Administrasi Sementara PBB di Timor Timur

Administrasi sipil sementara/misi pemeliharaan perdamaian (1999–2002)
(Dialihkan dari UNTAET)

UNTAET (United Nations Transitional Administration in East Timor; bahasa Indonesia: Administrasi Sementara PBB di Timor Timur) adalah pemerintahan sipil yang bertujuan untuk memelihara misi perdamaian di Timor Timur, sebagai akibat dari resolusi 1272 (1999) dari DK PBB pada tanggal 25 Oktober 1999. Misi perdamaian ini diperkuat oleh datangnya sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Australia, didukung oleh Selandia Baru, dan diikuti oleh Prancis, Argentina, Brasil, Denmark, Fiji, Republik Irlandia, Jepang, Malaysia, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Filipina, Portugal, Swedia, Amerika Serikat, dan Britania Raya.

CC-devnations.svg
Timor Timur

Timór Lorosa'e
Timor-Leste
1999–2002
{{{coat_alt}}}
Lambang
Peta Timor Leste
Peta Timor Leste
StatusProtektorat Perserikatan Bangsa-Bangsa
Ibu kotaDili
Bahasa yang umum digunakanTetun
Portugis
Indonesia
Inggris
Administrator 
• 1999–2002
Sérgio Vieira de Mello
Ketua Menteri 
• 2001–2002
Marí Alkatiri
Sejarah 
25 Oktober 1999
• Kemerdekaan
20 Mei 2002
Populasi
• 
947.000
Mata uangDolar Amerika Serikat (US$)
(USD)
Kode ISO 3166TL
Didahului oleh
Digantikan oleh
Timor Timur
Timor Leste
UNMISET

Dua resolusi terbaru dari Dewan Keamanan PBB memperpanjang mandat UNTAET:

  • resolusi 1338, diadopsi pada tanggal 31 Januari 2001, memperpanjang mandat hingga tanggal 31 Januari 2002;
  • resolusi 1392, diadopsi pada tanggal 31 Januari 2002, memperpanjang mandat hingga tanggal 20 Mei 2002.

Secara resmi, misi ini berakhir pada tanggal 20 Mei 2002, dengan sebagian besar fungsi dibebankan pada pemerintah TimTim.

Pada tanggal 17 Mei 2002, untuk mempersiapkan kemerdekaan, DK PBB mengadopsi resolusi 1410 (2002), yang mengawali pembentukan United Nations Mission of Support to East Timor (UNMISET), yang diciptakan untuk masa tugas 12 bulan.