Buka menu utama

Moncongloe adalah salah satu dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan ini memiliki 5 lima pembagian wilayah yang semuanya berstatus sebagai desa dengan rincian jumlah dusun sebanyak 17. Dari 5 desa itu pula masing-masing memiliki perkembangan yang berbeda, yaitu 1 desa dengan perkembangan desa swadaya, 1 desa dengan perkembangan desa swakarya, dan 3 desa dengan perkembangan swasembada. Kecamatan ini beribu kota di Pamanjengan dengan jarak dari ibu kota Kabupaten Maros (Turikale) adalah 22 km. Luas kecamatan ini sekitar 46,87 km² dengan jumlah penduduk 17.694 jiwa pada tahun 2012. Secara astronomis, kecamatan ini terletak antara 119,30 Bujur Timur sampai 5,00 Lintang Selatan. Topografi kecamatan ini berada pada ketinggian 10–122 m di atas permukaan laut.

Moncongloe
Kecamatan
Peta Moncongloe.jpg
Peta lokasi Kecamatan Moncongloe
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenMaros
Kodepos90552
Luas46,87 km2
Kepadatan378 jiwa/km2

Kecamatan Moncongloe memiliki Puskesmas Moncongloe, Kantor camat Moncongloe dan Polsek Moncongloe. Jarak Moncongloe menuju Kabupaten Maros adalah sekitar 20 Km. Jarak dari Moncongloe menuju Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Makassar adalah 22 Km melalui jalan darat. Penghasilan utama dari penduduk Kecamatan Moncongloe adalah Bertani. Hasil pertanian bermacam-macam. Ada padi, Ketela Pohon, jagung, sayur-sayuran, kacang, dll. Terdapat pula banyak peternak. Kebanyakan beternak Sapi dan ayam Potong.

Daftar isi

SejarahSunting

Secara harpiah Moncongloe berarti, tempat yang tinggi. Moncongloe sudah lama dikenal, sejak abad ke-16, sebab wilayah ini adalah salah satu Gallarrang ( Distrik/Kecamatan zaman kerajaan Gowa) dari kerajaan Gowa-Tallo. Bahkan Pahlawan “Internasional” Syeikh Yusuf merupakan putra Moncongloe, karena Dia adalah Cucu dari Gallarrang Moncongloe. Dalam perjanjian Bongaya pada tanggal 10 Nopember 1667, yang kemudian diperbaharui pada anggal 1824, pemerintah Hindia Belanda membagi negeri-negeri Celebes menjadi tiga kelompok, yakni:

  • Negeri-negeri yang berada langsung di bawah pemerintahan Hindia Belanda.
  • Negeri-negeri yang secara tidak langsung di bawah pemerintahan Hindia Belanda.
  • Negeri-negeri yang berdaulat, yang hanya menjalin hubungan setara dengan pemerintahan Hindia Belanda.

Wilayah Moncongloe masuk kedalam kategori kedua bersama dengan wilayah-wilayah sekitarnya. Kelompok utara atau kelompok distrik utara (noorder districten) termasuk Maros, Bontoa, Tanralili, Simbang, Sulewattang ri Lau, Tomboro’, Sudiang, Malawwa, Camba, Balocci, Turikale, Moncongloe, dll. Dengan pembesar Hindia Belanda diwilayah ini berkedudukan di Maros, sedangkan kepala daerahnya bergelar Karaeng Lomo Daeng lolo, Aru Sulewattang/Gallarrang. Dalam perjalanan sejarah pemerintahan Sulawesi Selatan pada umumnya, maka berdasarkan Penetapan Gubernur Grote Oest (Timur Besar) no. 21 BIJBLAD 14377 tanggal 24 Februari 1940, Celebes dibagi tujuh Afdeling, diatara Afdeling itu adalah Afdeling Makassar, yang membawahi Onderafdeling Sungguminasa, Pangkajene, Takalar/Turatea, Pulau-pulau sekitar Makassar serta Onderafdeling Maros Sendiri yang didalamnya adalah Distrik Moncongloe. Setelah zaman kemerdekaan, dengan UU. No. 2, 3, dan 4 tahun 1957, Moncongloe masuk dalam wilayah Makassar bersama Maros, Pangkajene dan pulau-pulau spermonde. Pada tahun 1959, dengan UU. No. 29 tahun 1959, terjadi lagi perubahan, yakni Moncongloe masuk dalam Wilayah administratif kabupaten Maros, dengan status sebagai Distrik/Desa di bawah kecamatan Mandai. Tahun 1971, Maros dihadapkan suatu pilihan yang sulit, sebab sebagian wilayahnya dibagian selatan diambil alih oleh kota madya Makassar dengan PP. RI. No. 51 tahun 1971, tanggal 1 September 1971. Bira, Daya, Tamalanrea, Bulorokeng, dan Sudiang masuk kewilayah Makassar. Pada tahun 2000, wilayah Moncongloe melepaskan diri dari kecamatan Mandai, dan berdiri sendiri, menjadi salah satu sari 14 kecamatan kabupaten Maros.

GeografisSunting

Moncongloe terbagi atas dua karakter, karakter pertama terletak disebelah timur, keadaan alamnya berbukit-bukit serta ditumbuhi hutan yang lebat (Moncongloe Bulu’). Karakter kedua terletak disebelah barat, dengan keadaan alam berada didataran rendah, sehingga berawa-rawa dan dilintasi anak sungai Tallo (Moncongloe Lappara’). Adapun batas-batas Moncongloe sebagai berikut:

Desa atau KelurahanSunting

Kecamatan Moncongloe terdiri atas 0 Kelurahan dan 5 Desa sebagai berikut:

  1. Bonto Marannu
  2. Bonto Bunga
  3. Moncongloe
  4. Moncongloe Lappara
  5. Moncongloe Bulu

Fasilitas umumSunting

KesehatanSunting

Sarana kesehatan yang ada di Kecamatan Moncongloe yaitu Puskesmas Moncongloe. Praktik dokter dan bidan juga banyak ditemukan di Moncongloe.

PasarSunting

Pasar yang ada di Kecamatan Moncongloe adalah Pasar Diccekang yang terletak Di Dusun Diccekang dan Pasar Leko yang terletak di Desa Bonto Marannu serta Pasar Manjalling yang terletak di dusun Manjalling.

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  • Maros Dalam Angka 2013