Anwar Fuady

pemeran laki-laki asal Indonesia

Anwar Fuady (lahir di Palembang, 14 Maret 1947; umur 73 tahun) adalah aktor senior berkebangsaan Indonesia. Mantan Ketua PARSI periode 1998-2006 ini bermain sebagai peran antagonis hampir di semua film dan sinetron yang dibintanginya.

Anwar Fuadi
Nama lahir Anwar Fuadi
Nama lain Anwar Fuady
Lahir 14 Maret 1947 (umur 73)
Bendera Indonesia Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia
Bahasa indonesia
Pekerjaan Aktor
Tahun aktif 1967 - sekarang
Warna kulit hitam kecokelatan
Pasangan Farida Cosim (k. 1971)
Anak Fery Senopati
Tillya Mavalda
Silvy Meutia
Farouk Fuady
Moudy Ambhita Cinta

BiografiSunting

Setelah menyelesaikan SMA, ia pun memilih melanjutkan di Akademi Teater dan Film (ATF), Jakarta. Ia juga diberi kepercayaan menjadi tenaga ahli di Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF).

Ia juga dikenal oleh kalangan politikus karena pada tahun 2003 pernah mencalonkan diri sebagai presiden dan sebagai gubernur Sumatra Barat periode 2003-2008. Setahun kemudian, Anwar juga mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia.

Ia menikah dengan Farida Cosim pada tanggal 14 Februari 1971. Dari pernikahan ini mereka dikaruniai lima orang anak: Fery Senopati, Tillya Mavalda, Silvy Meutia, Farouk Fuady, Moudy Ambhita Cinta.

Beberapa kasus sempat menghampirinya, antara lain kasus gelar palsu yang digunakannya. Gelar doktor yang diterimanya dari Institut Manajemen Global Indonesia itu, dikembalikannya melalui dinas pendidikan. Ia juga terlibat perseteruan dengan Roy Marten. Kasus itu diawali dengan bantahan Roy selaku mantan ketua PARSI terhadap pernyataan Anwar yang menjadi ketuanya saat itu, dengan mengatakan bahwa sisa hasil proyek produksi sinetron bertajuk Kutemukan Cinta, yang disponsori oleh Dekopin, telah dimasukkan ke kas PARSI sebagai dana kegiatan organisasi keartisan itu.[1] Setelah Roy tertangkap atas tuduhan kepemilikan narkoba, nama Anwar dan juga pengacara sekaligus sahabatnya, Ruhut Sitompul pun turut dilibatkan. Beredar kabar bahwa mereka berdua yang aktif di BNN (Badan Narkotika Nasional) memberikan informasi pada polisi yang berbuntut pada penangkapan Roy.

FilmografiSunting

FilmSunting

SinetronSunting

Karier PolitikSunting

Ia tergabung dalam Partai Hati Nurani Rakyat bentukan Wiranto. Di partai bernomor urut 1 dalam Pemilu 2009 itu dia menjadi salah seorang pengurus.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting