Buka menu utama

Pengusiran penduduk Jerman setelah Perang Dunia II

Penduduk Jerman hijrah dari Schlesien ke wilayah Jerman yang diduduki oleh Sekutu pada tahun 1945. Gambar dari Arsip Federal Jerman (Deutsches Bundesarchiv).

Pada masa akhir Perang Dunia II dan masa setelah perang, pendudukan Jerman dan keturunan Jerman diusir dari berbagai negara Eropa Timur dan dikirim ke wilayah Jerman dan Austria yang tersisa. Setelah tahun 1950, beberapa orang Jerman yang diusir pindah ke Amerika Serikat, Australia, dan negara-negara lainnya. Kawasan-kawasan yang terkena dampak pengusiran ini meliputi bekas wilayah timur Jerman yang dianeksasi oleh Polandia dan Uni Soviet setelah perang, serta orang-orang Jerman yang tinggal di Polandia, Cekoslowakia, Hongaria, Rumania, Yugoslavia, dan negara-negara Baltik pada masa sebelum perang. Sebelumnya Nazi telah membuat rencana—untuk memusnahkan orang Slavia dan Yahudi dari Eropa Timur dan memukimkan kawasan tersebut dengan orang-orang Jerman, walaupun rencana ini belum sempat terwujud akibat kekalahan Nazi.[1][2] Pengusiran orang-orang Jerman pada masa setelah perang mengubah persebaran etnis dan geopolitik Eropa Timur dan merupakan dampak langsung Perang Dunia II. Pengusiran ini merupakan bagian dari upaya untuk membuat negara-negara homogen secara etnis dalam perbatasan-perbatasan yang telah ditetapkan seusai perang.[3] Antara 1944 dan 1948, sekitar 31 juta orang Jerman ('Volksdeutsche') serta warga negara Jerman ('Reichsdeutsche') telah dipindah secara permanen atau sementara dari Eropa Tengah dan Timur.[4]

Pada masa itu, banyak sekolah yang ditutup, rumah sakit penuh dengan pasien. Di saat itu orang-orang mulai melakukan usaha untuk mencari anggota keluarga yang terpisahkan walaupun seringkali tanpa hasil karena banyaknya puing-puing yang ada. Para tahanan perang berdesak-desakan di kamp tawanan dan banyak pula yang mulai masuk kembali ke Jerman. Karena telah banyak terjadi pengusiran besar-besaran terhadap orang Jerman yang terjadi di Eropa bagian tengah dan timur. Hal ini merupakan aksi balas dendam atas hal yang telah terjadi sebelumnya.[5]

Selain pengusiran, warga Jerman juga berbondong-bondong untuk kembali ke Jerman karena adanya kekejaman yang dilakukan oleh negara-negara yang bersangkutan, sebagai contoh Rusia dengan Tentara Merahnya melakukan perkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap warga Jerman di wilayah Prusia Timur. Hal ini juga salah satu hal yang melatar belakangi perpindahan secara besar-besaran warga Jerman. Selain itu, semisal dari negara Ceko banyak warga Jerman yang disiksa serta diperlakukan secara tidak manusiawi, dengan dilukai atau bahkan digambari dengan Swastika sebagai bentuk ejekan terhadap Jerman. Dalam suatu pembantaian sekitar 100 warga Jerman menjadi korban kekejaman aksi balas dendam ini.

Wilayah Jerman sebelum tahun 1937, seperempatnya telah diambil oleh beberapa negara lainnya. Sebagai contoh wilayah timur: Schlesien, Neumark dan sebagian besar Pommern diambil alih Polandia; Prusia Timur dibagi antara Polandia dan Uni Soviet. Di wilayah-wilayah tersebut terjadi pengusiran 9 juta warga Jerman dari daerah tersebut, serta 3 juta warga Jerman dari Sudetenland di Cekoslowakia ke Jerman. Satu dari lima orang Jerman Barat adalah pengungsi dari timur, hal ini terjadi pada tahun 1950-an.

Aksi balas dendam pasca Perang DuniaSunting

Pada 27 Oktober ada sekitar 17.000 Yahudi Polandia diusir dari Jerman yang termasuk di antaranya adalah 2.000 anak-anak. Hal ini dilakukan atas perintah dari Reinhard Heydrich yang merupakan pimpinan kedua SS.[6] Selain itu banyak pengusiran-pengusiran terhadap Yahudi yang terjadi di berbagai negara seperti Rusia, Jerman, dan berbagai negara lainnya yang merupakan sebuah bentuk penindasan dan kekejaman.[7]

Masih banyak lagi aksi kekejaman Nazi yang memakan banyak korban. Sekitar 11 sampai 17 juta warga sipil tewas akibat kekejaman dari Nazi. Termasuk di dalamnya adalah pembantaian 6.000.000 kaum Yahudi yang dikenal dengan Holocaust serta 5.000.000 orang Rom, 2.000.000 etnis Polandia, homoseksual, dan berbagai kaum minoritas lainnya yang termasuk dalam kebijakan Nazi di saat itu. Termasuk di dalamnya adalah golongan-golongan yang dianggal "tidak layak hidup" seperti orang cacat, orang sakit jiwa, Freemason, dan sebagainya. Sekitar 12.000.000 orang yang kebanyakan adalah warga Eropa Timur dipekerjakan sebagai buruh kasar di masa perang.

Nazi dianggap bertanggung jawab atas peristiwa Holocaust, walaupun secara jumlah korban masih diragukan. Beberapa menganggap bahwa korbannya hanya beberapa ratus ribu saja. Namun tetap saja jumlah tersebut teramat banyak sebagai bentuk kekejaman yang tidak bisa diampuni karena sangat tidak berperikemanusiaan. Namun, peristiwa pembantaian ini memang benar-benar terjadi.

ReferensiSunting

  1. ^ Hans-Walter Schmuhl. The Kaiser Wilhelm Institute for Anthropology, Human Heredity, and Eugenics, 1927–1945: crossing boundaries. Volume 259 of Boston studies in the philosophy of science. Coutts MyiLibrary. SpringerLink Humanities, Social Science & LawAuthor. Springer, 2008. ISBN 1-4020-6599-X, 9781402065996, hlm. 348–349
  2. ^ Yad Vashem, Generalplan Ost
  3. ^ Jan-Werner Müller (2002). Nationhood in German legislation. Memory and Power in Post-War Europe: Studies in the Presence of the Past. Cambridge University Press. hlm. 254–256. ISBN 052100070X. Diakses tanggal 30 January 2015. 
  4. ^ Paul Robert Magocsi, Historical Atlas of East Central Europe, University of Washington Press (1993), pp. 164-68; ISBN 0295972483. Porter, The Ghosts of Europe.
  5. ^ Horison. Jajasan Indonesia. 2000. 
  6. ^ Basuki, Yoyok Rahayu. ADOLF HITLER: Kebangkitan dan Kejayaan. Yoyok Rahayu Basuki. 
  7. ^ Damhuri, Elba (2003). Berbohong demi perang. Senayan Abadi Pub. ISBN 9789793471129. 

SumberSunting

  • Baziur, Grzegorz. Armia Czerwona na Pomorzu Gdańskim 1945–1947 [Red Army Gdańsk Pomerania 1945–1947], Warsaw: Instytut Pamięci Narodowej, 2003; ISBN 83-89078-19-8
  • Beneš, Z., D. Jančík et al., Facing History: The Evolution of Czech and German Relations in the Czech Provinces, 1848–1948, Prague: Gallery; ISBN 80-86010-60-0
  • Blumenwitz, Dieter: Flucht und Vertreibung, Cologne: Carl Heymanns, 1987; ISBN 3452209989
  • Brandes, Detlef: Flucht und Vertreibung (1938–1950), European History Online, Mainz: Institute of European History, 2011, retrieved 25 February 2013.
  • De Zayas, Alfred M.: A terrible Revenge. Palgrave Macmillan, New York, 1994. ISBN 1-4039-7308-3.
  • De Zayas, Alfred M.: Nemesis at Potsdam, London, UK 1977; ISBN 0-8032-4910-1.
  • Douglas, R.M.: Orderly and Humane. The Expulsion of the Germans after the Second World War. Yale University Press, 2012; ISBN 978-0300166606
  • German statistics (Statistical and graphical data illustrating German population movements in the aftermath of the Second World War published in 1966 by the West German Ministry of Refugees and Displaced Persons)
  • Grau, Karl F. Silesian Inferno, War Crimes of the Red Army on its March into Silesia in 1945, Valley Forge, PA: The Landpost Press, 1992; ISBN 1-880881-09-8
  • Hahn, Hans Henning; Hahn, Eva (2010). Die Vertreibung im deutschen Erinnern. Legenden, Mythos, Geschichte (dalam bahasa German). Paderborn: Ferdinand Schöningh Verlag. ISBN 978-3-506-77044-8. 
  • Jankowiak, Stanisław. Wysiedlenie i emigracja ludności niemieckiej w polityce władz polskich w latach 1945–1970 [Expulsion and emigration of German population in the policies of Polish authorities in 1945–1970], Warsaw: Instytut Pamięci Narodowej, 2005; ISBN 83-89078-80-5
  • Naimark, Norman M. The Russians in Germany: A History of the Soviet Zone of Occupation, 1945–1949, Cambridge: Harvard University Press, 1995; ISBN 0-674-78405-7
  • Naimark, Norman M.: Fires of Hatred. Ethnic Cleansing in Twentieth–Century Europe. Cambridge: Harvard University Press, 2001; ISBN 0674009940
  • Overy, Richard. The Penguin Historical Atlas of the Third Reich, London: Penguin Books, 1996; ISBN 0-14-051330-2, pg. 111.
  • Podlasek, Maria. Wypędzenie Niemców z terenów na wschód od Odry i Nysy Łużyckiej, Warsaw: Wydawnictwo Polsko-Niemieckie, 1995; ISBN 83-86653-00-0
  • Steffen Prauser, Arfon Rees (2004), The Expulsion of 'German' Communities from Eastern Europe at the end of the Second World War (PDF file, direct download), EUI Working Paper HEC No. 2004/1; Florence: European University Institute. Contributors: Steffen Prauser and Arfon Rees, Piotr Pykel, Tomasz Kamusella, Balazs Apor, Stanislav Sretenovic, Markus Wien, Tillmann Tegeler, and Luigi Cajani. Accessed 26 May 2015.
  • Reichling, Gerhard. Die deutschen Vertriebenen in Zahlen, 1986; ISBN 3-88557-046-7
  • Truman Presidential Library: Marshall Plan Documents, trumanlibrary.org; accessed 6 December 2014.
  • Zybura, Marek. Niemcy w Polsce [Germans in Poland], Wrocław: Wydawnictwo Dolnośląskie, 2004; ISBN 83-7384-171-7.
  • Suppan, Arnold: "Hitler- Benes- Tito". Wien 2014. Verlag der Österreichischen Akademie der Wissenschaften. Drei Bände. ISBN 978-3-7001-7309-0.

Pranala luarSunting