Buka menu utama

Idham Azis

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. (lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak tanggal 1 November 2019, menggantikan Jenderal Pol. Tito Karnavian.[1]

Jenderal Pol. Drs.
Idham Azis
M.Si.
Idham Azis, Chief of the Indonesian National Police.jpg
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-24
Mulai menjabat
1 November 2019
PresidenJoko Widodo
WakilAri Dono Sukmanto (2019–sekarang)
PendahuluTito Karnavian
Ari Dono Sukmanto (Plt.)
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ke-20
Masa jabatan
22 Januari 2019 – 1 November 2019
PendahuluArief Sulistyanto
PenggantiListyo Sigit Prabowo
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ke-37
Masa jabatan
20 Juli 2017 – 22 Januari 2019
PendahuluMochamad Iriawan
PenggantiGatot Eddy Pramono
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri
Masa jabatan
23 September 2016 – 20 Juli 2017
PendahuluMochamad Iriawan
PenggantiMartuani Sormin
Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri
Masa jabatan
1 Maret 2016 – 23 September 2016
PendahuluYovianes Mahar
PenggantiSupriyanto
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
Masa jabatan
3 Oktober 2014 – 29 Februari 2016
PendahuluAri Dono Sukmanto
PenggantiRudy Sufahriadi
Informasi pribadi
Lahir30 Januari 1963 (umur 56)
Bendera Indonesia Kendari, Sulawesi Tenggara
PasanganFitri Handari
Anak
  • Ilham Urane Azis
  • Irfan Urane Azis
  • Firda Athira Azis
  • Pandu Urane Azis
Orang tuaAbdul Azis Halik (ayah)
Tuti Pertiwi (ibu)
Alma materAkademi Kepolisian (1988)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian National Police.svg Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1988–sekarang
PangkatPDU JEN.png Jenderal Polisi
SatuanReserse
Pertempuran/perangOperasi Tinombala

Idham berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelum menjadi Kapolri, dia menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Kehidupan pribadiSunting

Idham dilahirkan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 30 Januari 1965 sebagai putra dari pasangan Abdul Azis Halik dan Tuti Pertiwi. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Kampung Salo pada tahun 1976, lalu melanjutkan ke pendidikan menengah di SMP 2 Kendari pada tahun 1979, dan menyelesaikannya di SMA 1 Kendari pada tahun 1982.[2] Idham kemudian mencoba mengikuti tes masuk AKABRI Kepolisian (sekarang AKPOL), tetapi dirinya tidak lolos. Sembari menunggu tes yang akan digelar tahun berikutnya, Idham masuk ke Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Pada kesempatan berikutnya, dia kembali mencoba tetapi gagal lagi. Baru pada tahun 1988, Idham akhirnya diterima masuk dan menjadi bagian dari AKABRI Kepolisian A angkatan 1988 (AKPOL 1988 A).[3]

Idham kemudian bertemu dengan Fitri Handari yang merupakan alumni dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia angkatan 1993. Mereka kemudian menikah dan memiliki empat orang anak, yaitu Ilham Urane Azis, Irfan Urane Azis, Firda Athira Azis, dan Pandu Urane Azis. Istilah "urane" merupakan kata dalam bahasa Bugis yang berarti anak.[4] Putranya, Irfan, tercatat telah meraih sejumlah prestasi dalam bidang pendidikan. Ia pernah meraih peringkat pertama dalam American Mathematics Competition 8 (Kompetisi Matematika Amerika) yang digelar pada tahun 2014, menyabet 3 medali emas dalam ajang Wizard at Mathematics International Competition yang digelar di India pada tahun 2014, medali emas dari Asia International Mathematics Olympiad Open Contest (Kontes Terbuka Olimpiade Matematika Internasional Asia) tahun 2015, medali emas dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tingkat SMP tahun 2015, serta 2 medali emas dari kompetisi International Teenagers Mathematics Olympiad (Olimpiade Matematika Remaja Internasional) yang digelar tahun 2015 di Malaysia.[5] Irfan kemudian dilantik menjadi taruna AKPOL pada tanggal 31 Oktober 2019, dan berhasil memasuki peringkat 10 besar taruna terbaik dengan nilai 826,5 untuk seluruh taruna dari empat matra.[6]

KarierSunting

Idham termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan.[7]

Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen. Pol. Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana. Tito memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis SMA Kristen yang terjadi di Poso. Per tanggal 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.[8]

Idham menggantikan Brigjen Pol. Ari Dono Sukmanto sebagai Kapolda Sulawesi Tengah sejak tanggal 3 Oktober 2014.[9][10] Jabatan tersebut diembannya hingga tanggal 1 Maret 2016, ketika dirinya digantikan oleh Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi. Idham kemudian dimutasi menjadi Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri.[11]

Pada tanggal 23 September 2016, Idham dilantik menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (Kadiv Propam), menggantikan Irjen. Pol. Mochamad Iriawan.[12] Idham dipilih karena pernah bertugas di daerah konflik, khususnya Poso.[13] Idham kembali menggantikan posisi Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya pada tanggal 26 Juli 2017.[14][15] Menurut Tito selaku Kapolri, Idham dipilih karena pernah lama bertugas di Polda Metro Jaya.[16]

Idham ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Komjen. Pol. Arief Sulistyanto.[17] Posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya dilanjutkan oleh Irjen. Pol. Gatot Eddy Pramono.[18] Idham dilantik sebagai Kabareskrim pada tanggal 28 Januari 2019.[19]

Pada tanggal 23 Oktober, Presiden Joko Widodo mengusulkan nama Idham sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.[20] Pada tanggal 30 Oktober, Komisi III DPR-RI yang dipimpin oleh Herman Hery menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Idham. Rapat pleno Komisi III memutuskan bahwa mereka menyetujui pencalonan Idham secara aklamasi. Keputusan ini disahkan oleh Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI dalam sidang paripurna yang digelar sehari setelahnya.[21] Presiden Jokowi resmi melantik Idham sebagai Kapolri pada tanggal 1 November 2019.[22][23]

Riwayat pendidikanSunting

Pendidikan PolriSunting

  • AKABRI A (1988)
  • PTIK (1995)
  • SESPIM (2002)
  • SESPIMTI (2011)

Pendidikan KejuruanSunting

  • PA SERSE (1990)
  • PA LINGKUNGAN HIDUP (1995)
  • ASSESSMENT RESKRIM (2011)

KepangkatanSunting

Lambang Pangkat Tanggal
  Letnan Polisi Dua 26 Juli 1988 – 1 Oktober 1991
  Letnan Polisi Satu 1 Oktober 1991 – 1 Oktober 1995
  Kapten Polisi 1 Oktober 1995 – 1 Oktober 1999
  Komisaris Polisi 1 Oktober 1999 – 1 Juli 2003
  Ajun Komisaris Besar Polisi 1 Juli 2003 – 23 November 2005
  Komisaris Besar Polisi 23 November 2005 – 18 April 2013
  Brigadir Jenderal Polisi 18 April 2013 – 14 Oktober 2016
  Inspektur Jenderal Polisi 14 Oktober 2016 – 28 Januari 2019
  Komisaris Jenderal Polisi 28 Januari 2019 – 1 November 2019
  Jenderal Polisi 1 November 2019 – sekarang

Jabatan kepolisianSunting

 
Saat masih menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

Penghargaan dan tanda kehormatanSunting

Kasus terkenalSunting

ReferensiSunting

RujukanSunting

  1. ^ Erwanti, Marlinda Oktavia (1 November 2019). "Kapolri Idham Azis Resmi Sandang Pangkat Jenderal". Detik. Diakses tanggal 1 November 2019. 
  2. ^ Haerun (25 Oktober 2019). "Perjalanan Karir Calon Tunggal Kapolri yang Pernah Kuliah di Universitas Halu Oleo". Diakses tanggal 15 November 2019. 
  3. ^ Ryandi, Dimas, ed. (23 Juli 2017). "Irjen Idham Aziz, 2 Kali Gagal Tes Akpol, Bantu Bangun 4 Masjid". Diakses tanggal 16 November 2019. 
  4. ^ Pratiwi, Alif Nur Fitri (31 Oktober 2019). Adhi, Adrianus, ed. "Biodata Komjen Idham Azis Kapolri yang Baru, Pernah Menjabat 23 Jabatan & Tangani Terorisme". Surya Malang. Diakses tanggal 15 November 2019. 
  5. ^ Novia, Dyah Ratna Meta (15 Desember 2015). Hazliansyah, ed. "Indonesia Sabet 5 Medali Emas di International Teenagers Mathematics Olympiad". Republika. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  6. ^ Pradewo, Bintang, ed. (31 Oktober 2019). "Anak Idham Azis Dilantik Jadi Taruna dengan Hasil yang Memuaskan". Jawa Pos. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  7. ^ "189 Polisi Naik Pangkat Luar Biasa". Bali Post. 8 Desember 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 April 2013. Diakses tanggal 25 Juli 2017. 
  8. ^ Karnavian 2008, hlm. 471.
  9. ^ "Kapolda Baru Sulteng Mengaku Kenal Wilayah Tugasnya". BeritaSatu. 13 Oktober 2014. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  10. ^ Arya, Subandi (5 Oktober 2014). "Ini Profil Singkat Kapolda Sulteng yang Baru". MetroSulawesi. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Februari 2016. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  11. ^ "Mantan Kapolres Poso Pimpin Polda Sulteng". VIVA. 1 Maret 2016. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  12. ^ Arnaz, Farouk (24 September 2016). "Idham Azis Jadi Kadiv Propam, Krishna Murti Ikut Diganti". BeritaSatu. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  13. ^ Sofwan, Rinaldy (30 September 2016). "Brigjen Idham Azis Resmi Jabat Kadiv Propam". CNN Indonesia. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  14. ^ Sohuturon, Martahan (26 Juli 2017). "Irjen Idham Aziz Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya". CNN Indonesia. Diakses tanggal 18 November 2019. 
  15. ^ Nadia, Ambaranie; Movanita, Kemala (26 Juli 2017). Wedhaswary, Inggried Dwi, ed. "Kapolri Lantik Idham Azis sebagai Kapolda Metro Jaya". Kompas. Diakses tanggal 18 November 2019. 
  16. ^ Santoso, Audrey (26 Juli 2017). "Kapolri Ungkap Alasan Pilih Irjen Idham Aziz Jadi Kapolda Metro". Detik. Diakses tanggal 18 November 2019. 
  17. ^ Rahma, Andita (23 Januari 2019). Kurniawati, Endri, ed. "Jadi Kepala Bareskrim, Begini Perjalanan Karir Irjen Idham Azis". Tempo. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  18. ^ Jurnaliston, Reza (22 Januari 2019). Gatra, Sandro, ed. "Mutasi di Polri, Idham Aziz Akan Jabat Kabareskrim". Kompas. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  19. ^ Jurnaliston, Reza (28 Januari 2019). Asril, Sabrina, ed. "Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat Kabareskrim Idham Azis Jadi Jenderal Bintang Tiga". Kompas. Diakses tanggal 26 November 2019. 
  20. ^ Arbi, Ivany Atina; Ghaliya, Ghina (23 Oktober 2019). "Jokowi proposes chief detective as Indonesia's top cop". The Jakarta Post. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  21. ^ Maharani, Tsarina (31 Oktober 2019). "Sah! DPR Tetapkan Idham Azis sebagai Kapolri". Detik. Diakses tanggal 15 November 2019. 
  22. ^ Astuti, Nur Azizah Rizki (31 Oktober 2019). "Komjen Idham Azis Dilantik sebagai Kapolri Besok". Detik. Diakses tanggal 15 November 2019. 
  23. ^ Gorbiano, Marchio Irfan; Ghaliya, Ghina (1 November 2019). "Former Bareskrim head Idham Azis inaugurated as National Police chief". The Jakarta Post. Diakses tanggal 18 November 2019. 

SumberSunting

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Jenderal Pol. Tito Karnavian
Komjen. Pol. Ari Dono Sukmanto (Plt.)
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
1 November 2019
Petahana
Didahului oleh:
Komjen. Pol. Arief Sulistyanto
Kabareskrim Polri
22 Januari 2019–1 November 2019
Diteruskan oleh:
Irjen. Pol. Listyo Sigit Prabowo
Didahului oleh:
Irjen. Pol. M. Iriawan
Kapolda Metro Jaya
20 Juli 2017–22 Januari 2019
Diteruskan oleh:
Irjen. Pol. Gatot Eddy Pramono
Didahului oleh:
Irjen. Pol. M. Iriawan
Kadivpropam Polri
23 September 2016–20 Juli 2017
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Martuani Sormin
Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Yovianes Mahar
Irwil II Itwasum Polri
29 Februari 2016–23 September 2016
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Supriyanto
Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Ari Dono Sukmanto
Kapolda Sulteng
3 Oktober 2014–29 Februari 2016
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Rudy Sufahriadi
Didahului oleh:
Kombes. Pol. M. Iriawan
Dirreskrimum Polda Metro Jaya
17 Oktober 2009–29 September 2010
Diteruskan oleh:
Kombes. Pol. Herry Rudolf Nahak