Kentut (film)

Sebuah film komedi Indonesia karya Aria Kusumadewa

Kentut adalah film drama komedi Indonesia yang dirilis pada 1 Juni 2011 dengan sutradara dan penulis oleh Aria Kusumadewa serta dibintangi oleh Deddy Mizwar dan Ira Wibowo. Dalam Festival Film Indonesia 2011, film ini dinominasikan dalam kategori Penata Suara Terbaik (Adityawan Susanto dan Trisno).

Kentut
Kentut film.jpg
Poster film
SutradaraAria Kusumadewa
Produser
PenulisAria Kusumadewa
Pemeran
Penata musikAreng Widodo
SinematograferEnggong Supardi
PenyuntingIcang Rizal Rakhmandar
DistributorCitra Sinema
Tanggal rilis
1 Juni 2011
Durasi90 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

SinopsisSunting

“Di negeri ini kebenaran dan kebetulan tipis bedanya”.

Patiwa, salah satu kandidat Bupati di Kabupaten Kuncup Mekar, ia harus menjalani operasi medis akibat Dada kanannya tertembak saat berkampanye. Pasca operasi, Patiwa tetap harus menjalani perawatan serius di Rumah Sakit, karena dia harus menunggu hingga keluarnya KENTUT.

KENTUT yang semula dianggap remeh, seketika menjadi persoalan penting dan melibatkan banyak pihak. Sementara hari pemilihan kursi Bupati tinggal sedikit waktu. Kepanikan menimbulkan konflik besar antara pihak Rumah Sakit dengan Tim Sukses Patiwa yang dipimpin perempuan cerdas nan jelita bernama Irma. Situasi ini dimanfaatkan oleh kandidat lawan bernama Jasmera yang selalu tampil berapi-api untuk mendapatkan simpati masyarakat. Jasmera bersama Delarosa penyanyi dangdut yang fenomenal sebagai pasangan Cawabup, selalu meneriakkan slogan anti kemunafikan dan memiliki program-program kampanye kontroversial serta cenderung nyeleneh. Untuk memperlambat keluarnya KENTUT Patiwa, maka Jasmera meminta bantuan paranormal, dengan harapan agar Patiwa dinyatakan berhalangan tetap, hingga tidak dapat mengikuti putaran kedua.

Rumah Sakit berubah suasananya. Dokter Kepala, Satpam, dan seluruh karyawan Rumah Sakit semakin kelabakan dengan munculnya para pemburu berita dan beragam kelompok Agama. Mereka berkumpul untuk berdoa bagi kesehatan Patiwa, dengan seremoni yang berbeda satu sama lainnya. Situasi Rumah Sakit tidak lagi nyaman, karena mendadak berubah menjadi ruang politik. Menjadi ruang harapan bagi kepentingan banyak orang. Akhirnya KENTUT menjadi idola dari semua peristiwa yang terjadi.

“Tidak ada satupun ciptaan Allah yang sia-sia”[1]

PemeranSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Laman Kentut Diarsipkan 2011-06-03 di Wayback Machine., diakses pada 29 Mei 2011

Pranala luarSunting