Diorit adalah salah satu jenis batuan beku dalam (Batuan Plutonis), bertekstur feneris, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak gelap.[1] Batuan diorit mengandung feldspar plagioklas calsiksodik dalam jumlah yang besar dengan tipe sodik yang banyak.[2] Plagioklasnya melebihi ortoklas, kwarsa tidak ada, tetapi mengandung augit dalam jumlah sedikit.[2] Harnbledia biasanya lebih banyak dari biotit.[2] Diorite sangat mirip dengan gabro, tetapi diorit plagioklasnya lebih asam (sodik) daripada labradorit.[2] Batuan dengan plagioklas yang lebih basa disebut dengan gabro.[2] Jika banyak penokris disebut dengan porfir diorit.[2] Diorit terdiri dari kurang lebih 65% plagioklas dan 35% mineral silikat gelap seperti biotit dan augit.[2] Mineral-mineral accesorisnya kwarsa, apotik, kalsit, klorit, granit, dan epidot.[2] Varietas yang umum adalah diorite hornblende.[2] Warna diorit cerah abu-abu gelap hijau keabu-abuan.[2] Batuan ini banyak terdapat di daerah Banjarnegara dan Pemalang, Jawa Tengah.[2] Diorit dapat digunakan untuk batu ornamen dinding, maupun lantai bangunan gedung, pengeras jalan, fondasi, dan lain-lain.[2]

ReferensiSunting