Tenggelamnya RMS Titanic

tengelamnya kapal titanic dalam sejarah kapal

Koordinat: 41°43′55″N 49°56′45″W / 41.73194°N 49.94583°W / 41.73194; -49.94583

Tenggelamnya RMS Titanic terjadi pada malam 14 April sampai pagi 15 April 1912 di Samudra Atlantik Utara, empat hari setelah berangkat dari Southampton dalam pelayaran perdananya menuju Kota New York. Kapal super terbesar yang beroperasi pada masa itu, Titanic mengangkut sekitar 2.224 orang ketika menabrak gunung es pada pukul 23:40 (waktu kapal[a]) pada hari Minggu, 14 April 1912. Kapal ini tenggelam dua jam empat puluh menit kemudian pada pukul 02:20 hari Minggu, 15 April (05:18 GMT) dan mengakibatkan korban jiwa dari 1.500 penumpangnya. Tenggelamnya RMS Titanic adalah salah satu bencana maritim masa damai mematikan sepanjang sejarah.

Tenggelamnya RMS Titanic
Lukisan haluan kapal tenggelam, dengan orang-orang mendayung sekoci di depan dan lainnya di air. Gunung es tampak di belakang
"Untergang der Titanic" oleh Willy Stöwer, 1912
(peristiwa tenggelam aslinya terjadi dalam kondisi hampir gelap total)
Tanggal15 April 1912 (1912-04-15);
110 tahun, 9 bulan
Waktu14 April, 23:40 – 15 April, 2:20; 1912[a]
LokasiSamudra Atlantik Utara
PenyebabMenabrak gunung es
Peserta/Pihak terlibat
Tokoh penting
Hasil

Titanic telah menerima beberapa peringatan es laut pada tanggal 14 April, tetapi kapal sedang berlayar dengan kecepatan nyaris penuh ketika bertabrakan dengan gunung es. Kapal mengalami benturan luar biasa sehingga melengkungkan sisi kanannya dan melubangi lima dari enam belas kompartemennya. Titanic dirancang untuk tetap mengapung jika empat kompartemennya bocor, bukan lima, dan para awak segera menyadari bahwa kapal akan tenggelam. Mereka menggunakan suar roket dan pesan radio nirkabel untuk mencari bantuan, sementara penumpang diungsikan ke sekoci. Sayangnya, sedikit sekali sekoci yang tersedia dan banyak yang tidak diisi penuh akibat pelaksanaan evakuasi yang buruk.

Kapal terbelah ketika tenggelam bersama seribu penumpang dan awak di dalamnya. Hampir semua orang yang lompat atau jatuh ke air meninggal akibat hipotermia dalam hitungan menit. RMS Carpathia tiba di tempat kejadian sekitar satu setengah jam setelah bencana dan menyelamatkan korban selamat terakhir pada pukul 09:15 tanggal 15 April, lebih dari 24 jam setelah awak Titanic menerima peringatan es hanyut pertamanya. Bencana ini memunculkan kemarahan publik yang meluas atas sedikitnya jumlah sekoci, regulasi perkapalan yang kedaluwarsa dan perlakuan yang tidak setara terhadap kelas-kelas penumpang yang berbeda di kapal tersebut. Penyelidikan dilaksanakan setelah bencana yang berujung pada perubahan regulasi maritim. Hal ini mendorong pembentukan Konvensi Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut (SOLAS) pada tahun 1914 yang masih mengatur keselamatan maritim hari ini.

Catatan penjelasSunting

  1. ^ a b Pada saat tabrakan, jam Titanic diatur 2 jam 2 menit lebih cepat dari Zona Waktu Timur (UTC−05:00) dan 2 jam 58 menit lebih lambat dari Waktu Greenwich.[1] Dengan kata lain, waktunya mendekati UTC-3 (hanya lebih cepat 2 menit).

Catatan kakiSunting

  1. ^ Halpern 2011, hlm. 78.

ReferensiSunting

Artikel jurnal

  • "What really sank the Titanic?". Materials Today. Elsevier. 26 September 2008. Diakses tanggal 4 March 2012. 
  • Olson, Donald W.; Doescher, Russell L.; Sinnott, Roger W. (2012). "Did the Moon Sink the Titanic?". Sky & Telecope. Cambridge, MA: Sky & Telescope Media LLC. 123 (4): 34–9. 
  • Ryan, Paul R. (Winter 1985/86). "The Titanic Tale". Oceanus. Woods Hole, MA: Woods Hole Oceanographic Institution. 4 (28). 
  • Uchupi, Elazar; Ballard, Robert D.; Lange, William N. (Fall 1986). "Resting in Pieces: New Evidence About Titanic's Final Moments". Oceanus. Woods Hole, MA: Woods Hole Oceanographic Institution. 29 (3): 53–60. 

Laporan berita

Penyelidikan

Pranala luarSunting