Kahitna

grup musik asal Indonesia

Kahitna (sebelumnya Coops Rhythm Section pada tahun 1983-1985 dan Indonesia 6 pada tahun 1985-1986), adalah grup musik asal Bandung, Indonesia yang dibentuk pada tahun 1983. Kelompok musik ini dimotori oleh Yovie Widianto. Meskipun kerap mengusung tema cinta dalam liriknya, Kahitna mampu memadukan unsur musik jazz, pop, fusion, latin dan bahkan etnik ke dalam bentuk ramuan musik yang memikat. Grup musik yang mulai merajut kariernya lewat panggung festival dan cafe ini diakui mempunyai kekuatan pada aransemen musiknya yang terbilang orisinil.[1]

Kahitna
AsalBandung, Indonesia
Genre
Tahun aktif1983–sekarang
Label
Artis terkait
Anggota
Mantan anggota

Sejarah sunting

Kahitna adalah grup musik asal Bandung, Jawa Barat yang dibentuk pada tahun 1983, dimotori oleh musisi Yovie Widianto yang sekaligus pemain piano & keyboard. Dengan aransemen musik yang cantik, Kahitna berhasil menggabungkan unsur jazz, pop, fusion dan etnik yang memikat hati para Soulmate, sebutan untuk fans Kahitna. Nama Kahitna sendiri berasal dari bahasa Tagalog, yang berarti "meskipun demikian", namun akhirnya dipelesetkan menjadi bahasa Sunda "Ka" dan "Na" yang merupakan awalan dan akhiran. Sehingga ketika disatukan artinya menjadi "yang paling nge-hits".

Personelnya terdiri atas Yovie Widianto (pianis, kibordis & synthesizer), Hedi Yunus (vokalis), Carlo Saba (vokalis), Mario Ginanjar (vokalis), Dody Isnaini (bassist), Harry Suhardiman (perkusi), Bambang Purwono (kibordis & synthesizer), Budiana Nugraha (drummer) dan Andrie Bayuaji (gitaris). Sebelumnya ada 1 orang personil yang sempat bergabung dalam Kahitna, namun akhirnya memilih keluar dan bersolo karir yaitu Ronni Waluya.

Dalam bermusik Kahitna banyak mengusung tema cinta dengan memadukan unsur musik jazz, pop, fusion, latin dan bahkan etnik. Album yang pernah dirilisnya di antaranya, Cerita Cinta (1994), Cantik (1995), Sampai Nanti (1998), Permaisuriku (2000), The Best of Kahitna (2002), Cinta Sudah Lewat (2003) dan Soulmate (2006), Lebih Dari Sekedar Cantik (2010), Cerita Cinta: 25 Tahun Kahitna (2011) dan Rahasia Cinta (2016).

Kekuatan musik Kahitna terletak dalam lirik yang sederhana dan musik yang easy listening, membuat band yang pernah menjuarai Festival Band Explosion (Light Music Contest) di Tokyo, Jepang pada tahun 1991 silam, tak sulit mendapat tempat di belantika musik tanah air. Hal ini terbukti dengan lagu-lagu Kahitna yang selalu jadi hits, seperti "Permaisuriku", "Engga Ngerti", "Cantik", "Cerita Cinta", "Setahun Kemarin", 'Tak Sebebas Merpati", "Seandainya Aku Bisa Terbang", "Bila Saya", "Merenda Kasih", "Sampai Nanti", "Andai Dia Tahu" dan "Masihkah Ada Diriku".

Gaung Kahitna di panggung musik yang sudah jarang terdengar lagi, akhirnya di awal tahun 2010 kembali terdengar. Menandai kembalinya Kahitna ke blantika musik tanah air, Yovie dan kawan-kawan merilis album baru, Lebih Dari Sekedar Cantik. Dengan single jagoan "Untukku" yang pernah dilantunkan almarhum Chrisye, album terbaru ini memberikan sentuhan lain, yakni mengusung musik jazz sebagai dasar musiknya.

Pada awal tahun 2023, salah seorang vokalis Kahitna yaitu Carlo Saba meninggal dunia pada usia 54 tahun. Sepeninggal Carlo, Kahitna menyisakan 8 personil, termasuk dengan Hedi dan Mario sebagai vokalis.

Anggota Band sunting

Anggota Sekarang

  • Yovie Widianto – kibordis, synthesizer & pianis
  • Hedi Yunus – vokalis
  • Bambang Purwono – kibordis, synthesizer & pianis
  • Mario Ginanjar – vokalis
  • Dody Isnaini – bassist
  • Andrie Bayuadjie – gitaris
  • Budiana Nugraha – drummer
  • Harry Suhardiman – perkusi

Mantan Anggota

Diskografi sunting

Album Studio sunting

Album Kompilasi sunting

Single sunting

Penghargaan dan Nominasi sunting

Anugerah Musik Indonesia sunting

Tahun Nomine / karya Penghargaan Hasil
2011 "Mantan Terindah" Lagu Pop Terbaik Nominasi
"Mantan Terindah" – Yovie Widianto Produser Lagu Pop Terbaik Nominasi

Referensi sunting

  1. ^ "Kahitna | Biography". kahitna.net. 2010-11-21. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-11-21. Diakses tanggal 2022-05-17. 

Pranala luar sunting