Abdullah dari Pahang

Sultan Pahang

Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah (Jawi: السلطان عبدالله رعاية الدين المصطفى بالله شاه الحاج ابن المرحوم سلطان حاج احمد شاه المستعين بالله; lahir 30 Juli 1959) adalah Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-16 dan Sultan Pahang ke-6. Ia dinobatkan sebagai Sultan pada 15 Januari 2019, menggantikan ayahnya, Sultan Ahmad Shah, yang turun takhta setelah diputuskan pada pertemuan Dewan Kerajaan tanggal 11 Januari 2019.[2]

Abdullah
عبد الله
Yang di-Pertuan Agong Malaysia
Sultan Pahang
Al-Sultan Abdullah (cropped) 2.jpg
Abdullah pada bulan Oktober 2019
Yang di-Pertuan Agong
Berkuasa31 Januari 2019 – sekarang
Penabalan30 Juli 2019
PendahuluMuhammad V
WakilNazrin Shah
Perdana Menteri
Lihat daftar
Sultan Pahang
Berkuasa11 Januari 2019 – sekarang
Penobatan15 Januari 2019
PendahuluAhmad Shah
Pewaris takhtaTengku Hassanal Ibrahim Alam Shah
Menteri BesarWan Rosdy Wan Ismail
Kehidupan pribadi
Lahir30 Juli 1959 (umur 62)
Istana Mangga Tunggal, Pekan, Pahang, Malaya
(sekarang Pekan, Pahang, Malaysia)
WangsaBendahara
Nama lengkap
Tengku Abdullah ibni Tengku Ahmad Shah
Nama takhta
Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Al-Musta'in Billah Shah[fn 1]
AyahPaduka Ayahanda Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah ibni Almarhum Sultan Abu Bakar Ri’ayatuddin Al-Mu’azzam Shah
IbuTengku Ampuan Hajah Afzan Rahimahallah binti Almarhum Tengku Panglima Perang Tengku Muhammad
Pasangan
Anak
AgamaIslam Sunni
Tanda tanganAl-Sultan Abdullah signature.svg
Karier militer
Pengabdian Malaysia
Dinas/cabang Angkatan Darat Malaysia
Lama dinas1978–sekarang
PangkatMalaysia-army-OF-10.svg Marsekal lapangan
Kesatuan

Pada 24 Januari 2019, beberapa hari setelah naik ke takhta Pahang, ia terpilih sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-16.[3] Dia ditabalkan pada 31 Januari 2019. Sebelumnya, Ia juga menjadi anggota dari Dewan FIFA sejak tahun 2015 hingga 2019.[4]

Kehidupan awalSunting

Tengku Abdullah lahir pada 30 Juli 1959 di Istana Mangga Tunggal, Pekan, Pahang. Ia adalah anak laki-laki pertama dari Sultan Ahmad Shah dan Tengku Ampuan Afzan. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Kakak tertuanya adalah Tengku Meriam.[5][6]

Tengku Abdullah awalnya menerima pendidikan dasarnya di Sekolah Kebangsaan Sultan Ahmad, Pekan. Selanjutnya, ia bersekolah di Sekolah Rendah St. Thomas dan Sekolah Menengah St. Thomas di Kuantan, Pahang. Ia melanjutkan pendidikannya di Britania Raya, tepatnya di Aldenham School, Elstree Hertfordshire – Advance School pada tahun 1975–1978 dan Davies College, London – Advance School selama dua tahun setelahnya. Sebagaimana keluarga kerajaan lainnya, Tengku Abdullah juga bersekolah di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst selama dua tahun dan mendapatkan pangkat Letnan Dua. Pada tahun 1981 ia mendapat gelar diploma di bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi setelah menempuh studi di Perguruan Tinggi Worcester, Oxford dan Perguruan Tinggi Ratu Elizabeth.[5]

Tengku Mahkota dan Wali Penguasa PahangSunting

Pada 1 Juli 1975, Tengku Abdullah ditunjuk menjadi Tengku Mahkota (Putra Mahkota) Pahang. Ia secara resmi menyandang gelar tersebut pada 23 Oktober 1977 setelah dilantik di Istana Abu Bakar, Pekan.[5]

Setelah menyandang gelar tersebut, ia pernah ditunjuk menjadi Wali Penguasa Pahang dua kali. Abdullah menjabat sebagai Wali Penguasa Pahang pertama kali selama lima tahun karena ayahnya ditunjuk menjadi Yang di-Pertuan Agong ke-7 pada 26 April 1979 hingga 25 April 1984. Ia kembali menjabat sebagai Wali Penguasa Pahang setelah kesehatan ayahnya menurun mulai tahun 2016. Tengku Abdullah menjabat Wali Penguasa Pahang kedua kalinya sejak 28 Desember 2016 hingga dirinya diangkat menjadi Sultan Pahang pada tahun 2019.[5]

Sultan PahangSunting

Pada 15 Januari 2019, pada umur 59 tahun, Abdullah mengangkat dirinya menjadi Sultan Pahang ke-6 setelah pengunduran diri ayahnya dengan alasan kesehatan. Upacara tersebut dilaksanakan di Istana Abu Bakar, tempat kediaman resmi Sultan Pahang. Masa jabatannya sebenarnya secara resmi telah dimulai pada 11 Januari 2019, tepat setelah Dewan Kerajaan menyetujuinya menjadi penerus ayahnya.[2][7]

Setelah penobatannya menjadi Sultan Pahang, Sultan Abdullah mengambil nama gelar "Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah".[8] Istrinya, Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah yang sebelumnya bergelar Tengku Puan (Putri Mahkota), dinobatkan menjadi Kebawah Duli Yang Maha Mulia Tengku Ampuan Pahang (Ratu Permaisuri Pahang) pada 29 Januari 2019.[9]

Yang di-Pertuan AgongSunting

Pada Kamis, 24 Januari 2019, Majelis Raja-Raja memilih Sultan Abdullah sebagai Yang di-Pertuan Agong Malaysia ke-16 menggantikan Sultan Muhammad V yang mengundurkan diri beberapa pekan sebelumnya.[5] Sultan Abdullah membaca sumpah jabatannya sebagai Raja Malaysia ke-16 pada 31 Januari 2019 dalam sebuah upacara dan secara resmi mengambil alih Istana Negara, Jalan Duta sebagai tempat kediamannya.[10] Pada saat yang sama, Majelis Raja-Raja memilih Sultan Nazrin Shah sebagai Timbalan Yang di-Pertuan Agong (Wakil Yang di-Pertuan Agong).[3]

Mengenai pemerintahannya di Pahang saat menjadi Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdullah menunjuk putranya, Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah menggantikannya di pemerintahan negara bagian dan menjadi walinya sebagai penguasa Pahang. Sebelumnya, Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah telah diangkat menjadi Tengku Mahkota (Putra Mahkota) Pahang pada 29 Januari 2019.[9]

Pada saat penunjukannya, Tengku Hassanal masih menempuh pendidikan di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst. Untuk melaksanakan tugasnya, ia dibantu Majlis Jumaah Pangkuan Diraja Negeri Pahang (Majelis Pewalian Pahang) yang dipimpin oleh adik tertua Sultan Abdullah yang juga merupakan paman Tengku Hassanal, Tengku Abdul Rahman ibni Sultan Haji Ahmad Shah. Majelis pewalian ini melaksanakan tugas mulai 15 Februari 2019 hingga kelulusan Tengku Hassanal pada 15 Desember 2019.[11]

Upacara penabalan Sultan Abdullah dilaksanakan di Balairung Seri Istana Negara pada tanggal 30 Juli 2019. Upacara ini diadakan tujuh bulan setelah penunjukannya sebagai Yang di-Pertuan Agong dan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-60.[12] Penabalannya sebagai Yang di-Pertuan Agong dan Tunku Azizah Aminah sebagai Raja Permaisuri Agong memiliki nilai sejarah tersendiri karena ayah dari keduanya merupakan Sultan yang telah menjabat sebagai Yang di-Pertuan Agong sebelumnya. Sultan Abdullah merupakan putra dari Yang di-Pertuan Agong ke-7, sementara Tunku Azizah merupakan putri dari Yang di-Pertuan Agong ke-8.

Sultan Abdullah secara otomatis menjadi Pemimpin Tertinggi Angkatan Tentara Malaysia menurut konstitusi. Sebagai pemimpin tertinggi ATM, ia juga mendapat pangkat tertinggi dari tiga angkatan tentara, yaitu Marsekal Lapangan Angkatan Darat, Marsekal Angkatan Udara, dan Laksamana Armada Angkatan Laut. Sebagai tambahan saat ini ia adalah Kolonel di-Pertua Angkatan Udara, setelah mengambil alih tugas pada saat kenaikan takhta. Sebelumnya, ia bertindak sebagai wakil ayahnya untuk acara dan upacara Angkatan Udara Kerajaan Malaysia dua kali dalam kapasitasnya sebagai wali penguasa.

Covid-19Sunting

Pada 25 Oktober 2020, Al-Sultan Abdullah sebagai Yang di-Pertuan Agong, menolak permintaan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mendeklarasikan keadaan darurat akibat lonjakan kasus Covid-19 di Malaysia.[13]

Pada 12 Januari 2021, Al-Sultan Abdullah mendeklarasikan keadaan darurat di seluruh negeri dan diperkirakan berakhir pada 1 Agustus. Pernyataan ini dilakukan akibat penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi serta krisis politik yang melibatkan pemerintahan Perikatan Nasional Perdana Menteri Muhyiddin Yassin. Di bawah keadaan darurat ini, kegiatan parlemen dan pemilihan umum akan dibekukan dan pemerintahan Malaysia akan memberlakukan undang-undang tanpa pengawasan dan pembahasan dari parlemen.[14][15]

Karier militerSunting

Tengku Abdullah memulai karier militernya di Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Britania Raya pada 1978 sebagai seorang Taruna. Di sini, Tengku Abdullah bertemu sahabatnya, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan yang kemudian menjadi Putra Mahkota Abu Dhabi serta Zulkiple Kassim yang kemudian menjadi Panglima Angkatan Darat Malaysia.[16][17] Ia dinaikkan jabatannya menjadi Letnan Dua oleh Ratu Elizabeth II pada 1979. Pada 1980, Tengku Abdullah dipromosikan menjadi Kapten dan ditugaskan sebagai prajurit kavaleri di Korps Kavaleri Kerajaan.[18] Di tahun 1987, ia dinaikkan jabatannya menjadi Mayor di Korps Kavaleri Kerajaan.[19]

Pada tahun 1999, Tengku Abdullah ditugaskan ke Resimen Tentara Wataniah dan pada saat yang sama pangkatnya dinaikkan menjadi seorang Letnan Kolonel. Setahun kemudian pada tahun 2000, Tengku Abdullah dipromosikan menjadi seorang Kolonel. Pada tahun 2004, Tengku Abdullah dipromosikan kembali dengan menjadi Brigadir Jenderal yang merupakan pangkat tertingginya sebelum menjadi Pemimpin Tertinggi Angkatan Tentara Malaysia.[19]

KeluargaSunting

Sultan Abdullah menikah di Masjid Negeri Sultan Abu Bakar, Johor Bahru, 6 Maret 1986 dengan anak perempuan ketiga Sultan Iskandar dari Johor dengan istri pertamanya, Enche' Besar Kalsom binti Abdullah (Josephine Ruby Trevorrow), Tunku Azizah Aminah Maimunah Iskandariah binti Almarhum Al-Mutawakkil Alallah Sultan Iskandar Al-Haj. Tunku Azizah mendapat gelar tambahan Tengku Puan (Putri Mahkota) pada tahun 1986 selain gelar Paduka Puteri dari Johor. Tunku Azizah merupakan salah satu saudari Sultan Johor saat ini, Sultan Ibrahim Ismail. Dengannya, Sultan Abdullah dikaruniai empat putra dan dua putri.

Sultan Abdullah menikah kembali pada 1992 dengan Julia Rais, seorang mantan aktris, pada sebuah acara tertutup di Bukit Fraser, Pahang.[20] Dengannya, Sultan Abdullah dikaruniai tiga orang putri.

PutraSunting

  • Yang Amat Mulia Almarhum Tengku Ahmad Iskandar Shah, lahir dan wafat 24 Juli 1990(1990-07-24) (umur 0), putra Tunku Azizah.
  • Kebawah Duli Yang Maha Mulia Tengku Hassanal Ibrahim Alam Shah, Tengku Mahkota dan Wali Penguasa Pahang (disingkat Tengku Hassanal), lahir di Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan, Kuantan 17 September 1995 (umur 26), putra Tunku Azizah.
  • Yang Amat Mulia Tengku Muhammad Iskandar Riayatuddin Shah, Tengku Arif Bendahara (disingkat Tengku Muhammad), lahir 3 Agustus 1997 (umur 24), putra Tunku Azizah.
  • Yang Amat Mulia Tengku Ahmad Ismail Muadzam Shah, Tengku Panglima Muda (disingkat Tengku Ahmad), lahir 11 September 2000 (umur 21), kembar dengan Tengku Afzan, putra Tunku Azizah.

PutriSunting

  • Yang Amat Mulia Tengku Puteri Iman Afzan, lahir di Rumah Sakit Pantai, Kuala Lumpur 11 November 1992 (umur 28), putri Julia Rais. Pada 24 Agustus 2018, ia menikah dengan Tengku Abu Bakar Ahmad bin Almarhum Tengku Arif Bendahara Tengku Abdullah. Tengku Iman Afzan dikaruniai anak pertama, Yang Amat Mulia Tengku Zayn Edin Shah yang lahir 23 Juli 2019.
  • Yang Amat Mulia Tengku Puteri Ilisha Ameera, lahir di Rumah Sakit Pantai, Kuala Lumpur 1 Oktober 1993 (umur 27), putri Julia Rais.
  • Yang Amat Mulia Tengku Puteri Ilyana, lahir di Rumah Sakit Gleneagles, Kuala Lumpur 20 April 1997 (umur 24), putri Julia Rais.
  • Yang Amat Mulia Tengku Puteri Afzan Aminah Hafidzatu’llah (disingkat Tengku Afzan), lahir 11 September 2000 (umur 21), kembar dengan Tengku Ahmad, putri Tunku Azizah.
  • Yang Amat Mulia Tengku Puteri Jihan Azizah Athiyatullah (disingkat Tengku Jihan), lahir 27 April 2002 (umur 19), putri Tunku Azizah.

Anak AngkatSunting

Al-Sultan Abdullah mengadopsi seorang putra sebelum kelahiran putranya sendiri:

  • Yang Amat Mulia Tengku Amir Nasser Ibrahim bin Almarhum Tengku Arif Bendahara Ibrahim, Tengku Panglima Raja (disingkat Tengku Amir), diadopsi tahun 1987. Ia lahir pada 25 Agustus 1986 (umur 35), putra bungsu Almarhum Tengku Arif Bendahara Ibrahim dengan istri ketiganya, Czarina binti Abdullah. Tengku Amir menikah dengan Yang Amat Mulia Puteri Suraiya Afzan binti Mohamed Moiz pada 19 Desember 2013. Mereka dikaruniai putra pertama pada 27 Desember 2015 yang diberi nama Tengku Adam Ibrahim Shah. Pada 25 Juni 2018, mereka dikaruniai putra kedua yang diberi nama Tengku Sulaiman Abdullah Shah.

KepengurusanSunting

Gelar kehormatanSunting

Gelar monarki untuk
Al-Sultan Abdullah dari Pahang
 
Gaya referensiKebawah Duli Yang Maha Mulia
Gaya penyebutanKebawah Duli Tuanku
Gaya alternatifTuanku
  • 30 Juli 1959–8 Mei 1974: Yang Mulia Tengku Abdullah ibni Tengku Ahmad Shah
  • 8 Mei 1974–1 Juli 1975: Yang Amat Mulia Tengku Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah
  • 1 Juli 1975–28 April 1979: Kebawah Duli Yang Teramat Mulia Tengku Mahkota Pahang Tengku Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Tengku Mahkota Pahang
  • 28 April 1979–25 April 1984: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Pemangku Raja Pahang Tengku Mahkota Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Pemangku Raja Pahang
  • 25 April 1984–28 Desember 2016: Kebawah Duli Yang Teramat Mulia Tengku Mahkota Pahang Tengku Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Tengku Mahkota Pahang
  • 28 Desember 2016–11 Januari 2019: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Pemangku Raja Pahang Tengku Mahkota Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Pemangku Raja Pahang
  • 11 Januari 2019–15 Januari 2019: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Pahang Sultan Abdullah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah
  • 15 Januari 2019–31 Januari 2019: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Sultan Pahang Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Al-Haj ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, Sultan Pahang ke-6
  • 31 Januari 2019–22 Mei 2019: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong ke-16, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah ibni Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah
  • 22 Mei 2019–sekarang: Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong ke-16, Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al Mustafa Billah Shah ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah
  • Jawi: کباوه دولي يڠ مها موليا سلطان ڤهڠ السلطان عبد الله رعاية الدين المصطفى بالله شاه ابن سلطان حاج أحمد شاه المستعين بالله

Gelar lengkapnya adalah Kebawah Duli Yang Maha Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah, D.K.P., D.K.M, D.K., D.M.N. , S.S.A.P., S.I.M.P., D.K. (Terengganu), D.K. (Johor), S.P.M.J., D.K.M.B. (Brunei), D.K. (Kedah), D.K. (Perlis), D.K. (Perak), D.K. (Selangor).

AnugerahSunting

Pangkat militerSunting

  Malaysia

Tanda kehormatanSunting

Tanda kehormatan PahangSunting

  •   Penganugerah dan Anggota Darjah Kerabat Yang Maha Mulia Utama Kerabat Diraja Pahang (DKP)
  •   Penganugerah dan Anggota Darjah Kerabat Sri Indra Mahkota Pahang Yang Amat Dihormati Kelas I (DK I)
  •   Penganugerah dan Penerima Darjah Kebesaran Sri Sultan Ahmad Shah Pahang Yang Amat Mulia Kelas I (SSAP – Dato' Sri)
  •   Penganugerah dan Penerima Darjah Kebesaran Mahkota Pahang Yang Dihormati Kelas I (SIMP – Dato' Indera)

Tanda kehormatan MalaysiaSunting

Tanda kehormatan luar negeriSunting

Eponim tempatSunting

  • Masjid Al-Sultan Abdullah di Masjid Tanah, Melaka
  • Masjid Tengku Mahkota Abdullah di Jerantut, Pahang
  • Masjid Tengku Mahkota Abdullah di Rompin, Pahang
  • Masjid Abdullah Al-Haj di Balok, Pahang
  • Sekolah Sains Tengku Abdullah (SEMESTA Raub), sekolah menengah di Raub, Pahang

SilsilahSunting

CatatanSunting

  1. ^ Arti dari nama gelarnya adalah "Sultan Abdullah sebagai pelindung Islam yang dipilih oleh Allah".[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Bernama (15 Januari 2019). "Sultan of Pahang officially addressed as Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah". Diakses tanggal 17 Juli 2019. 
  2. ^ a b "Tengku Abdullah to be proclaimed Pahang sultan on Jan 15". MalaysiaKini (dalam bahasa Inggris). 12 Januari 2019. Diakses tanggal 5 Juli 2019. 
  3. ^ a b "Sultan Pahang, Agong Malaysia ke-16". Bernama (dalam bahasa Melayu). 24 Januari 2019. Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  4. ^ Bernama (20 Februari 2019). "We will miss you - Infantino thanks YDP Agong after FIFA Council exit". Stadium Astro. Diakses tanggal 5 Juli 2019. 
  5. ^ a b c d e "Biodata Pemangku Raja Pahang Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 12 Januari 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 Juli 2019. Diakses tanggal 5 Juli 2019. 
  6. ^ "Former Pahang ruler Sultan Ahmad Shah dies at age 88". The Star (dalam bahasa Inggris). 23 Mei 2019. Diakses tanggal 5 Juli 2019. 
  7. ^ Rodzi, Nadirah H. (16 Januari 2019). "Sultan Abdullah takes oath as the sixth Sultan of Pahang". The Straits Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  8. ^ Bernama (15 Januari 2019). "Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah gelaran rasmi Sultan Pahang". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Juli 2019. Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  9. ^ a b Amin Ridzuan Ishak; Raja Norain Hidayah Raja Abdul Aziz; Siti Insyirah Tajuddin (29 Januari 2019). "Tunku Azizah Aminah Maimunah dimasyhurkan Tengku Ampuan Pahang". Harian Metro (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  10. ^ "Sultan Abdullah lafaz sumpah jawatan Yang di-Pertuan Agong ke 16". BH Online (dalam bahasa Melayu). Berita Harian. 31 Januari 2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 Juli 2019. Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  11. ^ Bernama (22 Februari 2019). "Sultan appoints Pahang council of regency, Tengku Muda as chairman" (dalam bahasa Inggris). New Straits Times. Diakses tanggal 12 Juli 2019. 
  12. ^ Mia, Saraya (28 Juni 2019). "30 Julai cuti am sempena pertabalan Agong" [30 Juli libur umum peringatan penabalan Agong]. Astro Awani (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 12 Juli 2019. 
  13. ^ "Malaysia's king rejects PM's push for COVID emergency rule". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). 25 Oktober 2020. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 Oktober 2020. Diakses tanggal 18 Desember 2020. 
  14. ^ Ratcliffe, Rebecca (12 Januari 2021). "Malaysia declares Covid state of emergency amid political turmoil". The Guardian (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2021. Diakses tanggal 12 Januari 2021. 
  15. ^ "Malaysia's king declares state of emergency to curb spread of Covid-19". CNN (dalam bahasa Inggris). 12 Januari 2021. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Januari 2021. Diakses tanggal 12 Januari 2021. 
  16. ^ "'Best friends' Tuanku rupanya..." (dalam bahasa Melayu). Sinar Harian. 2 Agustus 2019. Diakses tanggal 13 September 2019. 
  17. ^ "Latihan ketenteraan gilap keperibadian Sultan Abdullah". BH Online (dalam bahasa Melayu). Berita Harian. 26 Juli 2019. Diakses tanggal 13 September 2019. 
  18. ^ a b Mohd. Saiful Sahak (29 July 2019). "Anakanda kepada dua bekas Agong". Utusan (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 13 September 2019. 
  19. ^ a b "Tengku Abdullah now a Brig-Jen". The Star Online (dalam bahasa Inggris). The Star. 12 Mei 2004. Diakses tanggal 13 September 2019. 
  20. ^ Bernama (22 April 1992). "Tengku Mahkota of Pahang weds Julia Rais". Klik. New Straits Times. Diakses tanggal 18 Juli 2021. 
  21. ^ Bernama (19 Maret 2019). "King proclaimed chancellor of UiTM". NST Online (dalam bahasa Inggris). New Straits Times. Diakses tanggal 12 Januari 2021. 
  22. ^ Bernama (14 November 2019). "Agong proclaimed as UPNM Chancellor". NST Online (dalam bahasa Inggris). New Straits Times. Diakses tanggal 12 Januari 2021. 
  23. ^ "Agong receives D.K.M award". Bernama.com (dalam bahasa Inggris). Bernama. 11 Juli 2019. Diakses tanggal 11 Juli 2019. 
  24. ^ "Agong receives Darjah Utama Seri Mahkota Negara award". Bernama.com (dalam bahasa Inggris). Bernama. 14 Februari 2019. Diakses tanggal 20 Februari 2019. 
  25. ^ Bernama (28 Oktober 2019). "Agong berkenan terima darjah kebesaran Perlis". BH Online (dalam bahasa Melayu). Berita Harian. Diakses tanggal 28 Juli 2021. 
  26. ^ "Agong terima DK Perak". Berita Harian (dalam bahasa Melayu). 28 November 2019. Diakses tanggal 28 November 2019. 
  27. ^ "King heads Selangor Sultan's 75th birthday honours list". Bernama.com (dalam bahasa Inggris). Bernama. 11 Desember 2020. Diakses tanggal 11 Desember 2020. 
  28. ^ "Agong terima Darjah Kerabat Selangor" (dalam bahasa Melayu). Berita Harian. 11 Desember 2020. Diakses tanggal 11 Desember 2020. 
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Ahmad Shah
Sultan Pahang
15 Januari 2019 – sekarang
Diteruskan oleh:
Petahana
Didahului oleh:
Muhammad V dari Kelantan
Yang di-Pertuan Agong
31 Januari 2019 – sekarang
Diteruskan oleh:
Petahana