Fadli Zon

politikus asal Indonesia

Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., gelar Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang[2] (lahir di Jakarta, Indonesia, 1 Juni 1971; umur 49 tahun) adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2014 - 2019.[3] Bersama Prabowo Subianto, ia ikut mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya dan menjabat sebagai wakil ketua. Sejak 8 Oktober 2015, ia juga dipercaya sebagai Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.[1][4]

Fadli Zon
Fadli Zon Official.jpg
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Bidang Politik dan Keamanan
Masa jabatan
2 Oktober 2014 – 1 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Ketua DPRSetya Novanto
Ade Komarudin
Bambang Soesatyo
PendahuluPriyo Budi Santoso
PenggantiAzis Syamsuddin
Pelaksana Tugas Ketua
Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
11 Desember 2017 – 15 Januari 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluSetya Novanto
PenggantiBambang Soesatyo
Masa jabatan
16 Desember 2015 – 11 Januari 2016
PendahuluSetya Novanto
PenggantiAde Komarudin
Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption[1]
Mulai menjabat
8 Oktober 2015
PendahuluBendera Meksiko Garcia Cervantes
Anggota DPR-RI
Dapil Jawa Barat V
Fraksi Partai Gerindra
Mulai menjabat
1 Oktober 2014
Informasi pribadi
Lahir1 Juni 1971 (umur 49)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikLogo Gerindra.svg Partai Gerakan Indonesia Raya
PasanganKatharine Grace
Anak
Orang tua
  • Zon Harjo (ayah)
  • Hj. Ellyda Yatim (ibu)
Alma materUniversitas Indonesia
London School of Economics and Political Science
ProfesiPolitikus

Latar belakang dan keluarga

Fadli Zon lahir di Jakarta, dan merupakan putera pertama dari tiga bersaudara pasangan Zon Harjo dan Ellyda Yatim.[5] Kedua orang tuanya bersuku Minangkabau berasal dari Payakumbuh, Sumatra Barat.[5] Fadli Zon menikah dengan Katharine Grace dan dikaruniai dua anak, Shafa Sabila Fadli dan Zara Saladina Fadli.[5]

Pendidikan

Fadli Zon menghabiskan masa kecilnya dan menyelesaikan pendidikan dasar di desa Cisarua, Bogor. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN Cibereum 3, Cisarua, Bogor dan melanjutkan di SMPN 1 Cisarua, di Gadog, Bogor, kemudian pindah ke SMP Fajar Jakarta. Kemudian ia pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikan di SMA 31 Jakarta. Fadli belajar selama dua tahun di SMA Negeri 31, Jakarta Timur, sebelum akhirnya mendapat beasiswa dari AFS (American Field Service) ke San Antonio, Texas, Amerika Serikat dan lulus dengan predikat summa cum laude.[5]

Fadli kemudian melanjutkan studinya di program studi Sastra Rusia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (kini FIB UI).[6] Semasa kuliah, Fadli aktif di berbagai organisasi, baik intra maupun ekstra kampus. Ia pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI (1992-1993), Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993), Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993-1994). Ia aktif dalam kehidupan politik kampus dengan memimpin berbagai demonstrasi dan menghidupkan kelompok-kelompok studi di dalam kampus UI era awal 1990-an. Selain itu, ia juga bergabung dengan Teater Sastra UI. Di luar kampus, ia pernah menjadi Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) pada 1993-1995, pengurus pusat KNPI (1996-1999), pengurus pusat Gerakan Pemuda Islam (1996-1999), dan anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP) sejak 1996.[5]

Pada tahun 1994, Fadli Zon terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional dan memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV (1994) di Malaysia.[butuh rujukan]

Pada tahun 2002, ia mengenyam pendidikan di London School of Economics and Political Science (LSE) di bawah bimbingan John Harriss dan Robert Wade. Ia meraih gelar Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris. Pada tahun 2016, ia meraih gelar doktoral dari Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia.[7]

Politik

Anggota MPR RI (1997–1999)

Karier politk Fadli Zon mulai terlihat pada pada 1997-1999, ia menjadi anggota MPR RI dari golongan pemuda dan aktif sebagai asisten Badan Pekerja Panitia Adhoc I yang membuat GBHN. Untuk mendukung intelektualitasnya, Fadil Zon juga mendirikan lembaga kajian publik dengan nama Institute for Policy Studies (IPS).[8]

Wakil Ketua DPR RI (2014-2019)

 
Fadli Zon pada acara Forum Parlemen Asia Pasifik 2015.

Fadli Zon diangkat sebagai Wakil Ketua DPR RI pada 2 Oktober 2014.[9] Pemilihan ketua dan 5 wakil ketua DPR sendiri dilakukan pascapelantikan dan sumpah jabatan 555 Anggota DPR periode 2014-2019 di ruang paripurna Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, MPR RI.[9] Sistem yang digunakan untuk pemilihan mengacu pada UU MD3, yang mewajibkan Ketua DPR dan wakilnya diajukan dalam satu paket oleh fraksi-fraksi di DPR.[9] Fadli Zon masuk dalam paket yang diajukan oleh lima fraksi dalam Koalisi Merah Putih yaitu Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Partai Demokrat, dan PAN, dengan pimpinan Setya Novanto.[9] Meski sempat diwarnai kericuhan, paket ketua dan wakil ketua dari Koalisi Merah Putih ini akhirnya terpilih secara aklamasi dan tanpa paket saingan, dan dilantik oleh ketua Mahkamah Agung Hatta Ali pada hari yang sama malam harinya.[10]

President GOPAC (2015–2019)

Fadli Zon terpilih menjadi ketua GOPAC (Global Organization Of Parliamentarians Against Corruption) untuk periode 2015-2017. Ia sebelumnya merupakan kandidat tunggal yang dicalonkan oleh SEAPAC (Southeast Asia Parliamentarians Against Corruption) dan bersaing dengan kandidat regional lainnya yaitu John Hyde, politisi senior Australia dan Osei Kyei Mensah Bonsu dari Ghana. Fadli Zon telah dua periode memimpin Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi tersebut, yakni tahun 2015 – 2017 dan Periode Tahun 2017-2019.[11] GOPAC adalah organisasi anggota parlemen dunia berbasis di Kanada dengan fokus utama pada pemberantasan korupsi. GOPAC hingga saat ini memiliki 50 cabang di lima benua. GOPAC Indonesia merupakan salah satu bagian dari GOPAC di level internasional.

Waketum Gerindra (2008–sekarang)

Pada tahun 2008, bersama Prabowo Subianto, Fadli Zon mendirikan Partai Gerindra. Fadli Zon menjadi Wakil Ketua Umum sejak tahun 2008-sekarang.

Ketua BKSAP DPR RI (2019–2024)

Fadli Zon terpilih sebagai Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Periode 2019-2024. Dalam rapat penetapan pimpinan  BKSAP yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Azis Syamsuddin, disepakati Pimpinan BKSAP terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua. Dalam rapat penetapan yang dilaksanakan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019), Anggota DPR RI dari F-Gerindra Fadli Zon terpilih sebagai Ketua BKSAP. Sementara empat wakil ketua yang disepakati adalah Charles Honoris (F-PDI Perjuangan), Putu Supadma Rudana (F-Demokrat), Mardani (F-PKS), dan Achmad Hafisz Tohir (F-PAN).[12]

Organisasi

Selain aktif dibidang politik, Fadli Zon juga aktif dalam organisasi dan kebudayaan. Fadli Zon adalah penggiat kebudayaan sejak masih remaja. Ia mendirikan Fadli Zon Library di Jakarta Pusat, Pendiri Rumah Kreatif Fadli Zon, Cimangggis, Depok, Rumah Budaya di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatra Barat, dan Dewan Pembina Rumah Puisi Taufiq Ismail di Aia Angek. Fadli Zon Library (FZL) yang didirikan pada tahun 2008 merupakan oase intololtual Fadli Zon. Fadli Zon Library sering menggelar acara diskusi secara reguler tentang berbagai tema, dari mulai sejarah, budaya, politik, ekonomi, maupun tema-tema lainnya yang aktual, serta menjadi tempat persinggahan tokoh-tokoh intelektual Indonesia dari dalam dan luar negeri.[butuh rujukan]

adli Zon tercatat sebagai Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), 2019-2024. Ketua Umum Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), 2017-2019, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2015-2020, dan periode berikutnya 2020-2025. Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), 2016-2021, dan Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), 2017-2022.[butuh rujukan]

Selain aktif di organisasi dan kebudayaan, Fadli Zon juga aktif menulis. Pengalaman jurnalistik Fadli Zon dimulai dengan menulis sejumlah artikel di majalah remaja seperti Nona dan Hai (1989-1990). Kemudian menjadi wartawan di majalah Suara Hidayatullah dan Harian Terbit (1990-1991). Semasa kuliah mengasuh majalah Gema (1992-1994) milik DHN Angkatan 45, Redaktur dan Dewan Redaksi majalah sastra Horison (sejak 1993), redaktur majalah Tajuk (1995-1996) dan lain-lain. Pemimpin Redaksi Jurnal VISI (sejak 1997), Dewan Redaksi Majalah Tani Merdeka (sejak 2007), dan juga pemimpin redaksi Tabloid Gema Indonesia Raya (sejak 2011). Tulisan-tulisan Fadli Zon juga banyak dimuat di sejumlah buku, bunga rampai, jurnal dan media massa nasional.[butuh rujukan]

Forum Internasional

Fadli Zon juga aktif dalam beberapa forum internasional antara lain menjadi anggota Delegasi RI dalam Konferensi tingkat Menteri VI, World Trade Organization (WTO), Hongkong (13-18 Desember 2005). Kunjungan kerja Delegasi HKTI ke Vietnam (2006-2007); mengikuti konferensi ketahanan pangan di Jepang (2006), dan lain-lain. Ia pernah menjadi anggota Dewan Gula (2005-2009), Wakil Ketua Tim Pengawas Pengadaan Beras Bulog (2007), Anggota Oversight Committee Impor Beras (2005 – 2007) dan Wakil Ketua ADIPBI (Asosiasi Distributor dan Pengecer Barang Bersubsidi Indonesia) (2006 – 2009).[butuh rujukan]

Fadli Zon juga menginiasi Konferensi Indonesia-Pacific Parlaimentary Partnership (IPPP)[13] yang melibatkan 16 negara pasifik. Konferensi IPPP dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2018 di hotel Grand Hayatt, Jakarta. Konferensi IPPP diikuti oleh 16 negara Anggota Pacific Island Forum (PIF) seperti: Cook Islands, Micronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, Nieu,Palau, Papua Nugini, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Polynesia dan Kaledonia Baru, dan Vanaatu.

Di tahun 2018, Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR berkomitmen untuk mendukung dan menginisasi Open Parliament[14].  DPR RI bersama Westminster Foundantion for Democracy (WFD) sepakat mendukung semangat dan praktik Keterbukaan Parlemen atau Open Parliament. Pelaksanaan keterbukaan parlemen bertujuan untuk mendorong parlemen semakin terbuka, transparan, akuntabel dan inklusif. Inisiatif Open Parliament adalah kesinambungan dari Open Government Partnership (OGP), di mana Indonesia memegang andil penting sebagai salah satu pendiri OGP. Sedikitnya sembilan parlemen yang telah mendeklarasikan keterbukaan parlemen, yakni Chile, Perancis, Georgia, Ukraina, Kostarika, Kolombia, Guatemala, Paraguay, dan Kosovo.[15]

Sejak tahun 2017, dalam sidang Asean Inter- Parliamentary Assembly (AIPA)[16] Fadli Zon konsisten mengajak AIPA untuk satu suara menyikapi situasi Rohingya. Pada gelaran AIPA General Assembly ke-41 yang berlangsung di Vietnam, dalam sidang Komisi Politik AIPA, Fadli Zon mengajukan dua paragraf yang terkait isu Rohingya. Paragraf tersebut merupakan adaptasi komitmen politik yang telah secara tertulis disepakati oleh para Pemimpin ASEAN. Perlu adanya penguatan dari parlemen atas kesepakatan di antara pemerintah negara ASEAN. Paragraf itu terkait dukungan bagi Myanmar untuk memberikan bantuan kemanusiaan, menjamin proses repatriasi yang aman dan bermartabat bagi para pengungsi Rohingya di Rakhine.[17]

Penghargaan

  • Penghargaan Bintang Mahaputera Nararya.[18][19]
  • Datuk Bijo Dirajo Nan Kuning, penghulu adat Nagari Tigo Batur, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.[20]
  • Tuanku Muda Pujangga Diraja, dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau, 2009.
  • Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Juni 2011.
  • Kanjeng Pangeran Aryo Kusumoyudho, dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Februari 2012.
  • Bhakti Karya Nusantara 2016, dari Penglisir Djelantik, Bali, 5 Maret 2016.
  • Penghargaan Budaya dari Puri Agung Singaraja, Buleleng, Bali, 30 Maret 2018.

Filateli

Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc. (2017-2022) terpilih menjadi ketua umum dalam Kongres IX Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), yang dilaksanakan pada 8-9 Agustus 2017, di Bandung.[21] Tema kongres tersebut adalah 'Dengan Peningkatan Kegiatan Filateli Kita Bina Persatuan dalam Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila'. Sebelum menjadi Ketua Umum, Fadli adalah anggota Dewan Pembina PFI. Ia telah berpartisipasi dalam berbagai kompetisi filateli tingkat regional dan dunia. PFI sendiri merupakan organisasi yang didirikan sejak zaman Hindia Belanda pada 29 Maret 1922.

Karya-karya

Buku

  • Politik Huru-Hara Mei 1998 (2004)[22]
  • Politik Standar Ganda Amerika Serikat terhadap Bosnia.[23]
  • Gerakan Etnonasionalis: Bubarnya Imperium Uni Soviet.[24]
  • The IMF Game: The Role of the IMF in Bringing Down The Soeharto Regime.[25]
  • The Politics of The May 1998 Riots.[26]
  • Kesaksian Korban Kekejaman PKI 1948.
  • Mimpi-Mimpi Yang Kupelihara: Kumpulan Puisi (1983-1991)[27]
  • Hari Terakhir Kartosoewirjo. 81 Foto Eksekusi Imam DI/TII (2012) [28]
  • Idris Sardi.  Perjalanan Maestro Biola Indonesia (2012) [29]
  • Dreams I Keep. A Collection of Poems 1983 – 1991 (2013)[30]
  • Mini Profil Fadli Zon: Dari Cisarua Menjelajahi Dunia.[31]
  • Air Mata Buaya. Kumpulan Puisi. (2015)[32]
  • Keris Minangkabau (2016)[33]
  • Pangan dan Pertanian di Era Neoliberal.[34]
  • Menyusuri Lorong Waktu (2016)
  • Asmujiono: Pengibar Merah Putih di Puncak Everest (2019)[35]
  • Ada Genderuwo Di Istana. Puisi Pilihan Fadli Zon (2019) [36]
  • Kata Fadli. Catatan-Catatan Kritis Dari Senayan (2019)[37]
  • Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy (2019)[38]
  • Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta : Jalan Politik Kemakmuran Indonesia (2016)[39]
  • Orkes Gumarang: Kisah Syaiful Nawas (2017)[40]
  • Memeluk Waktu : 8 Puisi Fadli Zon dalam 8 Bahasa (2017)[41]
  • Soul, Ekspresi Hidup Yoes Rizal (2017) [42]
  • Passing Through the Hall of Time (2018) [43]
  • Kujang Pasundan (2018)[44]
  • Keris Lombok (2018)[45]
  • Berpihak Pada Rakyat, Buku I, II, dan III. (2018)[46]

Film

  • Sang Patriot, Produser, Fadli Zon, 2013.

Album Musik

Lihat pula

Referensi

  1. ^ a b "Board of Directors" Website Resmi GOPAC, Diakses 23 Februari 2020.
  2. ^ http://indonesiabright.org/2014/11/fadlizon-sif-fellow-alumnus-now-house-deputy-chairman/
  3. ^ "Pimpinan DPR". DPR RI. 2 Oktober 2014. Diakses tanggal 9 November 2014. 
  4. ^ "Fadli Zon Terpilih Jadi Presiden Parlemen Antikorupsi Sedunia" Tempo.co.
  5. ^ a b c d e Fadlizon.com: Profil Fadli Zon 2014.
  6. ^ Merdeka.com: Profil Fadli Zon 9 November 2014.
  7. ^ https://news.detik.com/berita/d-3238380/bedah-pemikiran-bung-hatta-fadli-zon-raih-gelar-doktor-dari-fib-ui
  8. ^ https://www.viva.co.id/siapa/read/174-fadli-zon-ss-m-sc. "profil fadli zon". viva news. 
  9. ^ a b c d Setelah Dilantik, Agenda Pertama Anggota Baru DPR Pilih Pimpinan.
  10. ^ Andriyanto 2014.
  11. ^ Sahana, Munarsih. "Konferensi GOPAC". VOA News. 
  12. ^ aan. "penetapan ketua bksap dpr". Parlementaria. 
  13. ^ http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/21416/t/IPPP%2C+Terobosan+Penting+Diplomasi+Kawasan+Pasifik.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  14. ^ RI, Setjen DPR. "Sekretariat Jenderal DPR RI - Dewan Perwakilan Rakyat". www.dpr.go.id. Diakses tanggal 2020-09-25. 
  15. ^ https://ipc.or.id/dpr-deklarasikan-open-parliament/.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan); Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan);
  16. ^ RI, Setjen DPR. "AIPA Kembali Tak Sepakat Soal Rohingya". www.dpr.go.id. Diakses tanggal 2020-09-27. 
  17. ^ "Tidak Bahas Krisis Rohingya,Parlemen Indonesia Tolak Komisi Politik AIPA ke-40". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-09-27. 
  18. ^ Kompasiana.com (2020-08-13). "Bintang Mahaputra Nararya 2020 untuk Fadli Zon dan Fahri Hamzah". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2020-09-24. 
  19. ^ "Terima Penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Jokowi, Ini Kata Fadli Zon". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-09-24. 
  20. ^ "Profil - Fadli Zon". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-09-24. 
  21. ^ Liputan6.com (2017-08-09). "Fadli Zon Terpilih Jadi Ketum Pengurus Pusat Filatelis Indonesia". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-09-27. 
  22. ^ Nina Bahri, Satya Pandia (24 April 2004). "Buku Politik Huru-Hara Mei 1998 Diluncurkan". Liputan6.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2015. 
  23. ^ Zon, Fadli. Politik Standar Ganda Amerika Terhadap Bosnia. ISBN 979-95259-0 Periksa nilai: length |isbn= (bantuan). 
  24. ^ Zon, Fadli (2002). ISBN 979-95388-3-1.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  25. ^ Zon, Fadli, 1971- (2004). The IMF game : the role of the IMF in bringing down the Suharto regime in May 1998. Jakarta, Indonesia: Institute for Policy Studies. ISBN 979-95388-3-1. OCLC 54953416. 
  26. ^ Zon, Fadli, 1971- (2004). The politics of the May 1998 riots. Jakarta: Solstice Pub. ISBN 979-97964-8-2. OCLC 57368149. 
  27. ^ Hari terakhir Kartosoewirjo : 81 foto eksekusi Imam DI/TII. Zon, Fadli, 1971- (edisi ke-Cetakan I). Jakarta. ISBN 978-602-99458-4-3. OCLC 818172378. 
  28. ^ Hari terakhir Kartosoewirjo : 81 foto eksekusi Imam DI/TII. Zon, Fadli, 1971- (edisi ke-Cetakan I). Jakarta. ISBN 978-602-99458-4-3. OCLC 818172378. 
  29. ^ Zon, Fadli (2012). Fadli Zon Library. ISBN 978-602-994458-8-1 Periksa nilai: length |isbn= (bantuan).  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  30. ^ Zon, Fadli, 1971-. Dreams i keep : a collection of poems, 1983-1991 (edisi ke-First edition). Jakarta. ISBN 978-602-7898-03-5. OCLC 860699652. 
  31. ^ Zon, Fadli. ISBN 978-602-7898-05-9.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  32. ^ zon, fadli (2014). ISBN 978-602-7898-09-7.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  33. ^ Zon, Fadli. Keris Minangkabau. ISBN 9786027898103. 
  34. ^ Zon, Fadli, 1971-. Pangan & pertanian di era neoliberal. Nugroho, Tarli, (edisi ke-Cetakan pertama). Jakarta Pusat. ISBN 978-602-7898-11-0. OCLC 986801946. 
  35. ^ Zon, Fadli, 1971-. Asmujiono : pengibar merah putih di puncak Everest. Jakarta. ISBN 978-602-7898-22-6. OCLC 1157671396. 
  36. ^ Zon, Fadli, 1971-. Genderuwo in the palace : puisi pilihan = Ada genderuwo di istana : selected poems (edisi ke-Cetakan pertama). Jakarta Pusat. ISBN 978-602-7898-23-3. OCLC 1160201858. 
  37. ^ Zon, Fadli. Kata Fadli. ISBN 978-602-51512-5-5. 
  38. ^ Zon, Fadli, 1971-. Strengthening the Indonesian parliamentary diplomacy : selected speeches of DR. Fadli Zon. Jakarta. ISBN 978-602-51512-7-9. OCLC 1193314861. 
  39. ^ Zon, Fadli, 1971-. Pemikiran ekonomi kerakyatan Mohammad Hatta : jalan politik kemakmuran Indonesia. Fadli Zon Library (Jakarta, Indonesia), (edisi ke-Cetakan pertama). Jakarta, Indonesia. ISBN 978-602-7898-14-1. OCLC 1055572381. 
  40. ^ Zon, Fadli, 1971-. Orkes Gumarang : kisah Syaiful Nawas. Fadli Zon Library (Jakarta, Indonesia), (edisi ke-Cetakan pertama). Pejompongan, Jakarta, Indonesia. ISBN 978-602-7898-15-8. OCLC 986801851. 
  41. ^ Zon, Fadli, 1971-. Memeluk waktu : (puisi pilihan dalam 8 bahasa) : Ari Malibu menyanyikan puisi Fadli Zon. Malibu, Ari,. Jakarta. ISBN 978-602-7898-18-9. OCLC 1016824337. 
  42. ^ Zon, Fadli, 1971-. Soul : Yoes Rizal. Wright, Astri, 1956-, Rizal, Yoes,, Fadli Zon Library (Jakarta, Indonesia),. Jakarta Pusat, Indonesia. ISBN 978-602-7898-17-2. OCLC 1016552582. 
  43. ^ Zon, Fadli, 1971-. Passing through the hall of time. Laviña, Walter Alvarez,. Jakarta. ISBN 978-602-7898-19-6. OCLC 1083103109. 
  44. ^ zon, fadli. ISBN 978-602-7898-20-2.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  45. ^ Yuwono, Basuki Teguh, 1976-. Keris Lombok. Zon, Fadli, 1971-, Fadli Zon Library (Jakarta, Indonesia). Jakarta, Indonesia. ISBN 978-602-7898-21-9. OCLC 1082473307. 
  46. ^ Zon, Fadli (2018). Berpihak Pada Rakyat. ISBN 978-602-51512-1-7. 
  47. ^ https://www.liputan6.com/news/read/2947470/fadli-zon-luncurkan-buku-puisi-memeluk-waktu.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)

Daftar pustaka

  • "Profil Fadli Zon" (dalam bahasa Indonesia). Fadlizon.com. Diakses tanggal 9 November 2014. 
  • "Profil Fadli Zon" (dalam bahasa Indonesia). Merdeka.com. Diakses tanggal 9 November 2014. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Priyo Budi Santoso
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2014–2019
Diteruskan oleh:
Azis Syamsuddin
Didahului oleh:
Setya Novanto
Pelaksana Tugas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2017–2018
Diteruskan oleh:
Bambang Soesatyo
Didahului oleh:
Setya Novanto
Pelaksana Tugas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
2015–2016
Diteruskan oleh:
Ade Komarudin