Buka menu utama

Teuku Mohammad Hadi Thayeb (lahir di Peureulak, Aceh Timur, Aceh, 14 September 1922 – meninggal di Jakarta, 10 Januari 2014 pada umur 91 tahun[1]) adalah putra Teuku Tjhik Haji Mohammad Thayeb, pejuang Indonesia dan uleebalang terakhir dari Peureulak, Aceh Timur, yang "diasingkan” oleh Belanda dari Aceh. Hadi, anak ke-lima dari delapan bersaudara, mengikuti jejak ayahnya untuk mewujudkan impian kemerdekaan Indonesia.

Hadi Thayeb
Hadi Thayeb.jpg
[[Menteri Perindustrian Dasar Indonesia]] Ke-8
Masa jabatan
27 Agustus 1964 – 22 Februari 1966
PresidenSoekarno
PendahuluChaerul Saleh
PenggantiM. Jusuf
[[Menteri Perindustrian Kerajinan & Tekstil Indonesia]] Ke-8
Masa jabatan
22 Februari 1966 – 25 Juli 1966
PresidenSoekarno
PendahuluAzis Saleh
PenggantiMuhammad Sanusi
[[Gubernur Daerah Istimewa Aceh]] 12
Masa jabatan
1981–1986
PendahuluEddy Sabara
PenggantiIbrahim Hassan
Informasi pribadi
Lahir(1922-09-14)14 September 1922
Bendera Belanda Peureulak, Aceh Timur, Aceh, Hindia Belanda
Meninggal dunia10 Januari 2014(2014-01-10) (umur 91)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
ProfesiDiplomat

Sejak kecil, Hadi bercita-cita menjadi dokter. Setelah menyelesaikan sekolahnya di HBS Jakarta, ia masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tetapi, pada masa itu, penjajahan Jepang telah menyusup permukaan Indonesia. Dengan demikian, Hadi yang termasuk alumni FKUI/Salemba 6, terpaksa berhenti masa pendidikan kedokterannya pada tanggal 8 Maret 1942. FKUI awalnya di bentuk oleh Pemertinah Hindia Belanda pada tanggal 16 Agustus 1927, atas nama Geneeskundige Hoogeschool. Kedatangan Jepang mengakibatkan penetutupan Sekolah Tinggi Kedokteran, dan diberi nama Ika Dai Gaku pada tanggal 29 April 1943 kemudian.

Mula-mulanya, Hadi bertugas sebagai Pemimpin Kantor Urusan Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945. Selain itu, ia menjadi anggota Seinendan (Barisan Pemuda) dari 1944 sampai 1945. Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Hadi diajak oleh Achmad Soebardjo (Menteri Luar Negeri Indonesia pertama) untuk membentuk dan mendirikan kantor Departemen Luar Negeri. Untuk sementara itu, rumah/garasi Achmad Soebardjo di Jl. Cikini no. 80-82 diubah dan digunakan sebagai kantor Deplu. Sejak itu, Hadi menjadi pegawai permanen di Deplu. Ia termasuk enam pegawai pertama Deplu (dua di antaranya Bapak Achmad Soebardjo dan Ibu Herawati Diah).

Hadi dikenal terutama sebagai orang diplomat dalam masa kariernya. Ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, dan Duta Besar Indonesia untuk Italia, Polandia, Swiss dan Britania Raya. Sebelumnya ia ditugaskan sebagai Chargé d’affaires di Meksiko dan Paris. Selain itu, jabatan yang pernah diduduki atau diisi oleh Hadi adalah Menteri Perindustrian, Wakil Gubernur Lemhannas dan Gubernur Aceh.

PendidikanSunting

  • Hogere Burger School [HBS Jakarta] (1940)
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Tidak Selesai, 1942)

KarierSunting

  • Sekretaris I KBRI Paris (1952)
  • Chargé d’affaires/Kuasa Usaha Tetap RI Meksiko (1958-1960)
  • Chargé d’affaires/Kuasa Usaha Tetap RI Paris (1960-1961)
  • Duta Besar RI Italia (1961-1965)
  • Menteri Perindustrian Dasar (Kabinet Dwikora I: Agustus 1964 - Februari 1966) (Diganti/Diangkat tahun 1965)
  • Menteri Perindustrian Kerajinan (Kabinet Dwikora II: Februari 1966 - Maret 1966)
  • Menteri Perindustrian Dasar, Tekstil dan Kerajinan (Kabinet Dwikora III: Maret 1966 - Juli 1966)
  • Duta Besar RI Polandia (1970-1974)
  • Wakil Gubernur Lemhannas (1974-1979)
  • Duta Besar RI Arab Saudi (1979-1981)
  • Gubernur Daerah Istimewa Aceh (1981-1986)
  • Duta Besar RI Swiss (1987-1990)
  • Duta Besar RI Britania Raya (1990-1993)

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Chaerul Saleh
sebagai Menteri Perindustrian Dasar & Pertambangan
Menteri Perindustrian Dasar Indonesia
1964—1966
Diteruskan oleh:
M. Jusuf
Didahului oleh:
Azis Saleh
Menteri Perindustrian Kerajinan & Tekstil Indonesia
1966
Diteruskan oleh:
Muhammad Sanusi
Didahului oleh:
Eddy Sabara
Gubernur Daerah Istimewa Aceh
1981—1986
Diteruskan oleh:
Ibrahim Hassan
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Abu Hanifah
Duta Besar Indonesia untuk Italia
1961–1965
Diteruskan oleh:
Iskandar
Didahului oleh:
Tengku Maimun Habsyah
Duta Besar Indonesia untuk Polandia
1970–1974
Diteruskan oleh:
R. M. Sunadi
Didahului oleh:
Djanamar Adjam
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi
1979–1981
Diteruskan oleh:
Achmad Tirtosudiro
Didahului oleh:
Prapto Prajitno
Duta Besar Indonesia untuk Swiss
1987–1990
Diteruskan oleh:
Sjahabuddin Arifin
Didahului oleh:
Suhartoyo
Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya
1990–1993
Diteruskan oleh:
Junus Effendi Habibie