Buka menu utama

Lobang, Limpung, Batang

desa di Kabupaten Batang

Letak Geografis dan Demografi

Lobang
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBatang
KecamatanLimpung
Kodepos51271
Luas438,328 Ha
Jumlah penduduk1.999 Jiwa (2015)
Kepadatan447 Jiwa/km2

Lobang adalah desa di kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berada pada wilayah sebelah selatan wilayah kecamatan Limpung. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Sukorejo dan Desa Ngaliyan. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Sendang Kecamatan Tersono. Selatan berbatasan dengan Desa Kalisari Kecamatan Reban, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukomangli Kecamatan Reban.

Sebelum tahun 2007 desa ini masuk pada wilayah kecamatan Tersono. Namun setelah pemekaran kecamatan pada akhir 2007 desa Lobang dimasukkan dalam kecamatan Limpung bersama dengan desa Wonokerso.

Keadaan geografis Desa ini berbeda dengan desa lain yang ada di Kecamatan Limpung karena desa ini berada pada perbukitan di sebelah selatan. Untuk masuk ke Desa ini dapat melewati desa Sukorejo dengan jalan yang menanjak dan berkelok. Di desa ini juga satu-satunya desa di kecamatan Limpung yang memiliki areal hutan pinus dan hutan damar (hutan produksi) milik perhutani. Karena desa ini terletak di dataran yang lebih tinggi dari desa lain di kecamatan Limpung maka suhu udara rata-rata di desa ini juga lebih rendah. Sedangkan curah hujan di desa ini relatif tinggi.

Sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani. Selain itu juga ada yang bermata pencaharian sebagai pedagang, buruh, pegawai swasta, PNS, dan sebagainya. Hasil bumi yang paling banyak dihasilkan desa ini adalah kayu, buah pisang, buah nangka, emping, cengkeh, kopi, jagung, dan lain-lain. Sebagian besar hasil bumi tersebut diperdagangkan ke Pasar Limpung.

Desa ini terdiri dari 2 dusun/dukuh yaitu Lobang dan Jetis. Dusun Lobang terdiri dari 8 RT sedangkan Jetis terdiri dari 4 RT. Jumlah penduduk Desa Lobang sekitar 2100 jiwa pada Tahun 2017.

Pendidikan dan Perekonomian

Sebagai desa yang letak geografisnya agak terpencil dari desa yang lain masalah utama yang dihadapi penduduk desa ini adalah masalah transportasi, ekonomi, dan pendidikan. Keadaan jalan yang menanjak dan rusak sudah bukan rahasia lagi. Dengan keadaan jalan yang demikian maka banyak penduduk desa lain yang enggan untuk berkunjung, bahkan menjadi bahan olok-olok. Padahal jalan tersebut menjadi fasilitas utama perputaran ekonomi di desa Lobang. Karena keadaan desa yang berada di atas maka tidak heran jika berpengaruh terhadap kondisi pertanian penduduk. Jumlah air yang minim menjadi tantangan tersendiri bagi kelangsungan sawah. Di desa ini padi hanya dapat ditanami sekali setiap tahun, selebihnya ditanami dengan palawija. Sedangkan sebagian besar tanah yang lain berupa lahan perkebunan yang ditanami dengan kopi, melinjo, cengkeh, sengon, dan tanaman keras yang lain.

Secara umum tingkat perekonomian desa ini masih dikatakan rendah, bisa dibuktikan dengan masih banyak penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Pendidikan juga menjadi masalah tersendiri bagi desa ini karena mayoritas penduduk merupakan tamatan SD atau bahkan tidak tamat SD. Keadaan yang demikian menjadikan desa ini sebagai desa yang masih tertinggal dari desa-desa lain yang berada di Kecamatan Limpung.

Masalah lain yang dihadapi desa ini adalah kurangnya pasokan air bersih yang memadai untuk kebutuhan sehari-hari penduduk. Walaupun secara umum setiap kepala keluarga sudah memiliki fasilitas air bersih, namun masih kurang memadai karena kecilnya debit air yang sampai ke desa.

Wisata Hutan Pinus dan Curug Pager

Pada awal tahun 2017 ini desa Lobang merintis berdirinya wana wisata baru di wilayah kecamatan Limpung, yaitu dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di desa Lobang yaitu keindahan hutan pinus, hutan damar dan Curug Pager. Wanawisata ini diberi mana "WANAWISATA LOBANG POLOWONO" sebagai nama yang unik dan bersejarah.

Kawasan ini berpotensi untuk dijadikan wanawisata dan bumi perkemahan sekaligus karena areal hutan yang luas dan cenderung datar sekaligus didukung keindahan alamnya.

Wanawisata ini pertama kali dirintis oleh pemuda karang taruna yang sadar akan potensi wisata di desa Lobang. Ide ini disampaikan ke pihak desa untuk mendapat dukungan. Tetapi ternyata diluar dugaan dukungan juga datang dari pihak perhutani dan kecamatan.

Kedepannya untuk menarik para wisatawan, di area wisata desa Lobang akan dibangun atau dilengkapi dengan fasilitas gardu pandang, aula pertemuan, toilet, mushola, area selfie, area parkir sepeda motor dan mobil, rumah pohon, perbaikan jalan ke curug Pager, curug Kembar, flying fox, jembatan cinta, gazebo, kantin dan fasilitas pendukung lainnya.

Adapun karcis tanda masuk yang dikenakan untuk pengunjung adalah hanya sebesar Rp3.000.- per orang. Untuk parkir sepeda motor dikenakan Rp2.000,- dan mobil Rp5.000,-.

Wana wisata ini juga bisa digunakan untuk kegiatan perkemahan, kumpul keluarga, rapat-rapat, halal bi halal, reuni dsb.