Achmad Tirtosudiro

Personel militer Indonesia

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Achmad Tirtosudiro (9 April 1922 – 9 Maret 2011) adalah seorang tokoh Indonesia dalam berbagai bidang dan jabatan, mulai dari karyawan kereta api sampai menjadi jenderal, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Direktur Jenderal dan terakhir sebagai Ketua DPA (Dewan Pertimbangan Agung) periode 1999-2003. Beliau adalah rektor ke 7 Universitas Islam Bandung (UNISBA) Periode Tahun 1986-1990 dan periode 1990-1996. Mantan Pj. Ketua Umum ICMI periode 1997-2000, ini juga berperan dalam mengantarkan Bacharuddin Jusuf Habibie menjadi Presiden Republik Indonesia.[1]

Achmad Tirtosudiro
Achmad tirtosudiro.jpg
Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia ke-11
Masa jabatan
20 Oktober 1999 – 31 Juli 2003
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
PendahuluArnold Achmad Baramuli
PenggantiAli Alatas
(Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden)
Informasi pribadi
Lahir(1922-04-08)8 April 1922
Belanda Plered, Purwakarta, Hindia Belanda
Meninggal8 April 2011(2011-04-08) (umur 88)
Indonesia Jakarta, Indonesia
KewarganegaraanIndonesia
AnakIrama Sofia
Karier militer
Pihak Jepang (1944-1945)
 Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1944-1973
PangkatPdu letjendtni komando.png Letnan Jenderal
SatuanInfanteri

Kehidupan dan karierSunting

Terlahir di Plered, Kabupaten Purwakarta, dari seorang ibu dengan lingkungan pesantren yang kental dan seorang ayah Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Achmad sering berpindah pindah sekolah dikarenakan ayahnya sering kali dipindah tugaskan.

Tahun 1944, Achmad berlatih dasar dasar militer di Chuo Seinen Kurensho. Pada masa 1947 sampai dengan 1948, sempat mengikuti pendidikan di UGM jurusan hukum, tetapi tidak sampai selesai. Ia juga sempat menjadi wakil HMI. Sampai tahun 1949, ia sangat aktif dalam mengembangkan sayap HMI, tetapi pada akhirnya ia lebih memilih jalan militer. Berbekal kuliah hukum di UGM, ia sempat menduduki kursi hakim perwira untuk mengadili para prajurit, tahun 1952.

Pada awal orde baru, yang saat itu Achmad berpangkat Brigadir Jendral menerima tugas dari Presiden untuk mengatasi distribusi bahan pangan dan sembilan bahan pokok. Tahun 1973, Achmad Tirtosudiro ditempatkan di Bonn, Jerman Barat sebagai Duta Besar Luar Biasa RI, pada saat itu ia menjabat sebagai anggota MPR. Ia juga pernah dilantik untuk menjadi rektor UNISBA pada tanggal 13 Desember 1986.

Achmad Tirtosudiro tutup usia pada 9 Maret 2011 di kediamannya. Sebelumnya ia sempat dirawat lama di RS karena mengidap infeksi paru-paru. Sesuai permintaan Achmad Tirtosudiro, jenazah di makamkan di samping makam istrinya di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Riwayat jabatanSunting

  1. Komandan Kompi TRI Kereta Api Jawa Barat (1945-1947).
  2. Kepala Bagian Logistik Korps Mahasiswa (1947-1948).
  3. Wakil Kepala Staf KMD IV Divisi IV / Siliwangi (1948-1949).
  4. Asisten Kepala Staf Gubernur Militer IV / Jawa Barat (1949).
  5. Sekretaris Local Joint Committee Jawa Barat (1949).
  6. Kepala Staf KMKB Bandung Divisi IV / Siliwangi (1949-1950).
  7. Kepala Biro "B" Gubernur Militer IV / Jawa Barat (1950).
  8. Perwira Sub Teritorium Priangan Divisi IV / Siliwangi (1950-1951).
  9. Perwira Sub Teritorium I Divisi IV / Siliwangi (1951-1952).
  10. Kepala Staf Resimen Infanteri 9 T&T III / Siliwangi (1952-1953).
  11. Perwira Siswa di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (1953-1954).
  12. Kepala Staf Resimen Infanteri 10 T&T III / Siliwangi (1954-1956).
  13. Komandan Sektor A-3 Resimen Infanteri 10 T&T III / Siliwangi (1955-1956).
  14. Perwira Siswa di U.S Army General and Command Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, U.S.A (1956-1957).
  15. Guru pada Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (1957-1958).
  16. Asisten Direktur SSKAD (1958).
  17. Kepala Departemen Persiapan Kursus Taraf II Seskoad (1958-1959).
  18. Kepala Departemen Pengajaran Umum Seskoad (1959).
  19. Anggota Dewan Perancang Nasional (1959-1961).
  20. Perwakilan Angkatan Darat pada Panitia Istilah Lembaga Bahasa dan Kebudayaan (1961).
  21. Direktur Intendans Angkatan Darat (1961-1966).
  22. Ketua G-7 (Perbendaharaan) KOTI ABRI (1965-1966).
  23. Kepala Staf Komando Logistik Nasional (1966).
  24. Kepala Badan Urusan Logistik (1966-1968).
  25. Sekretaris Sektor Penyediaan dan Penyaluran Pangan (1968-1971).
  26. Perwira Komando Karya 22 BULOG (1971).
  27. Caretaker Direktur Utama PT.PP Berdikari (1971-1972).
  28. Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) (1972-1973).
  29. Duta Besar Indonesia untuk Jerman Barat (1973-1976).
  30. Direktur Jenderal Pariwisata (1976-1982).
  31. Pensiun dari dinas kemiliteran (1977).
  32. Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Yaman, dan Kesultanan Oman (1982-1985).

KepangkatanSunting

  1. Letnan Satu Inf (1945-1948).
  2. Kapten Inf (1948-1950).
  3. Mayor Inf (1950-1957).
  4. Letnan Kolonel Inf (1957-1961).
  5. Kolonel Inf (1961-1964).
  6. Brigadir Jenderal TNI (1964-1966).
  7. Mayor Jenderal TNI (1966-1971).
  8. Letnan Jenderal TNI (1971-1977).
  9. Pensiun (1977) [2]

ReferensiSunting

  1. ^ Achmad Tirtosudiro Pengabdian Sepanjang Hayat
  2. ^ Siradj, Ahmad Zacky (1992). 70 Tahun Achmad Tirtosudiro : Profil Prajurit Pengabdi. Jakarta: PT Intermasa. hlm. 473–474. 
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Yusuf Ismail
Duta Besar Indonesia untuk Jerman Barat
1973–1976
Diteruskan oleh:
Awaluddin Djamin
Didahului oleh:
Hadi Thayeb
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi
1982–1985
Diteruskan oleh:
Aang Kunaefi
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Arnold Achmad Baramuli
Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia
1999 - 2003
Diteruskan oleh:
Ali Alatas
(Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden)