digunakan sebagai pengusir (repelen) nyamuk, baik berupa tanaman ataupun berupa minyaknya. Kandungan serai antara lain adalah sitronela, yang tidak disukai oleh nyamuk. Maka dari itu, serai dapat dibuat menjadi obat nyamuk dan serangga lainnya.

Kandungan dan manfaatSunting

KandunganSunting

Kandungan yang terdapat oleh serai yakni, geraniol, methylpheptenone, euganol, kadinol, dan limonen.[2] Serai juga mengandung zat antioksidan, antimikroba dan zat anti-inflmasi.[3] Dengan zat-zat yang terkandung pada serai, terdapat aneka manfaat dan khasiat batang serai untuk kesehatan.

ManfaatSunting

  • Anti Kanker

Manfaat batang serai yang pertama adalah sebagai anti kanker. Batang ini mengandung senyawa citral yang mampu membunuh sel rusak atau sel yang berkembang secara abnormal. Uniknya lagi, senyawa citral akan membiarkan sel sehat tetap hidup tanpa mempengaruhi kinerjanya.

  • Mengatasi Diabetes

Meminum teh yang terbuat dari batang serai secara teratur dapat menormalkan kembali fungsi pankreas dalam memproduksi insulin. Oleh karena itu, mengkonsumsi teh dari batang ini dapat menurunkan kadar gula darah.

  • Mengobati Anemia

Banyak orang yang mengkonsumsi batang tanaman ini dengan diolah menjadi wedang serai. Batang serai disebut sebagai bahan alami yang ampuh mengatasi anemia karena mengandung banyak zat besi. Oleh karena itu, mengkonsumsi wedang batang serai ini secara teratur lebih ampuh mengatasi anemia dibandingkan dengan konsumsi obat kimia.

  • Mengatasi Bakteri dan Jamur

Batang serai memiliki sifat antiseptik sehingga mampu membunuh jamur dan bakteri. Hampir semua jenis jamur bisa diatasi, terutama jamur penyebab penyakit kulit. Cara memanfaatkannya adalah dengan menumbuk batang ini dan menggunakannya sebagai obat oles.

  • Mengatasi Masuk Angin dan Perut Kembung

Teh yang terbuat dari campuran batang serai dan gula merah memiliki sifat menghangatkan tubuh. Oleh karena itu, meminum teh serai dapat mengobati masuk angin, perut kembung dan gejala yang menyertainya. Selain batangnya dapat diminum sebagai wedang, daun serai juga dapat diekstrak menjadi minyak atsiri yang juga dapat menghangatkan tubuh.

  • Mengeluarkan Racun dari dalam Tubuh

Batang tanaman ini juga dapat menghilangkan racun dari dalam tubuh. Kandungan dalam batang serai mampu menetralisir racun. Sedangkan antioksidan dan antiseptik di dalamnya akan membantu organ hati dan ginjal kembali bersih. Efek yang ditimbulkan adalah sering buang air kecil. Hal ini dikarenakan batang serai bersifat diuritik. Adapun urine yang keluar merupakan urine yang bercampur racun yang ada di dalam tubuh.

  • Menurunkan Kolesterol Jahat

Batang serai dipercaya mampu menurunkan kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) tanpa menurunkan kadar kolesterol baik (High Density Lipoprotein). Selain itu, anti-kolesterol yang ada pada batang tanaman serai akan menghalangi penyerapan kolesterol di usus besar sehingga kadar kolesterol dalam darah tetap terjaga. sifat anti-aterosklerosis pada batang tanaman serai juga kan menghambat proses pembentukan plak darah oleh lemak sehingga resiko jantung koroner dapat diminimalisir.

  • Menguatkan Sistem Saraf

Batang serai mengandung magnesium, fosfor dan asam folat yang berfungsi menjaga kesehatan saraf. Jika kesehatan saraf terjaga, tubuh akan lebih mudah melakukan aktivitas, menjaga daya ingat serta mengolah informasi.

  • Mengobati Penyakit Kulit

Sifat anti jamur dan antiseptik pada batang serai mampu mengobati penyakit kulit secara tuntas. Caranya adalah dengan mengambil batang serai lalu gosokkan pada area kulit yang ditumbuhi jamur. Mungkin akan sedikit terasa perih, namun cara ini akan membersihkan penyakit kulit secara total tanpa meninggalkan noda.

  • Menurunkan Tekanan Darah

Saat diolah menjadi teh, batang serai akan menghasilkan kalium dalam jumlah besar. Kalium ini nantinya akan memicu tubuh melakukan proses diuretik, yaitu proses penurunan tekanan darah dengan cara mengeluarkan natrium melalui urine.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ "Cymbopogon citratus information from NPGS/GRIN". www.ars-grin.gov. Diakses tanggal 2008-03-02. 
  2. ^ a b c d Megumi, Sarah (28 Desember 2018). "Serai, Tanaman Bumbu dan Penghangat Tubuh". greeners.co. Diakses tanggal 17 Juli 2021. 
  3. ^ Hadi, Abdul (26 Mei 2020). "Manfaat Serai untuk Kesehatan: Dari Antioksidan Hingga Antimikroba". tirto.id. Diakses tanggal 17 Juli 2021. 
  4. ^ Kokap, Admin. "Manfaat dan Khasiat Batang Serai Bagi Kesehatan". KAPANEWON KOKAP. Diakses tanggal 17 Juli 2021.