Buka menu utama

Akademi Kepolisian atau sering disingkat Akpol (bahasa Jawa: ꦄꦏꦢꦼꦩꦶ​ꦏꦼꦥꦺꦴꦭꦶꦱꦶꦪꦤ꧀) adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri). Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan. Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya.[1]

Akademi Kepolisian
SingkatanAkpol
MottoDharma, Bijaksana, Ksatria
Markas besarJl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang, Jawa Tengah

Situs web
www.akpol.ac.id

SejarahSunting

 
Siswa Akademi Kepolisian Hindia Belanda sewaktu masih di Sukabumi pada sekitar tahun 1928-1931

Perjalanan sejarah Akademi kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada akhirnya menetap di Semarang. Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “ Jawea Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.

Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No.: 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisi Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M, pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Pada tanggal 16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian. Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun. Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA. Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita di atas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ” Bhineka eka Bhakti ” menjadi lambang Polri “Tribrata”.

Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol: Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI. Akhirnya, perubahan terjadi pada logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2003, dengan diresmikannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar, penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana – Kretakarma – Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma – Bijaksana – Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata.[2]

TujuanSunting

 
Taruna Akpol pada saat upacara 17 Agustus di Istana Merdeka

Pihak Lembaga Pendidikan Polri bersama dengan Akpol telah memformulasikan standar kompetensi lulusan untuk Taruna Akpol yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kalemdikpol Nomor: Kep/202/VI/2011 Tanggal 14 Juni 2011, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kepribadian luhur, mental yang tangguh dan kesamaptaan yang prima dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok kepolisian.
  2. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan pemeliharaan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
  3. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan mengkoordinasikan tugas pokok kepolisian dalam rangka menangkal timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban serta penyakit masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan.[3]

Fasilitas PendidikanSunting

 
Gerbang utama Akademi Kepolisian Indonesia di Semarang

Fasilitas pendidikan identik dengan istilah sarana dan prasarana pendidikan. Akpol memiliki berbagai fasilitas pendidikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan bagi Taruna Akpol, dengan rincian sebagai berikut: Gedung perkantoran, Akpol memiliki setidaknya 6 (enam) gedung yang dijadikan sebagai kegiatan perkantoran, dengan rincian:

  • Gedung Tribrata Utama
  • Gedung Graha Bhayangkara
  • Gedung Graha Oetomo
  • Gedung Graha Cendikia
  • Gedung Graha Taruna
  • Rumah sakit Akpol
  • Stadion Taruna

Tingkatan tarunaSunting

Tingkat Tanda Pangkat Singkatan Bahasa Inggris Keterangan
1 / I Calon Bhayangkara Taruna Cabhatar Cadet Enlisted Candidate Ditempuh pada awal semester I selama 4 bulan pada saat Dikcandrabhara
1 / I   Bhayangkara Dua Taruna Bharadatar Cadet Enlisted Second Class Ditempuh pada akhir semester I selama 2 bulan sebanyak 22 SKS
1 / I   Bhayangkara Satu Taruna Bharatutar Cadet Enlisted First Class Ditempuh pada semester II selama 6 bulan sebanyak 21 SKS
2 / II   Brigadir Dua Taruna Brigdatar Cadet Brigadier Second Class Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester III dengan 20 SKS dan semester IV dengan 22 SKS)
3 / III   Brigadir Satu Taruna Brigtutar Cadet Brigadier First Class Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester V dengan 21 SKS dan semester VI dengan 22 SKS)
4 / IV   Brigadir Taruna Brigtar Cadet Brigadier Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester VII dengan 21 SKS dan semester VIII dengan 4 SKS)

LulusanSunting

 
Pangkat Ipda

Profil lulusan taruna Akpol adalah mendapat gelar Sarjana Terapan Kepolisian (STrK)[4] dan menjadi seorang Perwira polisi yang profesional didalam tugas dan tanggung jawabnya yang diemban. Lulusan taruna Akpol akan menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan dituntut untuk berkualifikasi sebagai:

  1. Penyelidik dan Penyidik Polri.
  2. Pemimpin yang Berkarakter Melindungi, Mengayomi dan Melayani.
  3. Pemelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Serta Penegak hukum Yang Berkeadilan.
  4. Manajer Lini Terdepan dalam Pemecahan Masalah Masyarakat.
  5. Perwira Polri yang menjadi tauladan dalam kesamaptaan yang prima, sehat dan cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional.[5]

Lulusan terbaik akan mendapat penghargaan Adhi Makayasa dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan pada upacara Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri.

BatalyonSunting

  • 1968 Dharma
  • 1970 Waspada
  • 1971 Satya Brata
  • 1972 Tansa Trisna
  • 1973 Pratidina
  • 1974 Praja Gupta
  • 1975 Kerta Karma
  • 1976 Arya Wirya
  • 1977 Dirot Saha
  • 1978 Paramarta
  • 1980 Atidhira
  • 1981 Anindhita
  • 1982 Pratistha
  • 1983 Divia Cita
  • 1984 Jagratara
  • 1985 Jananuraga
  • 1986 Arya Guna
  • 1987 Rekonfu
  • 1988a Atmani Wedana
  • 1988b Adhi Pradana
  • 1989 Dharana Latsarya
  • 1990 Dhira Brata
  • 1991 Bhara Daksa
  • 1992 Pratisara Wirya
  • 1993 Pesat Gatra
  • 1994 Tunggal Panaluan
  • 1995 Patria Tama
  • 1996 Wira Satya
  • 1997 Wira Pratama
  • 1998 Parama Satwika
  • 1999 Endra Dharmalaksana
  • 2000 Sanika Satyawada
  • 2001 Sarja Arya Racana
  • 2002 Wicaksana Laghawa
  • 2003 Tantya Sudhirajati
  • 2004 Tatag Trawang Tungga
  • 2005 Tathya Dharaka
  • 2006 Setia
  • 2007 Bakti Satria
  • 2008 Parahita Raksaka
  • 2009 Ananta Hira
  • 2010 Dharma Ksatria
  • 2010 Rinaksa Sakalamandala
  • 2012 Wiratama Bhayangkara
  • 2013 Budi Luhur Bhayangkara
  • 2015 Anindya Yodha
  • 2016 Satryo Pambudi Luhur
  • 2017 Hastadharana
  • 2018 Arkana Satriadharma
  • 2019 Wicaksana Adhimanggala
  • 2020 Adnyana Yuddhaga
  • 2021 Reksa Aksatriya Daksa
  • 2022 Prawira Hirya
  • 2023 Promoter

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting