Buka menu utama

Komjen. Pol. Drs. Idham Azis, M.Si. (lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 22 Januari 2019 menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Idham Azis
Kapolda Sulawesi Tengah Idham Azis.png
Idham Azis saat menjabat Kapolda Sulteng
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ke-20
Mulai menjabat
22 Januari 2019
PendahuluArief Sulistyanto
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya ke-37
Masa jabatan
20 Juli 2017 – 22 Januari 2019
PendahuluMochamad Iriawan
PenggantiGatot Eddy Pramono
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri
Masa jabatan
23 September 2016 – 20 Juli 2017
PendahuluMochamad Iriawan
PenggantiMartuani Sormin
Inspektur Wilayah II Inspektorat Pengawasan Umum Polri
Masa jabatan
1 Maret 2016 – 23 September 2016
PendahuluYovianes Mahar
PenggantiSupriyanto
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
Masa jabatan
3 Oktober 2014 – 29 Februari 2016
PendahuluAri Dono Sukmanto
PenggantiRudy Sufahriadi
Informasi pribadi
Lahir30 Januari 1963 (umur 56)
Bendera Indonesia Kendari, Sulawesi Tenggara
PasanganFitri Handari
AnakIlham Urane Azis
Irfan Urane Azis
Alma materAkademi Kepolisian (1988)
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian National Police.svg Kepolisian Negara Republik Indonesia
Masa dinas1988–sekarang
PangkatPDU KOMJEN KOM.png Komisaris Jenderal Polisi
SatuanReserse
Pertempuran/perangOperasi Tinombala

Idham, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

KarierSunting

Idham merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jendral Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan.[1]

Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen. Pol. Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso. Keesokan harinya, Idham terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana. Tito memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen yang terjadi di Poso. Per tanggal 12 November 2005, Idham resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.[2]

Kemampuannya di bidang anti-terorisme membuat Kapolri mempercayakan Idham menjabat di Sulawesi Tengah, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.[3][4]

Riwayat PendidikanSunting

Pendidikan UmumSunting

  • SD (1976)
  • SMP (1979)
  • SMA (1982)
  • S2 KIK IV (2001)

Pendidikan PolriSunting

  • AKABRI A (1988)
  • PTIK (1995)
  • SESPIM (2002)
  • SESPIMTI (2011)

Pendidikan KejuruanSunting

  • PA SERSE (1990)
  • PA LINGKUNGAN HIDUP (1995)
  • ASSESSMENT RESKRIM (2011)

Tanda PangkatSunting

Riwayat jabatanSunting

  • 02–12–1988: Pamapta Kepolisian Resor Bandung
  • 15–01–1989: Kepala Urusan Bina Operasi Lalu Lintas Kepolisian Resor Bandung
  • 28–04–1991: Kepala Kepolisian Sektor Dayeuhkolot Resor Bandung
  • 05–04–1993: Kepala Kepolisian Majalaya Resor Bandung Kepolisian Wilayah Priangan
  • 01–07–1999: Kepala Unit VC Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 27–08–2001: Wakil Kepala Satuan Serse UM Direktorat Serse Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 08–05–2002: Perwira Menengah Sekolah Staf & Kepemimpinan Dediklat Polri
  • 14–12–2002: Kepala Satuan I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 25–02–2003: Kepala Satuan III/UM Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 10–09–2004: Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  • 14–10–2004: Inspektur Bidang Operasi Inspektorat Wilayah Daerah Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  • 03–06–2005: Kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus/Anti-Teror
  • 17–01–2006: Kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Badan Reserse Kriminal Polri
  • 09–06–2008: Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Badan Reserse Kriminal Polri
  • 19–12–2008: Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat
  • 17–10–2009: Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 29–09–2010: Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri
  • 25–03–2013: Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri
  • 03–10–2014: Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
  • 28–02–2016: Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri
  • 23–09–2016: Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri
  • 20–07–2017: Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya
  • 22–01–2019: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri

Tanda JasaSunting

  • Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun

Kasus yang pernah ditanganiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "189 Polisi Naik Pangkat Luar Biasa". Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 April 2013. Diakses tanggal 25 Juli 2017. 
  2. ^ Karnavian 2008, hlm. 471.
  3. ^ "Kompolnas Harap Kapolda Sulteng yang Baru Bisa Tangkap Santoso". Portal Kriminal. 
  4. ^ "Ini Profil Singkat Kapolda Sulteng yang Baru". MetroSulawesi. 

SumberSunting

Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Komjen. Pol. Arief Sulistyanto
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri
22 Januari 2019–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Irjen. Pol. Mochamad Iriawan
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya
20 Juli 2017–22 Januari 2019
Diteruskan oleh:
Irjen. Pol. Gatot Eddy Pramono
Didahului oleh:
Irjen. Pol. M Iriawan
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia
23 September 2016–20 Juli 2017
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Martuani Sormin
Didahului oleh:
Brigjen. Pol. Ari Dono Sukmanto
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah
3 Oktober 2014 - 29 Februari 2016
Diteruskan oleh:
Brigjen. Pol. Rudy Sufahriadi