Buka menu utama

Kapten TNI (Purn) Junus Effendi Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 11 Juni 1937 – meninggal di Jakarta, 12 Maret 2012 pada umur 74 tahun) adalah tokoh militer Indonesia dikenal dengan nama Fanny Habibie. Ia adalah adik dari Presiden Republik Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie.[1] Fanny Habibie pernah menjabat sebagai Ketua Otorita Batam, yang lalu mengundurkan diri setelah kakaknya dilantik menjadi Presiden RI, menggantikan Soeharto. Jabatan terakhirnya yaitu Duta Besar Indonesia untuk Belanda.[2][3]

Kapten TNI (Purn)
Junus Effendi Habibie
Junus Effendi Habibie.jpg
Duta Besar Indonesia untuk Belanda
Masa jabatan
7 November 2006 – 31 Desember 2010
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Menteri Luar NegeriHassan Wirajuda
Marty Natalegawa
PendahuluMohammad Yusuf
PenggantiRetno Marsudi
Menteri untuk Britania Raya
Masa jabatan
1993 – 1997
(Merangkap Irlandia)
PresidenSoeharto
Menteri Luar NegeriAli Alatas
PendahuluHadi Thayeb
PenggantiRahardjo Jamtomo
Informasi pribadi
LahirJunus Effendi Habibie
(1937-06-11)11 Juni 1937
Bendera Belanda Parepare, Sulawesi Selatan, Hindia Belanda
Meninggal dunia12 Maret 2012(2012-03-12) (umur 74)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Partai politikLambang Partai Demokrat Partai Demokrat
PasanganMeike Mariam Habibie
HubunganBacharuddin Jusuf Habibie (Kakak)
AnakNudi Habibie
Rully Habibie
Ade Habibie
Dinas militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AL.png TNI Angkatan Laut
Masa dinas1961-1993
PangkatKapten pdh al.png Kapten TNI

KehidupanSunting

Fanny pernah meniti karier sebagai tentara. Ia masuk Akademi Angkatan Laut, Surabaya, pada 1961 dan mengikuti Instructor Course United States Naval Trining Centre, San Diego, California, AS, pada 1964. Pulang dari Amerika Serikat, Fanny memutuskan berhenti dari korps Angkatan Laut pada 1965 dengan pangkat terakhir kapten.Ia kemudian meniti karier sebagai birokrat. Fanny pernah menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut. Ia juga pernah dipercaya Presiden Soeharto sebagai Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Inggris dan Republik Irlandia yang berkedudukan di London. Empat tahun menjadi duta besar di Inggris, Fanny dipanggil pulang ke Tanah Air. Ia diminta menjadi Kepala Badan Otorita di Batam. Ketika kakaknya, B.J. Habibie, menjadi Presiden, ia memilih mengundurkan diri pada keesokan harinya untuk menghindari tuduhan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Di era reformasi, Fanny terjun ke politik dengan bergabung ke Partai Demokrat yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia sempat menjadi wakil rakyat selama dua tahun, 2004-2006. Pada 2006, Presiden Yudhoyono menugaskannya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda.[4][5]

Riwayat JabatanSunting

  • Direktur Jenderal Perhubungan Laut
  • Administrastor Pelabuhan Tanjung Priok
  • Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Republik Irlandia (1993-1996)
  • Ketua Otorita Batam (-1998)
  • Anggota DPR RI (2004-2006)
  • Duta Besar RI untuk Belanda (2006-2010)

ReferensiSunting

  1. ^ "BJ Habibie: Cuma Fanny yang Berani Memarahi Saya". Tempo.co. 12 Maret 2012. Diakses tanggal 7 November 2014. 
  2. ^ "Adik BJ Habibie Meninggal Dunia". Viva News. 12 Maret 2012. Diakses tanggal 7 November 2014. 
  3. ^ "Former RI ambassador to Netherlands passes away". The Jakarta Post. 12 Maret 2012. Diakses tanggal 7 November 2014. 
  4. ^ "Fanny Habibie, Kapten Angkatan Laut yang Jadi Birokrat". Kompas. 12 Maret 2012. Diakses tanggal 7 November 2014. 
  5. ^ "Newsflash: Ambassador Junus Effendi Habibie in "Buitenhof"". Pelopor (Harian Indonesia di Belanda). 18 Mei 2008. Diakses tanggal 7 November 2014.