Sitahuis, Tapanuli Tengah

kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah
(Dialihkan dari Kecamatan Sitahuis)

Sitahuis adalah sebuah kecamatan yang berada di kabupaten Tapanuli Tengah, provinsi Sumatra Utara, Indonesia. Sitahuis merupakan daerah pengunungan dan sepanjang jalan di kecamatan Sitahuis memiliki banyak tikungan berganda. Sitahuis juga memiliki beberapa tempat wisata seperti bukit Anugrah, batu lubang, jalan Rampa Poriaha, dan Aek Raisan. Ibu kota kecamatan ini berada di kelurahan Nauli, dan kecamatan ini juga berbatasan dengan kota Sibolga.

Sitahuis
(Peta Lokasi) Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah.svg
Peta lokasi Kecamatan Sitahuis
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenTapanuli Tengah
Pemerintahan
 • CamatAhlian Gultom
Populasi
 • Total5.983 jiwa
Kode Kemendagri12.01.13 Edit the value on Wikidata
Luas50,52 km²
Desa/kelurahan5 Desa
1 Kelurahan
Jembatan gantung di atas Aek Raisan pada tahun 1905

Penduduk kecamatan ini berjumlah 5.983 jiwa pada tahun 2020, dengan kepadatan 118,43 jiwa/km2, dimana laki-laki berjumlah 3.047 jiwa dan perempuan berjumlah 2.936 jiwa.[1] Penduduk paling banyak berada di kelurahan Nauli yakni 1.529 jiwa, dan paling sedikit berada di desa Simaninggir yakni 604 jiwa.[1]

DemografiSunting

Kabupaten Tapanuli Tengah termasuk salah satu kabupaten yang beragam berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat (SARA). Suku yang mendiami kawasan kecamatan Sitahuis ini kebanyakan merupakan suku Batak Toba dan suku Pesisir.[2] Selain itu adapula sebagian lagi berasal dari suku Batak Angkola, Melayu, Jawa, Nias, Minangkabau, dan sebagian kecil dari suku lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara penduduk berdasarkan agama dalam Badan Pusat Statistik kabupaten Tapanuli Tengah 2020 mencatat bahwa penduduk di kecamatan ini beragam kepercayaan. Mayoritas penduduk Badiri memeluk agama Kristen 92,94%, dimana Protestan 91,84% dan Katolik 1,10%, dan sebagian lagi memeluk agama Islam yakni 7,04% dan sebagian kecil Budha 0,02%. Kemudian untuk sarana rumah ibadah, terdapat 17 bangunan gereja Protestan, 3 gereja Katolik dan 2 masjid.[1]

PekerjaanSunting

Kehidupan masyarakat Pesisir dan Batak pada umumnya adalah sebagai petani, dan saat ini telah bayak bekerja di berbagai sektor pemerintahan dan swasta. Selain itu pada sektor pendidikan juga banyak yang telah berhasil mencapai Universitas. Kehidupan lain yang dijalani oleh masyarakat di kawasan ini adalah sebagai guru, pedagang, wiraswasta dan lain-lain.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Kecamatan Sitahuis Dalam Angka 2020" (pdf). www.tapanulitengahkab.bps.go.id. hlm. 22. Diakses tanggal 14 Februari 2021. 
  2. ^ "Mengetahui Apa itu Suku Batak Pesisir-Pasisi". www.tobato.com. Diakses tanggal 14 Februari 2021. 

Pranala luarSunting