Bahasa Sachsen Hilir

Bahasa Sachsen Hilir, juga sering disebut sebagai bahasa Jerman Hilir (bahasa Jerman: Plattdeutsch, diucapkan [ˈplatdɔʏtʃ] ( simak), atau Platt, diucapkan [plat] ( simak))[b] adalah kesinambungan ragam bahasa Jermanik Laut Utara yang dituturkan di Jerman Utara dan Belanda timur laut. Bahasa ini juga diucapkan pada oleh sedikit diaspora Jerman di seluruh dunia (seperti bahasa Plautdietsch).

Sachsen Hilir
Jerman Hilir
Plattdütsch, Plattdüütsch, Plattdütsk, Plattdüütsk, Plattduitsk (Westfalen Selatan), Plattduitsch (Ostfalen), Plattdietsch (Prusia Hilir); Neddersassisch; Nedderdüütsch
bahasa Jerman: Plattdeutsch, Niedersächsisch, Niederdeutsch (dalam arti sempit)
bahasa Belanda: Nedersaksisch, Plat
bahasa Denmark: Plattysk, Nedertysk, Nedersaksisk, Lavtysk (jarang)
Dituturkan diJerman Utara dan bekas Jerman Barat,
Belanda Timur
Denmark Selatan
EtnisBelanda
Jerman (termasuk masyarakat Friesland Timur);
Termasuk Bangsa Sachsen Kuno
(baik sebagai bangsa Jermanik Kuno dan suku-suku di Jerman modern)
Penutur bahasa
Sekitar 4,35-7,15 juta jiwa [a][1][2][3]
Lebih dari 10 juta sebagai penutur bahasa kedua  (2001)[4]
Bentuk awal
Dialek
Status resmi
Bahasa resmi di
 Jerman[5]
 Schleswig-Holstein
 Hamburg
 Sachsen Bawah
 Mecklenburg-Vorpommern[6]
 Brandenburg[7][8]
 Belanda[9]
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
 Meksiko (100,000)[10]

 Bolivia (70,000)[11] Paraguay (30,000)[12]

 Brasil (8,000)
Kode bahasa
ISO 639-2nds
ISO 639-3nds (Ragam bahasa Belanda dan Westfalen memiliki kode terpisah)
Glottologlowg1239  (Jerman Hilir)[13]
Linguasfer52-ACB
{{{mapalt}}}
Perkiraan wilayah bahasa Jerman Rendah/Saxon Rendah dituturkan di Eropa (setelah pengusiran orang Jerman)
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode.

Walaupun sering disebut sebagai bahasa Jerman Hilir, sebenarnya secara klasifikasi linguistik, bahasa ini lebih mirip ke bahasa Frisia dan Inggris, dibanding bahasa Jerman yang menjadi bahasa baku dan resmi di Jerman. Seperti bahasa Belanda, bahasa ini dituturkan di sisi utara garis isoglosa Benrath dan Uerdingen, sedangkan bahasa Jerman Hulu yang dituturkan di sisi selatan.

Diperkirakan bahwa bahasa Sachsen Hilir memiliki jumlah penutur sekitar 2,2-5 juta jiwa di Jerman, terutama Jerman Utara,[14] dan 2,15 juta jiwa di Belanda.[15]

Perubahan bunyiSunting

Seperti rumpun bahasa Anglo-Frisia dan Jermanik Utara, Sachsen Hilir tidak dipengaruhi oleh pergeseran konsonan bahasa Jerman Hulu, kecuali untuk bunyi /ð/ kuno yang bergeser menjadi /d/. Oleh karena itu, banyak kata-kata Jerman Rendah terdengar mirip dengan bahasa Inggris yang serumpun. Salah satu ciri yang membedakan bahasa Sachsen Hilir dengan bahasa Inggris pada umumnya adalah penyebutan akhir dari konsonan hambat, seperti yang dicontohkan oleh kata-kata yang berarti "baik" dan "angin" di bawah. Pergeseran tersebut adalah karakteristik terkenal dari bahasa Belanda dan Jerman yang juga dan melibatkan netralisasi posisi kontras menyuarakan dalam posisi koda suku kata untuk konsonan hambat (seperti bunyi t = d di akhir suku kata.) Pergeseran bunyi t itu tidak ada di bahasa Inggris, kecuali dialek Yorkshire, yang dikenal sebagai asimilasi Yorkshire.[16]

Tabel di bawah ini menunjukkan hubungan antara konsonan Sachsen Hilir yang tidak terpengaruh oleh pergeseran rantai ini dan padanannya dalam bahasa-bahara Jermanik Barat lainnya. Bahasa Swedia dan Islandia baku ditampilkan untuk perbandingan:

Proto-Jermanik Jerman Hulu Sachsen Hilir Utara Belanda Inggris Jerman Hulu Frisia Barat Swedia Islandia
-k- -ch- maken maken make machen meitsje maka (arkais)
k- k- Keerl (Kerl) ("kawan") kerel churl Kerl * tsjirl (arkais) karl karl
d- t- Dag dag day Tag dei dag dag
-t- -ss- eten (ȩten, äten)
[Westfalen: iäten]
eten eat essen ite äta éta
t- z- (/t͡s/) teihn (tein) tien ten zehn tsien tio tíu
-tt- -tz-, -z- (/t͡s/) sitten zitten sit sitzen sitte sitta sitja
-p -f, -ff Schipp, Schepp, and Schüpp schip ship Schiff skip skepp *** skip
p- pf- Peper peper pepper Pfeffer piper peppar pipar
-β- -b- Wiew, Wiewer; Wief, Wiewer; Wief, Wiever; Wief, Wieber wijf, wijven ** wife, wives Weib, Weiber ** wiif, wiven viv ** víf

Catatan:

* Kerl dalam bahasa Jerman Hulu diserap dari bahasa Sachsen Hilir
** Seri Wiefwijf, dll. merupakan kata berkerabat, bukan padanan semantik. Arti dari beberapa kata ini telah bergeser dari waktu ke waktu. Misalnya, istilah setara yang benar untuk "istri" dalam bahasa Belanda modern, Jerman, dan Swedia adalah vrouw, Frau, dan fru; Menggunakan kata wijf, Weib, atau viv untuk manusia dianggap kuno di Swedia dan saat ini terkesan menghina dalam bahasa Belanda dan Jerman, sebanding dengan "wanita nakal". Tidak berkerabat dengan Frau / vrouw / fru yang bertahan dalam bahasa Inggris (bandingkan frōwe "wanita" dalam bahasa Inggris Kuno; frow "wanita" dalam bahasa Inggris Kuno, bukan serapan dari bahasa Belanda Pertengahan).
*** Diucapkan shepp sejak abad ke-17

CatatanSunting

  1. ^ 2,2-5 juta di Jerman Utara dan 2,15 juta di Belanda Timur
  2. ^ Istilah "Bahasa Jerman Hilir" lebih sering digunakan dalam beberapa bahasa Jermanik: Penutur bahasa Sachsen Hilir di Jerman menyebutnya sebagai Plattdütsch, Plattdüütsch, Plattdütsk, Plattdüütsk, Plattduitsk, Plattduitsch, Plattdietsch atau Neddersassisch atau Nedderdüütsch; Penutur bahasa Sachsen Hilir di Belanda menyebutnya sebagai Nedersaksisch; Penutur bahasa Jerman Hulu Baku menyebutnya sebagai Plattdeutsch, Niedersächsisch atau Niederdeutsch (dalam arti yang lebih sempit); Penutur bahasa Belanda menyebutnya sebagai Nederduits.

ReferensiSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Taaltelling Nedersaksisch, H. Bloemhoff. (2005). p88.
  2. ^ STATUS UND GEBRAUCH DES NIEDERDEUTSCHEN 2016 Diarsipkan 2021-01-16 di Wayback Machine., A. Adler, C. Ehlers, R. Goltz, A. Kleene, A. Plewnia (2016)
  3. ^ The Other Languages of Europe: Demographic, Sociolinguistic, and Educational Perspectives by Guus Extra, Durk Gorter; Multilingual Matters, 2001 - 454; page 10.
  4. ^ Saxon, Low Ethnologue.
  5. ^ bahasa Jerman: § 23 Absatz 1 Verwaltungsverfahrensgesetz (Bund).
    Die Frage, ob unter deutsch rechtlich ausschließlich die hochdeutsche oder auch die niederdeutsche Sprache subsumiert wird, wird juristisch uneinheitlich beantwortet: Während der BGH in einer Entscheidung zu Gebrauchsmustereinreichung beim Deutschen Patent- und Markenamt in plattdeutscher Sprache das Niederdeutsche einer Fremdsprache gleichstellt („Niederdeutsche (plattdeutsche) Anmeldeunterlagen sind im Sinn des § 4a Abs. 1 Satz 1 GebrMG nicht in deutscher Sprache abgefaßt.“ – BGH-Beschluss vom 19. November 2002, Az. X ZB 23/01), ist nach dem Kommentar von Foerster/Friedersen/Rohde zu § 82a des Landesverwaltungsgesetzes Schleswig-Holstein unter Verweis auf Entscheidungen höherer Gerichte zu § 184 des Gerichtsverfassungsgesetzes seit 1927 (OLG Oldenburg, 10. Oktober 1927 – K 48, HRR 1928, 392) unter dem Begriff deutsche Sprache sowohl Hochdeutsch wie auch Niederdeutsch zu verstehen.
  6. ^ Unterschiedliche Rechtsauffassungen, ob Niederdeutsch in Deutschland insgesamt Amtssprache ist – siehe dazu: Amtssprache (Deutschland); zumindest aber in Schleswig-Holstein und Mecklenburg-Vorpommern
  7. ^ Verein für niederdeutsche Sprachen in Brandenburg
  8. ^ Bundesrat für niederdeutsche Sprache, Neuigkeiten aus Brandenburg
  9. ^ Maas, Sabine (2014). Twents op sterven na dood? : een sociolinguïstisch onderzoek naar dialectgebruik in Borne. Münster New York: Waxmann. hlm. 19. ISBN 978-3830980339. 
  10. ^ Cascante, Manuel M. (8 August 2012). "Los menonitas dejan México". ABC (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 19 February 2013. Los cien mil miembros de esta comunidad anabaptista, establecida en Chihuahua desde 1922, se plantean emigrar a la república rusa de Tartaristán, que se ofrece a acogerlos 
  11. ^ Los Menonitas en Bolivia Diarsipkan 3 December 2013 di Wayback Machine. CNN en Español
  12. ^ El Comercio: Menonitas cumplen 85 años en Paraguay con prosperidad sin precedentes
  13. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Jerman Hilir". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  14. ^ STATUS UND GEBRAUCH DES NIEDERDEUTSCHEN 2016 Diarsipkan 2021-01-16 di Wayback Machine., A. Adler, C. Ehlers, R. Goltz, A. Kleene, A. Plewnia (2016)
  15. ^ Bloemhoff, H. (2005). Taaltelling Nedersaksisch. Een enquête naar het gebruik en de beheersing van het Nedersaksisch in Nederland. p88. Groningen: Sasland.
  16. ^ See John Wells, Accents of English, pages 366-7, Cambridge University Press, 1981

Daftar pustakaSunting

  • Adams, Douglas Q. (1975), "The Distribution of Retracted Sibilants in Medieval Europe", Language, Linguistic Society of America, 51 (2): 282–292, doi:10.2307/412855, JSTOR 412855 

Pranala luarSunting

Kamus daringSunting

InformasiSunting

OrganisasiSunting