Hantu Bangku Kosong

film Indonesia

Hantu Bangku Kosong adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2006. Film yang disutradarai oleh Helfi Kardit ini dibintangi oleh Adhitya Putri, Cathy Sharon, Bella Esperance, Tities Sapoetra, Zhi F, Unique Priscilla, Nadiah M. Hassan, Tania Hardjosubroto, Dewi Sahira, Keke Harun, Renny Umari, Reza Artamevia, Nurul Hidayati dan Piet Pagau.

Hantu Bangku Kosong
Bangku Kosong (2006a; wiki).jpg
SutradaraHelfi Kardit
ProduserChand Parwez Servia
SkenarioHelfi Kardit
Daniel Tito
Aris Munandar
PemeranAdhitya Putri
Cathy Sharon
Bella Esperance
Tities Sapoetra
Zhi F
Priscilla
Nadiah M. Hassan
Tania Hardjosubroto
Dewi Sahira
Keke Harun
Renny Umari
Reza Artamevia
Nurul Hidayati
Piet Pagau
MusikThomas Ramdhan
SinematografiBudiutomo
PenyuntingDwi Ilalang
Perusahaan
produksi
DistributorKharisma StarVision Plus
Tanggal rilis
19 Oktober 2006
Durasi
111 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia

PlotSunting

Dinda (Adhitya Putri) adalah seorang siswi SMU Permata Putri yang kutu buku dan cerdas, tetapi ia selalu diganggu oleh tiga siswi yang sangat nakal, brutal dan sok berkuasa, Destin (Nadiah M. Hassan), Nancy (Tania Hardjosubroto) dan Adela (Zhi F). Meskipun Dinda melaporkan mereka bertiga kepada gurunya, Ibu Melissa (Reza Artamevia), dan kepala sekolahnya, Ibu Janet (Bella Esperance), tetapi mereka berdua tidak bisa berbuat apa-apa karena Adela sendiri adalah putri Pak Widodo (Adi Surya Abdi), yang menjadi penyumbang dana terbesar yayasan SMU Permata Putri. Mengetahui hal itu mereka bertiga sangat marah hingga mengurung Dinda di gudang saat jam pulang sekolah, tetapi Dinda akhirnya dibebaskan oleh penjaga sekolah, Pak Jimun (Piet Pagau). Keesokan harinya, ketika Ibu Melissa masuk dan mulai mengajar, Adela membuat kegaduhan hingga merendahkan martabat Ibu Melissa. Merasa tidak dianggap dan dihina oleh Adela serta siswi lainnya, Ibu Melissa memutuskan untuk memberitahu Ibu Janet bahwa ia mengundurkan diri dari SMU Permata Putri. Segera setelah itu, Ibu Janet mencari pengganti Ibu Melissa.

Keesokan harinya, Ibu Janet memperkenalkan pengganti Ibu Melissa, Ibu Grace (Cathy Sharon), kepada siswi SMU Permata Putri. Saat Ibu Grace mulai mengajar, ia menyuruh Dinda untuk duduk di "bangku kosong" di depan meja guru yang biasanya selalu dikosongkan. Dinda kemudian dirasuki oleh hantu dan memaksa Ibu Grace untuk mengeluarkan semua siswi di kelasnya. Karena insiden itu, Ibu Janet dan para guru lain sangat marah kepada Ibu Grace. Ibu Janet berusaha menjelaskan aturan sekolah tersebut kepada Ibu Grace demi menjaga nama baik atau reputasi sekolah, lalu mereka menceritakan bahwa terjadi insiden yang kemudian merenggut nyawa saat duduk di "bangku kosong" itu. Tiga tahun lalu, seorang siswi bernama Audi (Celine Whiteney) yang duduk di bangku tersebut meninggal bunuh diri di rumahnya karena tertekan serta seorang guru bernama Ibu Shinta yang mengalami kecelakaan mobil saat memeriksa ulangan para siswi di sekolah malam hari. Meskipun mereka sudah menjelaskannya, Ibu Grace bersikeras dengan pemikiran rasionalnya dan bertanggung jawab penuh atas Dinda di sekolah jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Sementara itu, Adela dan orang tuanya mengantarkan makan malam kepada kakaknya yang sangat tertekan, Radith (Tities Sapoetra), yang saat ini tinggal di gubuk. Meskipun mereka membujuknya untuk kembali ke rumah, Radith tetap tidak mau pulang dan berteriak histeris.

Beberapa waktu kemudian, Dinda, Adela, Nancy dan Destin mulai merasa dihantui oleh sosok gadis, baik di rumah mereka maupun di sekolah. Merasa dihantui, Adela, Nancy dan Destin mulai mencoret-coret "bangku kosong" di sekolah dengan spidol dan kapur papan tulis, yang kemudian hilang dengan sendirinya. Lalu, Ibu Grace juga mengalami kejadian serupa dengan mereka saat memaksa Dinda duduk di depan dengan memindahkan "bangku kosong" itu ke belakang kelas. Di rumah, Dinda bertanya kepada bundanya (Keke Harun) tentang pemilik rumah mereka sebelumnya, setelah Dinda sempat mendapatkan penglihatan tentang sosok Clara (Adhitya Putri) dan Mila (Dewi Sahira). Bunda Dinda bercerita bahwa pemilik rumah mereka sebelumnya adalah Ibu Tati yang memiliki seorang putri, tetapi putrinya meninggal gantung diri di bawah pohon sekolah. Dinda mendapatkan surat dari sosok Clara untuk meminta tolong. Malam harinya, Adela, Nancy dan Destin meninggal di rumah mereka masing-masing dalam waktu bersamaan. Adela meninggal tenggelam saat berenang, Nancy meninggal jatuh dari tangga dan Destin meninggal di kamar mandi.

Keesokan harinya, Ibu Janet memberitahukan kabar duka atas mereka bertiga di kelas kepada para siswi dan Ibu Grace. Meskipun Ibu Janet memperingatkan Ibu Grace tentang "bangku kosong" itu demi nama baik sekolah, tetapi Ibu Grace tetap pada pendiriannya. Malam harinya, Dinda dan Ibu Grace kembali dihantui oleh sosok gadis sekolah sehingga mereka berdua pergi ke sekolah. Dinda mencari berkas riwayat Clara dan Mila di perpustakaan, sementara Ibu Grace membakar "bangku kosong" dengan bensin di luar sekolah. Mereka berdua segera meninggalkan sekolah dan bertemu satu sama lain. Paginya, mereka berdua bertemu dengan bunda Clara (Renny Umari), lalu ia menceritakan riwayat putrinya itu dan Dinda sempat melihat foto Clara, Mila dan Radith. Mereka berdua kemudian pergi ke rumah keluarga Adela dan mendengar teriakan Radith dari gubuk di belakang rumah. Mereka berdua masuk ke gubuk dan melihat Radith bersama mayat Clara yang diawetkan dengan formalin dan memakai baju pengantin, tetapi Radith berteriak dan memukul kepala Ibu Grace hingga pingsan, lalu ia segera menyerang Dinda. Radith kemudian melihat wajah Dinda yang mirip dengan Clara. Ia kemudian mencekik Dinda, tetapi mayat Clara bangun dan memperingatkan Radith untuk tidak menyakiti Dinda. Sementara itu, bunda Clara yang bekerja sebagai petugas kebersihan di rumah sakit melihat dan mengejar sosok Clara, tetapi ia mengalami kecelakaan sehingga keesokan harinya, Ibu Grace dan Dinda melihat bunda Clara dan mayat Clara dimakamkan.

Di perpustakaan sekolah, Dinda menemukan buku harian dan jangka di meja, lalu ia kembali ke kelas. Di kelas, ia membaca buku harian milik Clara, yang berisi persahabatan Clara dan Mila. Mila sendiri memiliki kekasih bernama Radith, di mana orang tua Radith menjadi penyumbang dana terbesar yayasan SMU Permata Putri. Tetapi Radith menyatakan perasaannya kepada Clara, disaksikan oleh Mila, hingga persahabatan mereka berakhir. Mila akhirnya membunuh Clara di bangku depan kelas pada malam hari, disaksikan oleh Radith yang terkejut dan marah, kemudian Mila meninggal gantung diri di bawah pohon sekolah. Dinda bermimpi bahwa kelas kosong dan ia sendirian hingga Mila datang membunuhnya, tetapi Mila dihadang oleh Radith hingga semua insiden "bangku kosong" berakhir karena di rumah sakit jiwa, polisi menemukan Radith gantung diri. Di sekolah, Dinda melihat namanya sendiri dan Clara lulus ujian akhir. Malam hari, Pak Jimun melihat sosok Adela, Nancy dan Destin yang masih duduk di belakang kelas dan belum pulang hingga tengah malam.

PemeranSunting

Pranala luarSunting