Buka menu utama

Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa (lahir di Jakarta, 14 Juni 1983; umur 36 tahun) adalah seorang bassist muda berbakat yang dimiliki oleh Indonesia, dengan aliran funk jazz nya.

Barry Likumahuwa
LahirElseos Jeberani Emanuel Likumahuwa
(1983-06-14)14 Juni 1983
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
PekerjaanPemusik
Orang tuaBenny Likumahuwa dan Ria Likumahuwa

Tahun 2008 ia merilis album solo pertamanya yaitu Good Spell dan tahun 2011 ia bersama BLP (Barry Likumahuwa Project) merilis album keduanya yaitu Generasi Synergy. Album Generasi Synergy berada pada urutan ke 9 di 20 album terbaik 2011 menurut majalah Rolling Stone Indonesia. Lalu pada februari 2014 BLP merilis album keduanya yang bertajuk Innerlight, album ini berkolaborasi dengan deretan penyanyi hebat Indonesia di antaranya Indra Aziz, Soulmate, Bayu Risa, Bubu Giri, Ivan Saba & juga Glenn Fredly. Album Innerlight sendiri sempat menduduki posisi 1 top download iTunes Indonesia di minggu pertama album tersebut dirilis.

Kehidupan awalSunting

Elseos Jeberani Emanuel Likumahuwa atau yang lebih dikenal dengan Barry Likumahuwa lahir di Jakarta, 14 Juni 1983. Barry merupakan putra dari musisi jazz senior yaitu Benny Likumahuwa. Nama Barry sendiri merupakan nama panggilan yang diambil dari kedua orang tuanya yaitu Benny dan Ria. Pada saat memulai kariernya, Barry sempat tidak mau memakai nama Likumahuwa karena takut dibanding-bandingkan dengan ayahnya, lantas ia mulai tampil dengan nama Barry Likoe. Selama satu tahun ia memakai nama Barry Likoe, namun karena peraturan di keluarga Ambon Barry sebagai anak laki harus meneruskan nama keluarga oleh sebab itu akhirnya mau tidak mau ia memakai nama Likumahuwa.

Barry memiliki bakat musik sejak kecil. Pada usia empat tahun,ia mulai memainkan terompet dan beberapa tahun kemudian instrumen bass menjadi pilihannya sampai sekarang.

Kehidupan KarierSunting

Cikal bakal bermain bass nya dimulai saat ia duduk di bangku sekolah dasar. Ketika itu ia dan teman-teman sebayanya sedang terkena demam hits Cerita Cinta dari Kahitna. Namun disaat teman-temannya sibuk menghafal dan menyanyikan lagu tersebut, ia justru sibuk menghapal bass line-nya. Sesampainya dirumah, ia mencoba mentransformasikan bass line tersebut melalui gitar lalu kemudian pindah ke media bass. Pada masa-masa tersebut ia mempelajari bass secara diam-diam dan melakukan recording sederhana dengan tape recorder.

Permainannya di wilayah funk yang luwes dan apa adanya membuktikan kepada masyarakat bahwa jazz bisa dinikmati secara luwes dan tidak melulu hanya bisa dinikmati oleh orang tua.

Karier dan Kehidupan SelanjutnyaSunting

Sepanjang karier bermusiknya ia pernah menjadi pemain bass untuk Glenn Fredly, Tangga, Andien, Marcell, Agnes Monica, Dewi Sandra dan tentu saja ikut serta dalam album kompilasi Bass Heroes. Barry pada tahun 2006-2008 diendorse oleh Cort dan melakukan serangkaian tur klinik ke beberapa daerah, lalu pada 2008 sampai sekarang Barry diendorse oleh G&L Bass, Gallien Krueger Amps, Digitech Pedals & DR Strings.

Pada bulan November 2006 ia membentuk Barry Likumahuwa Project yang merupakan idealisme dari Barry Likumahuwa yang menggabungkan musik Jazz Fusion, Funk/soul rhythm, dengan jazz harmony dan melody, membaurkan dalam dalam suatu bentuk rock and roll. Band ini terdiri dari anak-anak muda berbakat yang siap membawa anda pada suatu jenis musik yang takkan mudah terlupakan.

Barry Likumahuwa Project terdiri dari Barry Likumahuwa (electric bass), Henry Budidharma (electric guitar), Denis Junio (alto saxophone), Donny Joesran (keyboards, piano), Jonas Wang (drum), Matthew Sayersz (vocal). Pada 2012 Matthew tidak lagi bergabung dengan BLP dan memutuskan bersolo karier, hingga saat in BLP memutuskan untuk tidak menggunakan penyanyi tetap.

Mereka pernah beraksi di banyak event,sebut saja: The 8th JakJazz Festival on November 2006 ,The 3rd Java Jazz Festival on march 2007 , Soul For Indonesian Earth on July 2007, Jazz at the Bimasena on August 2007, The 9th JakJazz, 30th Jazz Goes To Campus (held by the Economic Faculty of Universitas Indonesia), The 4th Java Jazz Festival, The 6th Taichung International Jazz Festival in Taichung, Taiwan, The 5th Java Jazz festival , Bangkok Jazz Festival, The 31st Jazz Goes to Campus, The 10th JakJazz, Ambon Jazz Plus Festival.

Di luar BLP Barry sendiri memiliki project lainnya, seperti Barry Likumahuwa Quintet, LLW bersama Indra Lesmana dan Sandy Winarta, ia juga aktif berkolaborasi dengan musisi - musisi lokal seperti Dewa Budjana, Dwiki Dharmawan dan musisi - musisi internasional seperti Jeremy Tordjman (Perancis), Erik Hargrove (USA), Lewis Pragasam (Malaysia), Jeremy Monteiro (Singapura), Ezra Brown (USA) dan lain lain.

Album Good SpellSunting

Pada bulan Mei 2008, Barry Likumahuwamerilis album solo pertamanya yang diberi judul Good Spell yang digarap secara mandiri, yang terdiri dari 11 track :

  1. Intro - My Prayer
  2. Walkin' With The Bass (feat Gadis V)
  3. Mati Saja (with The Pentatones & Matthew Sayerz)
  4. Scholastica (feat Benny Likumahuwa)
  5. Saat Kau Milikku
  6. Remembering You
  7. Good Spell
  8. Aku & Hadirmu (feat Soulmate)
  9. The Journalist (feat Nicky Manuputty)
  10. Bananas & Cucumbers (with Bazzatlack)
  11. 'Til The NExt Hello (feat Bass G)

Album Generasi SynergySunting

Album pertama dari Barry Likumahuwa Project (BLP) ini dirilis pada 4 Maret 2011 dan terdiri dari 11 track :

  1. Introduction
  2. Generasi Synergy
  3. Craze (Yang Terindah)
  4. Twitter Jam
  5. Heart Keeper
  6. Cinta Abadi
  7. Seven 7
  8. Saat Kau Milikku
  9. Kappanya
  10. We Miss You
  11. Jazz In You

Album Generasi Synergy RepackageSunting

Album pertama yang dirilis kembali pada 15 Maret 2012 dengan beberapa format berebeda dan dengan penambahan 2 track :

  1. Introduction
  2. Generasi Synergy Collaboration
  3. Twiter Jam
  4. Unity Ft. Boyziboys & Ivana Saba
  5. Heart Keeper
  6. Cinta Abadi
  7. Seven 7
  8. Crazy
  9. Bernjak Pergi Ft. Ivan Handojo
  10. Jazz In You Ft. Parkdrive
  11. Saat Kau Milikku
  12. We Miss You
  13. Kappanya Ft. Benny L
  14. Generasi Synergy Feat. Pandji

Album InnerlightSunting

Album kedua dari Barry Likumahuwa dengan Barry Likumahuwa Project (BLP) yang rilis pada 7 Februari 2014 yang terdiri dari 11 track :

  1. Groovolution
  2. Innerlight (feat. Bubu Giri)
  3. Jangan Terhenti (feat. Teddy Adhitya)
  4. My Guide (feat. Soulmate)
  5. Dub-Sivision
  6. Gema Senada (feat. Bayu Risa)
  7. Menunggu (feat. Glenn Fredly)
  8. Beatgazm
  9. Keep It Real (feat. Indra Aziz)
  10. Electric Traveller
  11. Bersama Bersatu (feat. Ray Monte)

PenghargaanSunting

  • 1st winner of Indonesia Music Festival, bass category held by Fender, 2003
  • Best bassist Asian Beat Festival, Jakarta Final, 2003
  • Most Favourite New Comer, Jak Jazz Awards 2008
  • Jazz Rising Star, JGTC Awards 2008
  • "Matt Saja" Best Jazz Song ICEMA (Indonesian Cutting Edge Music Awards) 2010
  • Exclusively an endorse artist for G&L bases & DR strings (2008-2010)

DiskografiSunting

  • Additional player Selamat Pagi Dunia; repackage, Glenn Fredly, Sony Music Indonesia, [2004]
  • Composer of "Selalu Tersenyum" ,Glenn Fredly feat. parkdrive, Cinta Silver, Sony Music Indonesia [2005]
  • Bass Heroes Compilation Album, Sony BMG, [2006]
  • Music Director of the album "Terang", Glenn Fredly ,Sony BMG [2006]
  • Goodspell, Fourth Monkey [2008] (debut album)
  • Generasi Synergy (BLP), Seven Music Indonesia [2011]
  • Love Life Wisdom, (LLW bersama Indra Lesmana, Sandy Winarta) Inline Music [2011]
  • L.E., (Hook bersama Ivan Saba, Jonas Wang), Seven Music Indonesia [2011]
  • Generasi Synergy Repackage, Seven Music Indonesia [2012]
  • Like Father Like Son, Benny Likumahuwa, Platinum Records [2012]
  • An Urban Christmas, Blessing Records [2012]
  • Innerlight (BLP), Seven Music Indonesia [2014]
  • Rekam Jejak vol. 1 feat. Benny Likumahuwa Jazz Connection, BeatLuz Music - DeMajors [2014]
  • Feel Good Collective, BeatLuz Music [2014]

Pranala luarSunting