Bahasa Afrikaans

bahasa Jermanik Barat yang dituturkan di Afrika Selatan dan Namibia


Bahasa Afrikaans (Afrikaans, [afriˈkɑːns]) adalah suatu bahasa Jermanik Barat yang dituturkan di Afrika Selatan dan Namibia. Bahasa ini pada awalnya adalah dialek yang dituturkan oleh para pendatang Afrikaner dan budak yang dibawa ke daerah Cape Town oleh Kompeni Hindia Belanda (Belanda: Verenigde Oost-Indische Compagnie [VOC]) pada tahun 1652 dan 1705. Sebagian besar pendatang ini berasal dari Perserikatan Provinsi (sekarang Belanda), tetapi ada juga pendatang dari Jerman, Prancis, Skotlandia, dan beberapa negara lainnya. Para pekerja dan budak yang dibawa serta adalah orang-orang Hindia Belanda, orang-orang Khoi, dan Bushmen.

Bahasa Afrikaans
Pengucapan[afriˈkɑːns]
Dituturkan diAfrika Selatan, Namibia, Botswana, Zambia, Zimbabwe
Etnis
Penutur
7,2 juta (2023)[1]
18,8 juta penutur L2 diseluruh Afrika Selatan (2002)[2]
Bentuk awal
Bahasa Isyarat Afrikaans[3]
Aspek ketatabahasaan
Tipologi
Status resmi
Bahasa resmi di
Diakui sebagai
bahasa minoritas di
Diatur olehDie Taalkommissie
Kode bahasa
ISO 639-1af
ISO 639-2afr
ISO 639-3afr
Glottologafri1274[4]
Linguasfer52-ACB-ba
Status konservasi
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Bahasa Afrikaans diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [5][6]
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC1 National
Bahasa Afrikaans dikategorikan sebagai C1 National menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini menjadi bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara
Lokasi penuturan
Peta yang menunjukkan persebaran penutur bahasa Afrikaans dengan area yang mayoritasnya menggunakan bahasa Afrikaans ditandai dengan biru sedangkan minoritas sebagai biru muda
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
 Portal Bahasa
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Penelitian oleh J. A. Heese menunjukan bahwa sampai tahun 1807, 39,8% nenek moyang dari penutur bahasa Afrikaans berkulit putih adalah orang Belanda, 35% Jerman, 14,6% Prancis, dan 7,2 persen orang berkulit nonputih. Dialek tersebut dikenal sebagai cape Dutch. Kemudian, bahasa Afrikaans juga dikenal sebagai "bahasa Belanda Afrika". Afrikaans dianggap sebagai Dialek Bahasa Belanda sampai dengan awal Abad 20 ketika bahasa tersebut mulai dikenal sebagai bahasa yang berbeda. Nama Afrikaans sebenarnya adalah istilah Bahasa Belanda untuk "Orang Afrika" atau "Bahasa Afrika".

Etimologi sunting

Istilah "Afrikaans" diturunkan dari dalam bahasa Belanda, yaitu Afrikaansch (sekarang dieja Afrikaans)[7], berarti "bahasa Afrika".[8] Sebelumnya dikenal sebagai "bahasa Belanda Tanjung" (istilah yang juga digunakan untuk merujuk secara kelompok ke pemukim Tanjung awal) atau "Belanda Dapur" (istilah menghina yang digunakan untuk merujuk ke Afrikaans pada hari-hari sebelumnya). Namun, itu juga telah banyak digambarkan sebagai bahasa kreol berbasis Belanda atau kreol sebagian.[9]

Sejarah sunting

Bahasa Afrikaans secara linguistik berhubungan dekat dengan Bahasa Belanda abad ke-17, dan Bahasa Belanda modern. Penutur kedua bahasa tersebut dapat saling mengerti tanpa kesulitan. Bahasa lain yang berhubungan dengan Bahasa Afrikaans adalah Bahasa Saksen Rendah yang dituturkan di Jerman utara dan Belanda, Bahasa Jerman, dan Bahasa Inggris. Kosakata Cape Dutch semakin berbeda dengan kosakata Bahasa Belanda seiring waktu berjalan, karena kata-kata serapan yang diambil dari para pendatang Eropa lainnya, budak-budak India Timur, dan bahasa daerah Afrika. Materi tercetak pada kalangan Afrikaner pada awalnya hanya menggunakan bahasa Belanda Eropa. Menjelang pertengahan abad ke-19, makin banyak terbitan yang muncul dalam Bahssa Afrikaans, yang masih dianggap sebagai dialek pada waktu itu. Buku tata bahasa dan kamus Bahasa Afrikaans pertama diterbitkan pada tahun 1875 oleh Genootskap vir Regte Afrikaners (Perkumpulan Afrikaner Asli) di Cape Town. Pada tahun 1925 Afrikaans diproklamasikan sebagai bahasa yang berbeda dari bahasa Belanda. Sampai tanggal tersebut bahasa resmi di Uni Afrika Selatan adalah Bahasa Inggris dan Belanda. setelah itu, bahasa Belanda digantikan dengan bahasa Afrikaans. Di samping kosakata, perbedaan paling mendasar bahasa ini dari bahasa Belanda adalah tata bahasanya yang lebih teratur, yang mungkin adalah hasil dari interferensi mutual oleh Bahasa Kreol Belanda yang dituturkan sejumlah besar penutur non-Belanda pada periode formasi bahasa tersebut pada pertengahan kedua abad ke-17. Pada 1710, jumlah budak melebihi pendatang baru, dan bahasa tersebut berkembang di antara penutur yang tidak mencatat atau mempelajari lebih lanjut dialek baru mereka.

Ada beberapa teori tentang bagaimana Bahasa Afrikaans tercipta. Banyak ahli linguistik yakin bahwa Bahasa Afrikaans dipengaruhi oleh Bahasa Kreol yang didasarkan dari Dialek Belanda Selatan. Sangat susah namun untuk mencari tahu bagaimana pengaruh ini berlangsung mengingat hampir tidak ada materi tertulis dalam Bahasa Kreol Belanda, hanya beberapa kalimat ditemukan pada buku yang tidak berhubungan yang biasanya bukan ditulis oleh penutur Bahasa Afrikaans.

Walaupun banyak dari Kosakata Bahasa Afrikaans diambil dari Bahasa Belanda dialek Holland Selatan, Bahasa Afrikans juga mengandung kata yang diambil dari Bahasa Melayu Hindia Belanda, Bahasa Portugis, Bahasa Prancis, Bahasa Khoisan, Bahasa Inggris, Bahasa Xhosa dan banyak bahasa lainnya. Dengan itu banyak kata dalam Bahasa Afrikaans berbeda dari Bahasa Belanda, seperti contoh di bawah ini:

Afrikaans Belanda Indonesia
piesang banaan pisang
lemoen sinaasappel jeruk
suurlemoen citroen limun
baie heel, erg banyak
boontoe top, doodlopend buntu

Lihat pula sunting

Referensi sunting

Catatan kaki sunting

  1. ^ Templat:Ethnologue19
  2. ^ Webb (2002), 14:78.
  3. ^ Aarons & Reynolds, "South African Sign Language" in Monaghan (ed.), Many Ways to be Deaf: International Variation in Deaf Communities (2003).
  4. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Afrikaans". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  5. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. 
  6. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022. 
  7. ^ The changed spelling rule was introduced in article 1, rule 3, of the Dutch "orthography law" Wet voorschriften schrijfwijze Nederlandsche taal of 14 February 1947. In 1954 the Word list of the Dutch language which regulates the spelling of individual words including the word Afrikaans was first published.
  8. ^ "Afrikaans". Online Etymology Dictionary. Douglas Harper. Diakses tanggal 24 January 2020. 
  9. ^ Afrikaans was historically called Cape Dutch; see Deumert & Vandenbussche 2003, hlm. 16, Conradie 2005, hlm. 208, Sebba 1997, hlm. 160, Langer & Davies 2005, hlm. 144, Deumert 2002, hlm. 3, Berdichevsky 2004, hlm. 130.
    Afrikaans is rooted in seventeenth century dialects of Dutch; see Holm 1989, hlm. 338, Geerts & Clyne 1992, hlm. 71, Mesthrie 1995, hlm. 214, Niesler, Louw & Roux 2005, hlm. 459.
    Afrikaans is variously described as a creole, a partially creolised language, or a deviant variety of Dutch; see Sebba 2007, hlm. 116.

Daftar pustaka sunting

Pustaka lanjutan sunting

  • Grieshaber, Nicky. 2011. Diacs and Quirks in a Nutshell – Afrikaans spelling explained. Pietermaritzburg. ISBN 978-0-620-51726-3; e-ISBN 978-0-620-51980-9.
  • Roberge, P. T. (2002), "Afrikaans – considering origins", Language in South Africa, Cambridge, England: Cambridge University Press, ISBN 0-521-53383-X 
  • Thomas, C. H. (1899), "Boer language", Origin of the Anglo-Boer War revealed, London, England: Hodder and Stoughton